Peninjauan Destinasi Wisata Bali oleh Wakil Menteri Pariwisata
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa melakukan peninjauan langsung ke sejumlah destinasi wisata di Bali. Tujuannya adalah memastikan kesiapan destinasi tersebut menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan pada periode libur Lebaran 2026. Libur Lebaran diperkirakan menjadi salah satu periode dengan jumlah kunjungan wisatawan domestik terbesar di berbagai destinasi wisata Indonesia, termasuk Bali.
Peninjauan dilakukan pada Jumat, 6 Maret 2026, dan mencakup beberapa destinasi unggulan di Bali seperti DTW Uluwatu, GWK Cultural Park, Pantai Melasti, dan Pantai Kuta. Dalam peninjauan ini, Wamenpar juga memastikan kesiapan destinasi dalam hal aspek keamanan dan keselamatan wisatawan. Ia menekankan bahwa pada periode tersebut diperkirakan akan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan.
Wamenpar didampingi perwakilan industri pariwisata serta Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Mereka meninjau berbagai aspek penting di setiap destinasi, mulai dari manajemen pengunjung, kesiapan pelayanan wisata, kebersihan, keamanan, manajemen risiko, antisipasi cuaca ekstrem, hingga penerapan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability).
Tinjauan ke DTW Uluwatu
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah DTW Uluwatu. Wamenpar meninjau kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung bagi wisatawan di destinasi yang terkenal dengan panorama tebing kapur berlatar Samudera Hindia. Ia juga melihat langsung berbagai fasilitas pendukung, seperti fasilitas kesehatan, toilet, hingga panggung Tari Kecak yang menjadi atraksi unggulan bagi wisatawan.
Peninjauan ke GWK Cultural Park
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke GWK Cultural Park. Di kawasan yang dikenal dengan ikon patung Garuda Wisnu Kencana ini, Wamenpar meninjau langsung sistem manajemen pengunjung yang telah disiapkan pengelola, mulai dari loket tiket, command center, fasilitas kesehatan, hingga fasilitas umum lainnya. Pada kesempatan tersebut, Wamenpar Ni Luh Puspa juga berkesempatan naik ke bagian dalam patung Garuda Wisnu Kencana hingga ke titik tertinggi. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama Bali dari ketinggian sekaligus melihat struktur bagian dalam patung yang menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia.
Fokus pada Keselamatan Wisatawan di Pantai Melasti dan Pantai Kuta
Sementara itu, di Pantai Melasti dan Pantai Kuta, fokus peninjauan diarahkan pada aspek keselamatan wisatawan, khususnya kesiapsiagaan Balawista sebagai wadah pemandu keselamatan pantai (lifeguard), ketersediaan fasilitas kesehatan, serta fasilitas umum lainnya. Wamenpar menyatakan bahwa kepala Dinas Pariwisata Badung telah memastikan seluruh pantai di wilayah Badung memiliki lifeguard yang bertugas menjaga keselamatan wisatawan sehingga jika terjadi sesuatu dapat segera ditangani.
Persiapan dan Komitmen Pengelola Destinasi Wisata
Kementerian Pariwisata sebelumnya juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata kepada pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha pariwisata untuk memastikan penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan selama periode libur Lebaran. Wamenpar berharap langkah ini mendorong semua pihak untuk bersama-sama memastikan libur Lebaran dapat dinikmati masyarakat dengan baik, sehingga wisatawan dapat berwisata dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.
Pengelola destinasi wisata di Bali juga menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan selama periode libur Lebaran. General Manager DTW Uluwatu, I Wayan Wijana, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut peningkatan kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 30 hingga 50 persen.
Ia menjelaskan bahwa pengelola telah memastikan kesiapan berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk toilet, sistem pengelolaan sampah, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga pengaturan alur pengunjung. Selain itu, mereka juga mengantisipasi potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting. Karena Uluwatu merupakan kawasan alam terbuka, angin kencang menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi.
Dalam aspek keamanan dan keselamatan, koordinasi juga terus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, BPBD, pecalang, dan desa adat. DTW Uluwatu juga telah menyiapkan pos kesehatan dengan tenaga medis serta ambulans yang siaga untuk penanganan keadaan darurat. Beberapa hari lalu BPBD Kabupaten Badung juga telah melakukan simulasi serta sosialisasi terkait keamanan bersama kepolisian.





