Malam Ke-18 Ramadhan 1447 H dan Keutamaan Shalat Tarawih
Malam ke-18 Ramadhan 1447 H jatuh pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat tarawih seperti malam-malam sebelumnya selama bulan suci Ramadhan. Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya pada malam hari selama bulan Ramadhan. Ibadah ini menjadi salah satu amalan khas yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan dan bisa dilakukan secara berjamaah di masjid atau mandiri di rumah.
Dalam kitab Durratun Nasihin, disebutkan bahwa keutamaan tarawih malam ke-18 adalah malaikat menyeru bahwa Allah telah meridhai hamba yang melaksanakannya serta meridhai kedua orang tuanya. Penjelasan ini menjadi motivasi spiritual bagi umat Islam untuk menjaga konsistensi ibadah selama Ramadhan dan meningkatkan amalan hingga akhir bulan.
Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menunaikan puasa di siang hari, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan pada malam hari, salah satunya dengan melaksanakan shalat tarawih. Berdasarkan perhitungan kalender hijriyah, malam ke-18 Ramadhan 1447 H jatuh pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, atau malam menjelang tanggal 18 Ramadhan.
Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat tarawih sebagaimana malam-malam sebelumnya selama bulan Ramadhan. Namun, dengan niat serta keikhlasan menjalankan ibadah karena Allah SWT, kamu bisa melakukannya.
Dalam sejumlah literatur keislaman, terdapat penjelasan mengenai keutamaan shalat tarawih pada setiap malam Ramadhan. Penjelasan tersebut banyak ditemukan dalam berbagai kitab klasik yang memuat motivasi ibadah bagi umat Islam selama bulan suci. Salah satu kitab yang sering menjadi rujukan dalam menjelaskan fadhilah shalat tarawih adalah Durratun Nasihin.
Kitab ini memuat berbagai penjelasan mengenai keutamaan shalat tarawih mulai dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadhan. Namun, para ulama menjelaskan bahwa tidak semua keterangan mengenai fadhilah tarawih dalam kitab tersebut bersumber dari hadits yang kuat. Oleh karena itu, penjelasan tersebut lebih tepat dipahami sebagai motivasi spiritual agar umat Islam semakin semangat dalam menjalankan ibadah selama Ramadhan.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa setiap malam Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri bagi orang yang melaksanakan shalat tarawih dengan penuh keikhlasan. Adapun pada malam ke-18 Ramadhan, disebutkan bahwa malaikat menyeru bahwa Allah telah meridhai hamba yang melaksanakan sholat tarawih, serta meridhai kedua orang tuanya.
Berikut adalah beberapa tanda-tanda bahwa Allah meridhai manusia:
- Kebaikan bertambah setiap waktu
- Membuka pintu taubat baginya menjelang wafat
- Banyak disenangi manusia
- Senang berbuat kebaikan
- Menerima nasehat dengan baik
- Tidak mencari “kepentingan dunia” semata
Keutamaan tersebut menggambarkan betapa besar nilai ibadah yang dilakukan dengan penuh keimanan dan konsistensi selama bulan Ramadhan. Ridha Allah merupakan tujuan utama dalam setiap ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim.
Selain keutamaan malam ke-18, kitab Durratun Nasihin juga menyebutkan berbagai keutamaan shalat tarawih pada malam-malam lainnya. Berikut merupakan keutamaan Shalat Tarawih malam 1 sampai dengan malam 30 yang terdapat dalam Kitab Durratun Nasihin:
- Malam 1: Pada malam pertama, dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) akan keluar seperti ketika ibunya melahirkan ia ke dunia.
- Malam 2: Pada malam kedua, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
- Malam 3: Pada malam ketiga, malaikat di bawah Arasy berseru: mulailah melakukan amal kebaikan, maka Allah akan mengampuni dosamu yang telah lalu.
- Malam 4: Pada malam keempat, dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala seseorang yang membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Quran.
- Malam 5: Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjidil Aqsha.
- Malam 6: Pada malam keenam, Allah memberikan pahala seperti pahala malaikat yang tawaf di Baitul Makmur dan setiap batu dan tanah pun memintakan ampunan untuknya.
- Malam 7: Pada malam ketujuh, seakan-akan menemui zaman Nabi Musa AS dan menolongnya dari serangan Fir’aun dan Haman.
- Malam 8: Pada malam kedelapan, Allah memberi anugerah sebagaimana anugerah yang telah diberikan kepada Nabi Ibrahim.
- Malam 9: Pada malam kesembilan, seakan-akan beribadah kepada Allah sebagaimana ibadahnya para nabi.
- Malam 10: Pada malam kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.
- Malam 11: Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan di mana ia baru dilahirkan dari perut ibunya.
- Malam 12: Pada malam kedua belas, pada saat hari kiamat wajahnya bersinar bagaikan bulan di malam purnama.
- Malam 13: Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan selamat dari segala macam keburukan.
- Malam 14: Pada malam keempat belas, malaikat menjadi saksi bahwa ia melakukan sholat tarawih. Maka Allah tidak akan menghisabnya kelak di hari kiamat.
- Malam 15: Pada malam kelima belas, para malaikat, malaikat penyangga Arsy, dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit akan memintakan ampunan untuknya.
- Malam 16: Pada malam keenam belas, Allah mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga baginya.
- Malam 17: Pada malam ketujuh belas, akan diberi pahala sebagaimana pahala para nabi.
- Malam 18: Pada malam kedelapan belas, malaikat berkata: wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah meridhoimu dan kedua orang tuamu.
Dengan menjaga konsistensi shalat tarawih hingga akhir Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat meraih keberkahan, ampunan, serta ridha Allah SWT. Ramadhan sendiri dikenal sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, setiap Muslim dianjurkan memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.





