Spesies Asli Britania Raya dan Eropa
Salamander jumbai utara adalah salah satu spesies amfibi yang tersebar di berbagai wilayah Eropa, khususnya di daerah Barat, Utara, dan Tengah. Wilayah penyebarannya mencakup Britania Raya, Jerman, Italia, Skandinavia, Prancis, Moldova, hingga Siberia. Secara umum, hewan ini tinggal di area hutan dengan vegetasi rapat, rawa, padang rumput basah, kolam, dan danau. Tak jarang, ia juga bisa ditemukan di habitat buatan manusia yang dekat dengan hutan. Salamander jumbai utara mampu hidup di daerah dengan ketinggian hingga 1750 mdpl.
Memiliki Jumbai atau Layar di Punggung
Ciri khas utama dari salamander jumbai utara adalah kehadiran jumbai atau layar di punggungnya. Jumbai tersebut membentang dari belakang kepala hingga pangkal ekor, mirip dengan layar milik dinosaurus bernama Spinosaurus. Namun, jumbainya hanya muncul pada individu jantan selama musim kawin. Ukuran jumbainya cukup besar dengan tinggi sekitar 1,5 sentimeter.
Secara umum, salamander jumbai utara memiliki panjang antara 14 hingga 16 sentimeter. Individu betina biasanya sedikit lebih besar daripada jantan. Ada juga individu raksasa yang bisa mencapai panjang 20 sentimeter. Warna tubuhnya tidak terlalu mencolok, yaitu hitam, cokelat, kehijauan, atau kekuningan.

Makanannya Bergantung pada Fase Pertumbuhan
Makanan utama salamander jumbai utara adalah invertebrata kecil. Saat berada di fase darat, makanannya mencakup cacing tanah, serangga, kutu kayu, dan moluska. Pada musim kawin, pilihan makannya berbeda, yaitu invertebrata air, amfibi, dan kecebong. Pada fase larva, makanannya berupa hewan air, seperti kecebong dan larva salamander lain yang lebih kecil.
Selain sebagai predator, salamander jumbai utara juga menjadi target bagi karnivor lain yang lebih besar. Beberapa di antaranya adalah burung air dan ikan predator. Ular, badger, kadal, katak, dan landak mini juga mengancam kehidupannya. Untuk menghindari predator, salamander jumbai utara akan berkamuflase atau bersembunyi di area sempit dan tertutup.

Berevolusi dan Sering Melakukan Perkawinan Silang
Salah satu keunikan salamander jumbai utara adalah kebiasaannya untuk melakukan perkawinan silang atau hibridisasi. Hal ini sangat terlihat di wilayah Prancis karena salamander jumbai utara sering melakukan kawin silang dengan marbled newt. Sayangnya, perkawinan silang ini justru mengancam eksistensi marbled newt dan membuat populasi mereka menurun.
Berdasarkan berbagai penelitian yang dilakukan antara 2011 hingga 2019, hibridisasi tersebut mendorong salamander jumbai utara untuk berevolusi dengan cepat. Salamander jumbai utara terus menghasilkan individu hibrida, menyebarkan informasi genetiknya ke spesies lain, serta terus beradaptasi dengan berbagai tipe habitat.

Populasinya Mulai Menurun
Meskipun salamander jumbai utara bukanlah hewan yang terancam punah, populasinya mulai menurun dan membuatnya dilindungi di beberapa daerah. Penurunan populasi ini disebabkan oleh kerusakan habitat, infeksi jamur Batrachochytrium salamandrivorans, fragmentasi habitat, pemanasan global, dan polusi genetik akibat perkawinan silang. Berbagai upaya pencegahan in situ dan ex situ terus dilakukan demi menjaga eksistensi hewan ini.






