Keterlibatan Jusuf Kalla dalam Kasus Ijazah Jokowi
Pihak dari Jusuf Kalla (JK) mengecam tindakan Rismon Sianipar yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa video barang bukti yang beredar merupakan hasil karya artificial intelligence (AI). Sebelumnya, JK telah melaporkan Rismon ke pihak berwajib atas dugaan pencemaran nama baik. Dalam laporan tersebut, video yang dianggap sebagai bukti itu menyatakan bahwa JK menjadi pendana kasus ijazah Joko Widodo.
Husain Abdullah, Juru Bicara Jusuf Kalla, menjelaskan bahwa dalam polemik ini terdapat video yang menampilkan wajah Rismon Sianipar, yang menuduh JK mendanai kasus tersebut. Video tersebut kemudian beredar dan membuat JK merasa perlu melaporkan hal tersebut ke polisi. Namun, setelah laporan tersebut dibuat, video tersebut langsung dibantah.
Rismon Sianipar sebelumnya membantah telah menuding JK mendanai kasus ijazah Jokowi. Dalam kasus ini, Rismon kini telah “berbalik arah” dan meminta maaf kepada Jokowi, bahkan mengakui bahwa ijazah Jokowi tidak palsu alias asli.
Sementara itu, kubu Rismon Sianipar merespons dengan santai dan mempersilakan langkah hukum yang akan dilakukan oleh pihak JK. Kuasa Hukum Rismon, Jahmada Girsang, mengatakan bahwa mereka akan menunggu laporan yang masuk ke kepolisian dan akan ditelaah serta diuji dengan bukti-bukti yang ada. Menurutnya, video yang beredar saat ini adalah hasil olahan AI dan Rismon tidak pernah menyebutkan nama JK.
Dugaan Pencemaran Nama Baik
Sebelumnya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), bakal melaporkan Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar, yang menyebut jika dirinya menjadi pendana kasus dugaan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Dalam informasi yang beredar, JK disebut menggelontorkan uang sebesar Rp5 miliar dalam kasus yang sudah lama menjadi perbincangan tersebut.
JK mengatakan pelaporan itu akan dilayangkan terkait dugaan pencemaran nama baik terhadapnya. Ia membantah keras tudingan tersebut. Bahkan, JK mengaku tidak mengenal Rismon secara pribadi. Ia juga mempertanyakan dasar pernyataan Rismon yang menudingnya itu. Ia mengaku tidak pernah membantu siapapun dalam kasus tersebut meski mengenal Roy Suryo.
Rismon Membantah, Pihak JK Tetap Lanjut Lapor
Di sisi lain, Husain Abdullah mengatakan tetap melanjutkan laporan ini, lantaran video soal tudingan Jusuf Kalla mendanai kasus ijazah Jokowi menjadi konsumsi publik yang tidak elok. Pak Jusuf Kalla tentu tidak ingin sebagai orang yang berada di balik kasus yang sudah sangat menyita perhatian dan tenaga pikiran masyarakat Indonesia.
Dan betul-betul harus diluruskan. Jubir Jusuf Kalla tersebut juga menekankan bahwa selama ini JK dalam posisi dekat, bahkan pernah bersama-sama di pemerintahan dengan Jokowi. Masa iya seorang Jusuf Kalla (mendanai kasus ijazah Jokowi), katanya lagi. Menurutnya kontroversi tersebut akan sangat buruk bagi masyarakat Indonesia, karena mengganggu harmoni kohesi sosial.
Dirinya juga menegaskan bahwa saat ini Jusuf Kalla dalam posisi ingin membersihkan nama dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Dan yang menjadi hal paling utama adalah mencari siapa yang membuat, memproduksi, dan menyebarluaskan video tuduhan tersebut. Di mana dirinya menekankan agar pihak kepolisian mencari pelakunya.





