Persiapan Matang untuk Pelaksanaan TKA Tahun 2026 di Kabupaten Batang
Pemerintah Kabupaten Batang terus memastikan kelancaran pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat telah melakukan persiapan yang matang, baik dari segi sarana prasarana maupun sumber daya manusia (SDM). Hal ini dilakukan guna memastikan proses ujian berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang, Bambang Suryantoto Sudibyo, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah mencapai tahap optimal. Ia menegaskan bahwa baik fasilitas maupun tenaga pengajar telah siap mendukung pelaksanaan TKA.
“Alhamdulillah, persiapan sudah siap, baik sarana prasarana maupun SDM yang akan menangani pelaksanaan TKA,” ujarnya.
Jadwal Pelaksanaan TKA
Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung secara bertahap. Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), ujian akan dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 16 April 2026. Sementara itu, untuk Sekolah Dasar (SD), ujian akan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.
Menurut Bambang, pelaksanaan yang cukup panjang disebabkan oleh keterbatasan perangkat di sejumlah sekolah. Hal ini membuat siswa harus mengikuti ujian secara bergiliran.
“Karena belum semua sekolah memiliki sarana yang lengkap, maka pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran,” jelasnya.
Partisipasi Semua Siswa
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, pelaksanaan TKA kali ini diikuti oleh seluruh siswa tanpa pengecualian. Meski demikian, Bambang mengakui masih ada sejumlah sekolah dengan jumlah siswa kecil yang harus menyesuaikan tempat pelaksanaan.
“Semua peserta kita ikutkan. Untuk yang fasilitasnya terbatas, ada yang bergabung, tapi sebagian besar hanya bergiliran,” tambahnya.
Pengelolaan Jaringan Internet
Terkait kendala teknis, khususnya jaringan internet, Disdikbud Batang telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Evaluasi dilakukan setelah sempat terjadi gangguan saat pelaksanaan try out, yang disebut berasal dari pusat.
Kini, kondisi jaringan dinyatakan sudah stabil, termasuk di wilayah pelosok. Bahkan daerah pegunungan pun sudah terjangkau, baik menggunakan Telkomsel maupun Indosat.
“Kita sudah cek satu per satu, aman. Bahkan daerah pegunungan pun sudah terjangkau, baik menggunakan Telkomsel maupun Indosat,” tegas Bambang.
Skema Penilaian TKA
Hasil TKA nantinya akan menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan kelulusan siswa ke jenjang berikutnya. Skema penilaian menggabungkan nilai TKA sebesar 60 persen dan nilai rapor sebesar 40 persen.
Menurut Bambang, kebijakan ini diambil sebagai bentuk transisi agar siswa tidak kaget dengan sistem evaluasi yang menyerupai Ujian Nasional di masa lalu.
“Ini untuk mengukur keberhasilan pembelajaran siswa, sekaligus sebagai syarat ke jenjang berikutnya,” jelasnya.
Kejujuran dan Suasana Menyenangkan
Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Batang menekankan dua hal utama, yakni kejujuran dan kenyamanan siswa. Bambang mengingatkan seluruh pihak sekolah agar tidak membantu siswa dalam mengerjakan soal.
“Laksanakan TKA dengan jujur dan menyenangkan. Anak-anak harus mengerjakan sendiri, tanpa bantuan,” tegasnya.
Ia juga meminta para guru menciptakan suasana yang tidak menegangkan agar siswa tetap semangat dan percaya diri saat mengikuti ujian.
“Jangan sampai anak-anak terbebani. Justru harus dibuat senang agar mereka bisa mengerjakan dengan maksimal,” pungkasnya.
Harapan Pemerintah Kabupaten Batang
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Pemerintah Kabupaten Batang berharap pelaksanaan TKA tahun ini berjalan lancar dan mampu mencerminkan capaian belajar siswa secara objektif.





