5 Fakta Terkait Kematian Mahasiswa yang Ditemukan Tergantung di Kamar Kos
Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar kosnya, kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Berikut adalah lima fakta terkait peristiwa tersebut.
1. Kronologi Penemuan: Awal dari Firasat Sang Ayah
Peristiwa ini terungkap pada pukul 08.20 WIB. Ayah korban menghubungi pemilik kos, Mesi (25), untuk meminta bantuan mengecek kondisi anaknya karena tidak bisa dihubungi selama empat hari. Mesi kemudian mendatangi kamar korban yang berada di depan Ampera Rafli. Saat pintu kamar terkunci, ia menggunakan kunci cadangan untuk masuk.
Saat itu, aroma menyengat langsung menyeruak. Mesi terkejut melihat korban dalam posisi tergantung di pintu kamar mandi. Korban tergantung menggunakan tali tambang berwarna putih dan mengenakan baju berwarna hitam. Selain itu, ada carian di lantai dan cairan yang baunya menyengat tepat di bawah kaki korban.
2. Ditemukan Buku Wasiat Sampul Pink
Di tengah proses penyelidikan, pihak kepolisian menemukan buku tulis bersampul merah muda (pink) setebal 40 halaman. Buku tersebut disebut sebagai wasiat korban. Meski Mesi sempat melihat buku tersebut, ia tidak sempat membacanya. Menurut polisi, isi buku tersebut masih dalam penyelidikan.
Buku wasiat ini sempat tersebar di media sosial. Dalam catatan di dalamnya, korban menulis pesan bahwa siapa pun yang membaca buku ini harus membuka WhatsApp-nya karena ada pesan penting untuk keluarga.
3. Kesaksian Warga: Terakhir Terlihat Sepekan Lalu
Beberapa warga di sekitar lokasi kejadian memberikan kesaksian bahwa korban terakhir kali terlihat sekitar seminggu lalu. Rita Nengsih (47) mengatakan bahwa ia melihat korban membeli minuman di warung miliknya sekitar seminggu yang lalu. Setelah itu, korban tidak pernah lagi terlihat di sekitar kost maupun berbelanja di warungnya.
Febi Febrianti juga menyebut bahwa korban jarang terlihat dalam beberapa hari sebelum ditemukan meninggal. Ia melihat korban belanja gorengan sekitar seminggu lalu, namun setelah itu tidak pernah lagi melihatnya.
4. Bukan Warga Dharmasraya
Ada kabar yang beredar di media sosial bahwa korban berasal dari Kabupaten Dharmasraya. Namun informasi ini dibantah oleh keluarga dan kerabat dekat korban. Korban diketahui berasal dari Solok Selatan, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.
Salah seorang teman korban, Bima Adistia (21), mengaku awalnya terkejut dengan informasi tersebut. Namun setelah melihat foto dan video korban, ia memastikan bahwa korban bukan dari Dharmasraya, melainkan dari Solok Selatan.
5. Suasana Haru di RS Bhayangkara
Setelah jenazah korban ditemukan, keluarga korban datang ke RS Bhayangkara Padang. Pantauan menunjukkan suasana duka menyelimuti keluarga. Ayah, kakak, dan kerabat korban hadir untuk memberikan dukungan. Beberapa kerabat tampak berusaha menenangkan ayah dan kakak korban.
FDA dikenal sebagai sosok pendiam oleh teman-temannya. Bima Adistia menyebut bahwa korban biasa membantu orang tuanya berjualan di grosir. Informasi tentang kematian korban pertama kali ia dapatkan dari media sosial. Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit sambil menunggu pengurusan administrasi sebelum dibawa pulang ke kampung halaman.





