Perayaan Tahbisan 10 Imam Katolik di Katedral Manado
Pada hari Sabtu, 18 April 2026, Gereja Katolik di Manado kembali merayakan momen penting dalam kehidupan imannya. Uskup Manado, Mgr Estefanus Rolly Untu MSC, secara resmi menahbiskan sepuluh imam Katolik dalam sebuah perayaan yang penuh makna dan khidmat. Acara ini berlangsung di Gereja Hati Tersuci Maria Katedral Manado, yang terletak di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Titiwungen, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Perayaan Ekaristi tahbisan dimulai pukul 09.00 WITA dan menjadi pusat dari kehidupan iman umat Kristiani. Dalam tradisi Gereja Katolik, Ekaristi merupakan upacara utama yang menghadirkan Tubuh dan Darah Yesus Kristus melalui roti dan anggur yang telah dikonsekrasi. Prosesi ini tidak hanya menjadi simbol persekutuan antara umat dengan Tuhan, tetapi juga menjadi bentuk syukur atas misteri wafat dan kebangkitan Sang Juruselamat.
Ribuan umat hadir dalam acara tersebut, sehingga kapasitas gereja tidak cukup untuk menampung semua peserta. Akibatnya, banyak umat yang memadati area luar gereja dan mengikuti jalannya prosesi melalui layar proyektor yang disediakan. Ini menunjukkan betapa besar antusiasme umat terhadap momen spesial ini.
Bagi umat Katolik, tahbisan imam selalu menjadi momen yang penuh sukacita. Kali ini, perayaan terasa semakin istimewa, khususnya bagi warga Keroit, Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan. Pasalnya, dua putra daerah Keroit, yaitu Frater Michael Kewo dan Frater Jecklin Mononimbar, ikut serta dalam prosesi tahbisan sebagai imam. Hal ini membuat warga setempat sangat bersyukur dan merayakan dengan penuh sukacita.
Berikut adalah daftar 10 imam yang ditahbiskan oleh Uskup Manado:
- Pastor Frederic Leonardo Ze Pr (Paroki S. M. Bunda Penolong Abadi Beteleme, Sulteng).
- Pastor Marcelino Ronaldo Pr (Paroki Hati Kudus Yesus Tanawangko, Minahasa, Sulut).
- Pastor Michael Mefri Kewo Pr (Paroki Hati Kudus Yesus Keroit, Minsel, Sulut).
- Pastor Jecklin Carol Mononimbar Pr (Paroki Hati Kudus Yesus Keroit, Minsel, Sulut).
- Pastor Besto Dionesius Pasalin Pr (Paroki Santo Clemens Kolaka, Sulteng).
- Pastor Wandelinus Gleko Pr (Quasi Paroki Benedictus Abas Latundu, Sulteng).
- Pastor Christiano Mandagi Pr (Paroki SP Maria Ratu Rosari Sinisir, Minsel, Sulut).
- Pastor Jenner Bernardus Senduk MSC (Paroki Bunda Hati Kudus Woloan, Tomohon, Sulut).
- Pastor Yofalandus Lintong Tas MSC (Paroki St Thomas Modo Buol, Sulteng).
- Pastor Yohanes Jeng MSC (Paroki St Thomas Modo Buol, Sulteng).
Upacara pentahbisan dimulai dengan pengucapan janji setia para diakon kepada Allah, gereja, uskup, dan tarekat. Janji ini diucapkan di hadapan uskup sambil berlutut dan tangan terkatup di depan dada. Setelah itu, para diakon rebah telungkup menghadap lantai sebagai simbol penyerahan diri kepada Tuhan sekaligus pengakuan dosa.
Selanjutnya, satu persatu para diakon ini mendapatkan tumpangan tangan dan pemberkatan oleh uskup. Uskup kemudian membawakan doa tahbisan sebagai tanda bahwa para diakon resmi menjadi Imam Katolik. Setelah itu, mereka dipakaikan kasula dan didampingi oleh kedua orangtua atau keluarga.
Uskup juga mengurapi tangan masing-masing Imam dengan krisma suci, dilanjutkan dengan penyerahan piala dan patena. Prosesi tradisi di Keuskupan Manado dilanjutkan dengan para pastor baru diterima oleh Imam-imam senior. Para senior membentuk formasi melingkar dan satu demi satu, imam baru mendapatkan dekapan sebagai tanda penyambutan dan selamat datang di komunitas Imam Keuskupan Manado.
Uskup mengucapkan selamat kepada para imam yang baru ditahbiskan dan berharap mereka dapat menjalankan imamat dengan benar serta menjadi teladan. “Jalani cara hidup yang benar dan menjadi tekan kerja yang baik. Sehingga lewat pewartaaan, sabda injil bertumbuh di hati manusia dan tersebar luas di ujung bumi,” ujar uskup.
Lewat para imam ini, umat dibaptis dan dilayani gereja. “Supaya para pendosa didamaikan dan yang sakit dihibur,” tambah Monsinyur Rolly Untu.





