Peresmian Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Semarang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan revitalisasi satuan pendidikan yang menerima bantuan pada tahun 2025 di SMP Plus Al-Ittihad Poncol, Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Acara ini berlangsung pada Senin (13/4/2026) dan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Program revitalisasi ini menargetkan sebanyak 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang. Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah juga memberikan perangkat pembelajaran modern seperti interactive flat panel kepada sekolah-sekolah tersebut. Tujuannya adalah untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Harapan Menteri Pendidikan
Abdul Mu’ti menyampaikan harapannya bahwa bantuan ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk melanjutkan program revitalisasi pada tahun 2026.
“Kami juga insyaallah di 2026 akan melakukan revitalisasi lagi. Mudah-mudahan anggaran disetujui DPR dan lebih banyak lagi yang diperbaiki pada 2026,” ujarnya.
Menurut Mu’ti, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian serius pada sektor pendidikan. Salah satu bentuk dukungan lainnya adalah program makan gratis bagi siswa.
Peran Bupati Semarang
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyebutkan bahwa bantuan ini sangat penting untuk memperbaiki fasilitas pendidikan di Kabupaten Semarang. Ia menjelaskan bahwa pihaknya rencananya akan kembali mengusulkan revitalisasi sekolah-sekolah yang kondisinya perlu perbaikan pada tahun 2026.
“Kami sudah menyampaikan usulan untuk tahun 2026. Ini untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan nyaman sesuai dengan program-program asri yang dicanangkan Bapak Presiden,” katanya.
Penjelasan Plt Kepala Dinas Pendidikan
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Semarang, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa dari 45 sekolah yang menerima bantuan revitalisasi, 32 di antaranya merupakan TK, SD, dan SMP. Sisanya, 13 sekolah merupakan SMA/SMK.
Bantuan revitalisasi diberikan berdasarkan tingkat kerusakan sekolah yang masuk kategori sedang. Data diambil dari Dapodik dan melalui proses penilaian dari pusat. Untuk Kabupaten Semarang, total ada 32 sekolah penerima bantuan jenjang TK, SD, SMP dengan total anggaran sekitar Rp16,6 miliar. Sisanya adalah SMA/SMK.
Seluruh proses revitalisasi sudah selesai dilaksanakan. Pada 2026, pihaknya telah mengusulkan tambahan revitalisasi bagi 102 SD, 14 TK, dan 14 SMP. Usulan tersebut kini masih dalam proses dan diharapkan dapat kembali memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.
Tantangan dan Progres
Meski terdapat tantangan dalam pengajuan anggaran, pihak dinas tetap optimis bahwa kebijakan revitalisasi akan terus berlanjut. Program ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pengajaran dan pengalaman belajar siswa.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Kabupaten Semarang dapat menjadi tempat belajar yang lebih nyaman dan berkualitas. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas di seluruh Indonesia.





