Persebaya Kembali Gagal di Kandang, Tantangan untuk Masa Depan
Persebaya Surabaya kembali mengalami kekalahan di kandang sendiri meskipun tampil dominan secara statistik dalam pertandingan melawan Madura United. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat (17/4/2026) malam berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu.
Meski berhasil menguasai bola hingga 71 persen dan menciptakan 23 tembakan, Persebaya gagal memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. Pelatih Bernardo Tavares menyebut bahwa masalah utama adalah akurasi finishing yang kurang optimal. Ia juga menyoroti beberapa keputusan wasit yang dinilai kontroversial, termasuk insiden di kotak penalti terhadap Bruno Paraiba.
Dominasi Tanpa Akurasi
Secara statistik, Persebaya memang tampil sangat dominan. Mereka mencatatkan 10 kreasi peluang, jauh lebih banyak dibandingkan lima milik Madura United. Selain itu, Persebaya melepaskan 23 tendangan, enam di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Madura United hanya melepaskan lima tendangan, tiga di antaranya tepat sasaran.
Namun, keunggulan ini tidak berbuah kemenangan. Bernardo Tavares mengatakan bahwa timnya memiliki dinamika permainan yang bagus, tetapi kurang beruntung dalam situasi-situasi penting seperti tembakan yang diblok atau keluar lapangan.
Kekecewaan Pemain
Pemain Persebaya, Francisco Rivera, turut menyampaikan kekecewaannya atas kekalahan ini. Ia merasa tim sudah menjalankan instruksi dengan baik, tetapi gagal dalam penyelesaian akhir. Kekalahan ini memperpanjang rentetan hasil buruk Persebaya yang sebelumnya juga kalah dari Persija Jakarta.
Rivera mengatakan bahwa mereka mengontrol pertandingan dan mendapatkan sejumlah peluang, tetapi tidak bisa memanfaatkannya. “Kita tahu bahwa Madura hanya mencoba mendapatkan satu peluang setelah pertahanan,” ujarnya.
Strategi Madura United yang Efektif
Di sisi lain, pelatih Madura United, Rakhmat Basuki, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan timnya adalah kerja keras di lini pertahanan dan efektivitas transisi pemain. Strategi serangan balik yang digunakan oleh Madura United terbukti ampuh dalam mengatasi dominasi Persebaya.
Basuki menyatakan bahwa sepak bola adalah tentang pertahanan. “Kami harus kuat saat defense dan manfaatkan transisi dengan baik,” katanya. Ia juga memuji kerja keras para pemain, terutama dalam menjaga pertahanan yang solid.
Kemenangan Berarti bagi Madura United
Kemenangan ini menjadi modal positif bagi Madura United yang berhasil naik ke posisi 14 dengan koleksi 26 poin. Pemain Madura United, Pedro Monteiro, menyampaikan kebahagiaan atas keberhasilan tim mencuri poin penuh di markas lawan yang kuat.
Monteiro mengatakan bahwa pertandingan ini sulit karena bermain melawan tim yang sangat kuat di kandang. Namun, ia percaya bahwa semua pemain berjuang bersama hingga akhir dan berhasil meraih tiga poin.
Hasil ini menjadi bekal penting bagi Madura United menjelang laga kandang melawan Dewa United pada 25 April 2026 mendatang.





