Pemerintah Indonesia Pastikan Ibadah Haji 2026 Berjalan Lancar
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (RI) telah menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 akan tetap berlangsung sesuai rencana. Meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sedang mengalami dinamika yang cukup signifikan, pemerintah tetap memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama.
Direktur Pengelolaan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada peringatan khusus dari otoritas Arab Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi di Arab Saudi masih dinilai aman untuk pelaksanaan ibadah tersebut. Namun, langkah mitigasi tetap dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengarahkan penerbangan jemaah untuk menghindari wilayah yang berpotensi konflik. Penyesuaian rute ini dilakukan demi menjaga keamanan perjalanan udara para jemaah. “Belum ada warning khusus, tetapi disarankan untuk penerbangan menghindari wilayah konflik,” kata Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Selain itu, Kemlu juga terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Kerja sama ini dilakukan dengan Kementerian Haji dan Umrah serta otoritas lain guna mengantisipasi kemungkinan kendala selama penyelenggaraan haji. “Kami selalu berkoordinasi. Kalau ada kendala terkait haji, koordinasi dengan kami juga berjalan baik,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah turut memperkuat layanan melalui kehadiran kantor urusan haji di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, sehingga perlindungan dan pelayanan bagi jemaah Indonesia dapat diberikan secara lebih optimal.
Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji 2026
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan bahwa operasional penyelenggaraan ibadah haji akan dimulai pada 21 April 2026. Pada tanggal tersebut para jemaah mulai masuk asrama haji untuk kemudian berangkat ke tanah suci.
“Keberangkatan diharapkan tanggal 22 April sampai dengan kloter terakhir 21 Mei,” kata Gus Irfan di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, (15/4/2026).
Menurut Gus Irfan terdapat empat bandara yang masuk kategori fast track untuk keberangkatan jemaah haji tahun ini. Empat bandara tersebut yakni Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar. Di seluruh bandara tersebut pemeriksaan imigrasi Saudi dilaksanakan di Indonesia.
“Sehingga begitu tiba di Saudi jamaah itu bisa langsung keluar bandara, langsung menuju bisnya masing-masing tanpa pemeriksaan lagi di bandara,” katanya.
Pada keberangkatan jemaah haji kali ini pemerintah menyiapkan 16 embarkasi. Pada tahun ini pemerintah menambah dua embarkasi untuk keberangkatan jemaah yakni embarkasi Yogyakarta dan Cipondoh (Tangerang). Gus Irfan mengatakan untuk Yogyakarta, pihaknya tidak menggunakan asrama haji yang merupakan persiapan terakhir bagi jemaah. Pemerintah memilih menggunakan hotel yang dekat dengan bandara untuk persiapan para jemaah.

“Ini pilot project kita bagaimana kita berupaya mencoba menggunakan pembentukan embarkasi tanpa memiliki asrama haji. Sudah berproses karena sudah beberapa kali kita simulasikan,” katanya.
Menurut Gus Irfan, puncak haji diperkirakan tanggal 25 sampai dengan 26 Mei. Kemudian operasional pemulangan haji dimulai tanggal 1 Juni hingga berakhir pada 1 Juli 2026.





