Video Perundungan Siswa SMP di Tuban Viral dan Menarik Perhatian Publik
Video yang diduga menunjukkan tindakan perundungan terhadap seorang siswa SMP di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), telah viral di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Kejadian ini melibatkan dua siswa kelas IX terhadap seorang siswa kelas VII, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan lingkungan sekolah.
Penyelidikan oleh Polisi
Kepala Seksi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Dalam video berdurasi 17 detik, terlihat seorang siswa menggunakan seragam pramuka dan peci menendang tubuh siswa lainnya hingga kepala. Iptu Siswanto menjelaskan bahwa Unit PPA Satreskrim Polres Tuban telah melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Selain itu, pihak kepolisian juga langsung mengunjungi rumah korban dan berkoordinasi dengan kepala desa serta kepala sekolah.
Detail Peristiwa
- Durasi Video: 17 detik
- Lokasi: SMP di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban
- Pelaku: Dua siswa kelas IX dengan inisial MA dan MY
- Korban: Seorang siswa kelas VII dengan inisial DE
- Penanganan: Kasus sedang ditangani oleh polisi dan Dinas Pendidikan
Konten Edukasi yang Tidak Tersampaikan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa video tersebut dibuat sebagai konten edukasi bertema stop bullying. Namun, pesan yang ingin disampaikan tidak tersampaikan secara jelas karena kurangnya profesionalisme dalam pembuatan konten.
“Mereka ingin membuat konten stop bullying, tetapi karena belum profesional, tulisan tidak disertakan. Kami sudah memberikan pembinaan kepada anak-anak agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” ujar Irma.
Adanya Kasus Perundungan Sebelumnya
Irma mengakui bahwa sebelumnya terdapat dua kejadian perundungan yang diketahui oleh Dinas Pendidikan. Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah, orang tua, dan siswa terkait. “Kasus tersebut sudah kami tangani hari ini. Tim Dinas Pendidikan bergerak cepat ke lokasi, bertemu dengan pihak sekolah, orang tua, dan siswa terkait,” tambahnya.
Pembinaan dan Pemantauan
Dinas Pendidikan memastikan bahwa langkah pembinaan telah dilakukan terhadap siswa pelaku, pihak sekolah, serta orang tua. Selain itu, solusi juga diberikan agar korban tetap dapat bersekolah dengan nyaman.
“Pembinaan dilakukan terutama terhadap siswa pelaku, termasuk kepada pihak sekolah dan orang tua murid. Permasalahan tertangani dengan baik, namun kami tetap melakukan pemantauan,” lanjut Irma. Ia menyebut bahwa kondisi korban saat ini telah membaik.
“Kondisi korban sudah membaik. Kejadian ini tetap kami pantau agar tidak terulang, terutama melalui pihak sekolah untuk memastikan lingkungan sekolah aman dan nyaman kembali,” pungkasnya.
Kedua Pihak Saling Memaafkan
Dinas Pendidikan juga menyebut bahwa kedua belah pihak, baik siswa maupun orang tua, telah menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.





