Penyelidikan Kasus Asusila Tukang Bakso Mas Sutarno
Polres Tasikmalaya Kota saat ini sedang mendalami dugaan kasus asusila yang melibatkan tukang bakso bernama Mas Sutarno. Rencana pihak kepolisian adalah menghadirkan saksi ahli untuk memperkuat berkas perkara, karena keterangan dari korban belum sepenuhnya kuat dalam menunjukkan adanya tindakan asusila.
Menurut keterangan korban inisial E (23), tukang bakso Mas Sutarno sempat mencolek bagian sensitif di celah papan pada saat hendak salat magrib. Namun, keterangan terduga pelaku Sutarno (48) membantah atas tuduhan tersebut. Polisi telah melakukan olah TKP dan rekon lidik untuk memastikan dugaan asusila tersebut.
Meskipun demikian, hingga saat ini kepolisian masih belum bisa membeberkan hasil penyelidikan dan tetap melakukan pendalaman dari keterangan saksi kedua belah pihak. Pada Rabu (29/4/2026), Sutarno dipanggil kembali untuk dimintai keterangan seputar kasus yang dituduhkan terkait laporan asusila.
“Memang terlapor sudah dipanggil lagi pada Rabu (29/4), tapi untuk perkara yang kasus dugaan pencabulan masih melakukan pendalaman apakah ada atau tidak tindak pidana dan nanti diinfokan updatenya,” ucap Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra dikonfirmasi Infomalangraya.net, Minggu (3/5/2026).
Selain itu, AKP Herman menegaskan pihaknya berencana menghadirkan saksi ahli sebagai bahan keterangan tambahan terhadap kasus ini. “Memang belum final, dan masih pendalaman, kalau perlu kita hadirkan saksi ahli nanti,” kata AKP Herman.
Ia juga berencana memanggil kedua pihak, untuk pendalaman keterangan. Karena saat ini dua keduanya membawa versi berbeda. “Yang pasti kalau dimungkinkan keterangan pendalaman pasti kami panggil lagi untuk keduanya, baik terlapor maupun korban,” katanya.
Dalam kasus dugaan asusila ini, polisi telah melaksanakan rekonstruksi sidik sebagai tahap awal yang nanti menjadi bahan pengembangan kasus. “Kalau sudah dianggap cukup, mungkin kita gelar nanti,” tegasnya.
Ditanyai jumlah pemeriksaan saksi dalam kasus asusila tukang bakso ini, ia mengungkapkan sudah diperiksa beberapa orang tapi masih didalami dulu. “Kurang lebih lima orang, tapi detailnya nanti kita update lagi siap saja yang diperiksa,” kata AKP Herman.
Peristiwa Penculikan dan Penganiayaan
Sebelumnya, Seorang tukang bakso bersama keponakannya diduga jadi korban penculikan sekelompok orang tak dikenal di ruko tempat jualannya, Jalan Raya Cieunteung, tepatnya di Kampung Sawah Lempay, Cilembang, Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (19/4/2026) malam.
Identitas korban yakni Sutarno (48) dan ponakannya Fajar Kristianto (36) dibawa kabur sekelompok orang usai terlibat kesalahpahaman dengan pembeli yang belum diketahui identitasnya. Kejadian terjadi sekira pukul 18.00 WIB, awalnya korban kedatangan pembeli dua orang menggunakan sepeda motor.
Pada saat membuatkan pesanan, korban sempat bersenggolan dengan pembeli hingga terjadi cekcok. Setelah cekcok, kedua pembeli tersebut pulang tapi kembali balik lagi pada pukul 19.00 WIB dengan membawa rekan lain berjumlah empat orang.
Namun, selepas Isya sekitar pukul 19.00 WIB suasana berubah drastis. Empat sepeda motor datang membawa sekelompok remaja lain. Bukan untuk makan bakso, melainkan membawa emosi yang tampaknya sudah dipupuk sejak Magrib.
Tanpa banyak bicara, mereka langsung menyerang Sutarno. Korban dipukul, di jedotkan ke gerobak, bahkan ditendang berulang kali. Aksi itu terjadi di depan kedua anaknya yang masih berusia 16 dan 10 tahun yang seharusnya belum perlu menyaksikan kekerasan tersebut.
Belum cukup sampai di situ. Dalam kondisi lemah, Sutarno justru dibawa paksa oleh para pelaku. Keponakannya yang berusia sekitar 25 tahun juga ikut diseret.
Usai kejadian, warga pun berkumpul di lokasi untuk melihat dan memastikan terkait peristiwa tersebut. “Katanya kesenggol, mungkin tidak sengaja. Tapi tidak terima. Yang laki-lakinya marah,” ungkap istri korban, Winarti dikonfirmasi Infomalangraya.net,
Winarti mengungkapkan, kejadian sangat cepat karena sekelompok orang langsung membawa suaminya tanpa basa basi. “Yang dibawa suami saya sama ponakan menggunakan motor, bahkan ada warga melerai, tapi langsung dibawa ga bisa diberhentikan,” jelasnya.
Ia mengaku, saat kejadian dirinya tengah berada di lantai dua dan langsung melihat insiden yang menimpa suaminya. “Saya posisi di lantai dua, pas kebawah sudah ramai dan masih ada tapi liat dibawa ke motor suami sama ponakan saya,” katanya.
Sampai saat ini pihak kepolisian masih mencari keberadaan korban dan mengumpulkan keterangan dari saksi di tempat kejadian perkara. Dalam perkembangannya, kasus ini pecah jadi dua kasus, karena masing-masing pihak, baik korban dan pelaku, sama-sama melapor ke Polres Tasikmalaya Kota.
Sutarno dan keponakannya melaporkan atas kasus penculikan dan penganiayaan yang menimpa mereka. Atas kasus ini, 4 orang pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara E, melaporkan kasus pelecehan yang dilakukan Sutarno terhadap dirinya dan kasus masih dalam pendalaman.





