Berita Terpopuler Kalimantan Barat: Data Ketenagakerjaan dan Prestasi Daerah
Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menjadi sorotan dengan berbagai informasi penting yang muncul dalam dua hari terakhir. Berikut adalah enam berita terpopuler yang menarik perhatian masyarakat.
1. Peningkatan Angkatan Kerja dan Kenaikan Tingkat Pengangguran di Kalbar
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat merilis data ketenagakerjaan periode Februari 2026, yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah angkatan kerja, disertai kenaikan tipis tingkat pengangguran.
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin, menyampaikan bahwa jumlah penduduk usia kerja terus bertambah. Penduduk usia kerja mencapai 4,37 juta orang, meningkat sekitar 64,66 ribu orang. Sementara angkatan kerja berjumlah 3,04 juta orang, naik 131,64 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2,91 juta orang tercatat bekerja meningkat 115,84 ribu orang. Sementara jumlah pengangguran mencapai 139,17 ribu orang.
2. Gubernur Ria Norsan Bawa Kalbar Raih Dua Penghargaan Bergengsi dari Kemendagri
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional Kalimantan. Kalbar berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dari Kementerian Dalam Negeri, yakni Terbaik I Provinsi dalam kategori Entrepreneur Government melalui Creative Financing 2026, serta Terbaik I Pengendalian Inflasi Daerah se-Kalimantan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam ajang Awarding Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan 2026 yang digelar di Platinum Hotel Balikpapan, Selasa, 5 Mei 2026.

3. Pelaku Pencurian Dibekuk Satreskrim Polres Sekadau
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sekadau berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah Kecamatan Sekadau Hilir. Seorang pelaku berinisial M (38) diamankan pada Senin, 4 Mei 2026, setelah melalui serangkaian penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono mengatakan, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari sejumlah laporan dugaan pencurian di wilayah hukum Polres Sekadau. Pelaku diamankan di salah satu penginapan di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir.

4. Fakta Baru Kasus Anak di Kayong Utara, Dugaan Perselingkuhan Ibu Jadi Pemicu Tekanan Mental
Seorang anak di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat diduga mendapat kekerasan psikis. Dugaan kekerasan psikis itu disebut karena konflik rumah tangga orang tuanya. Kasus ini dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kayong Utara pada Senin 4 Mei 2026.
Korban saat itu datang bersama ayah kandungnya didampingi keluarga, untuk mengadukan kondisi psikologis anak yang dinilai terdampak situasi dalam keluarga. Ketua KPAD Kayong Utara, Muhammad Saupi, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah awal berupa asesmen bersama pekerja sosial guna menggali informasi dan memastikan kondisi korban.

5. Cerita Haru Hafiz Muda di MTQ Pontianak Tenggara, Hafalan 5 Juz dalam 3 Bulan Sambil Sekolah
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2026 tingkat kecamatan di Kota Pontianak menyisakan kisah haru dari salah satu peserta yang tengah menapaki jalan sebagai penghafal Al-Qur’an. Kisah haru itu datang dari Dimi Tree Gharin (16), peserta kategori tahfiz 5 juz ma’atilawah.
Remaja yang masih duduk di kelas 2 ini mengaku sempat mengalami kendala saat tampil. “Tadi sempat kaget, nadanya sempat lari, terus ada lidah kepeleset sedikit salah baca ayat. Tapi alhamdulillah masih bisa lanjut sampai selesai,” ujarnya.

6. Fakta Mengejutkan Penangkapan Bos Emas Ilegal Kapuas Hulu, Polisi Amankan Barang Bukti 251 Gram
Bos penampung emas tanpa izin usaha pertambangan resmi di Putussibau, Kapuas Hulu ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kapuas Hulu pada Selasa 21 April 2026 lalu. Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP Sihar Binardi Siagian menyampaikan, penangkapan ini adalah dalam rangka perintah dari Polda Kalbar, terhadap aktifitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kalbar.
Dasar itulah kami melakukan penindakan, dan ada informasi dari masyarakat terkait dugaan adanya transaksi emas ilegal, di wilayah Jalan Diponegoro, Kecamatan Putussibau Utara. Bos penampung PETI itu berinisial HT (58). Ia merupakan warga Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan, Kapuas Hulu.






