Doa Saat Memasuki Masjidil Haram
Masjidil Haram merupakan destinasi paling mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap langkah menuju kawasan suci ini dianjurkan diawali dengan doa sebagai bentuk penghormatan, ungkapan syukur, serta harapan agar ibadah yang dijalankan mendapat keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.
Doa masuk Masjidil Haram biasa dilafalkan saat jemaah hendak memasuki area masjid, baik dalam rangka menjalankan salat, ibadah umrah, maupun menunaikan haji. Amalan ini juga menjadi bagian dari adab ketika memasuki rumah Allah.
Berdasarkan Buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama, berikut bacaan doa saat memasuki Masjidil Haram:
Doa Masuk Masjidil Haram
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَالسَّلَامِ تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ. اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَمَغْفِرَتِكَ وَأَدْخِلْنِيْ فِيْهَا. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللهِ
Artinya:
“Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan dan dari-Mu pula keselamatan berasal. Anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang penuh keselamatan dan masukkanlah kami ke surga, negeri penuh kedamaian. Mahaberkah dan Mahatinggi Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan. Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu rahmat serta ampunan-Mu dan masukkanlah aku ke dalamnya. Dengan nama Allah, segala puji bagi Allah, semoga salawat dan salam tercurah kepada Rasulullah.”
Layanan Mobilitas untuk Jemaah di Masjidil Haram
Demi menunjang kenyamanan para jemaah saat beribadah di Masjidil Haram, Pemerintah Arab Saudi menyediakan sejumlah fasilitas mobilitas bagi pengunjung, khususnya lansia, penyandang disabilitas, maupun jemaah yang mengalami gangguan kesehatan. Fasilitas tersebut meliputi layanan dorong kursi roda hingga penyewaan golf car yang dapat digunakan untuk membantu aktivitas jemaah di area masjid yang sangat luas.
Kasi PKPPJH serta Lansia-Disabilitas PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, Ridwan Siswanto menjelaskan bahwa layanan di dalam area Masjidil Haram berbeda dengan sistem bantuan yang menggunakan kartu kendali dari petugas haji. Menurutnya, layanan tersebut diperuntukkan bagi jemaah yang mendadak kelelahan ketika sedang beribadah, termasuk yang mengalami nyeri lutut atau kesulitan berjalan akibat sakit kaki.
Ia menyebut jasa dorong kursi roda di area sa’i maupun lantai dua Masjidil Haram umumnya merupakan layanan resmi yang berada di bawah pengawasan aparat keamanan setempat sehingga relatif aman dimanfaatkan jemaah. Jemaah tidak perlu melalui koordinasi dengan petugas haji untuk menggunakan layanan tersebut. Mereka cukup langsung berkomunikasi dan menyepakati tarif dengan penyedia jasa di lokasi.
Selain kursi roda, tersedia pula layanan golf car yang beroperasi di jalur khusus area rooftop Masjidil Haram. Tiket kendaraan ini bisa dibeli secara tunai maupun melalui aplikasi pembayaran yang disediakan. Ridwan menjelaskan satu unit golf car biasanya dapat menampung hingga empat orang termasuk pengemudi. Namun biaya penggunaan tetap dihitung berdasarkan jumlah penumpang, bukan per kendaraan.
“Ini bukan dihitung per mobil, tetapi per orang. Jadi walaupun satu kendaraan dapat diisi empat jemaah, tarif tetap dikenakan kepada masing-masing penumpang,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa biaya layanan mobilitas di Masjidil Haram dapat berubah sewaktu-waktu dan cenderung mengalami kenaikan menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. Menurutnya, semakin dekat dengan masa puncak haji, tarif jasa dorong maupun golf car biasanya meningkat dan ruang negosiasi harga menjadi lebih terbatas.
Berikut tarif sewa mobil golf serta jasa dorong kursi roda untuk tawaf dan sa’i di dalam Masjidil Haram:
- Tarif Jasa Pendorong Sewa Kursi Roda
- Full Umrah: 200 SAR (Rp 926.600)
- Tawaf: 125 SAR (Rp 579.125)
-
Sa’i: 75 SAR (Rp 347.475)
-
Tarif Jasa Pendorong Sewa Mobil Golf
- Full Umrah: 200 SAR (Rp 926.600)
- Tawaf: 100 SAR (Rp 463.300)
- Sa’i: 100 SAR (Rp 463.300)





