Arti “Ash-Shaumu Junnatun” dan Keutamaan Puasa dalam Islam
Kata “Ash-Shaumu Junnatun” adalah hadits yang berasal dari Nabi Muhammad SAW tentang keistimewaan puasa. Maknanya adalah “Puasa adalah Benteng”. Kata “junnah” (جُنَّةٌ) dalam bahasa Arab berarti tameng, benteng, atau perisai yang digunakan untuk melindungi seseorang dari serangan musuh.
Hadits Tentang Puasa sebagai Benteng
Tulisan Arab:
الصَّوْمُ جُنَّةٌ
Latin:
Ash-Shaumu Junnatun
Artinya:
“Puasa adalah benteng (perisai).” (HR. Tirmidzi)
Terdapat hadits serupa dengan redaksi berbeda, dalam riwayat lain disebutkan:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ كَجُنَّةِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْقِتَالِ
Ash-shiyaamu junnatun minan naari kajunnati ahadikum minal qitaal.
Artinya:
“Puasa adalah perisai dari api neraka sebagaimana perisai salah seorang di antara kalian dalam peperangan.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Maksud Puasa Disebut Benteng
Puasa menjadi benteng dalam beberapa aspek kehidupan seorang muslim, yaitu:
-
Benteng dari Hawa Nafsu
Ketika berpuasa, seseorang dilatih menahan lapar, dahaga, amarah, serta berbagai dorongan hawa nafsu. Puasa mengajarkan pengendalian diri sehingga seseorang lebih mudah menjauhi maksiat dan perbuatan yang dilarang Allah SWT. -
Benteng dari Perbuatan Dosa
Orang yang berpuasa diperintahkan menjaga lisan, mata, telinga, dan seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan yang tidak bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda:
فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
Artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak.” (HR. Bukhari dan Muslim) -
Benteng dari Siksa Neraka
Puasa yang dilakukan dengan ikhlas menjadi sebab seseorang dijauhkan dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
Artinya:
“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tujuan Puasa Menurut Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah Ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush shiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la’allakum tattaquun.
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT.
Keutamaan Lain dari Puasa
-
Puasa Memiliki Pahala yang Istimewa
Dalam hadits qudsi Allah SWT berfirman:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَamَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Artinya:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) -
Orang Berpuasa Memiliki Pintu Surga Khusus
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ
Artinya:
“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim) -
Puasa Menjadi Jalan Mendapatkan Ampunan
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Benteng yang Harus Dijaga
Hadirin yang dirahmati Allah, benteng hanya akan berfungsi apabila dijaga dengan baik. Demikian pula puasa. Jika seseorang berpuasa tetapi masih gemar berdusta, menggunjing, memfitnah, menyakiti orang lain, atau melakukan maksiat, maka benteng tersebut menjadi rapuh. Karena itu para ulama mengatakan bahwa hakikat puasa adalah menahan seluruh anggota tubuh dari perkara yang tidak diridhai Allah SWT, bukan hanya menahan lapar dan haus semata.
Hadits “Ash-Shaumu Junnatun” (Puasa adalah benteng) mengandung pesan yang sangat dalam. Puasa menjadi benteng yang melindungi seorang muslim dari hawa nafsu, perbuatan dosa, dan siksa neraka. Melalui puasa, seorang hamba belajar mengendalikan diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, baik puasa wajib maupun puasa sunnah hendaknya dijalankan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Semoga puasa yang kita lakukan menjadi benteng yang kokoh dalam menjaga iman, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjadi jalan menuju surga-Nya. Aamiin.
Macam-Macam Puasa Sunnah di Luar Ramadhan
-
Puasa Senin dan Kamis
Puasa yang paling sering dilakukan Rasulullah SAW.
Hadits:
تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya:
“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka ketika amalku diperlihatkan dalam keadaan aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi) -
Puasa Ayyamul Bidh
Dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Hadits:
صِيَامُ ثَلَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Artinya:
“Puasa tiga hari setiap bulan sama seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari dan Muslim) -
Puasa Enam Hari Bulan Syawal
Dilaksanakan setelah Idul Fitri.
Hadits:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan lalu diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim) -
Puasa Arafah
Dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi yang tidak sedang berhaji.
Hadits:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ
Artinya:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim) -
Puasa Asyura
Dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
Hadits:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya:
“Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim) -
Puasa Tasu’a
Dilaksanakan tanggal 9 Muharram, sehari sebelum Asyura.
Hadits:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Artinya:
“Jika aku masih hidup tahun depan, aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim) -
Puasa Daud
Puasa selang-seling, sehari puasa dan sehari tidak.
Hadits:
أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ
Artinya:
“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud.” (HR. Bukhari dan Muslim) -
Puasa di Bulan Sya’ban
Rasulullah SAW memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban.
Aisyah RA berkata:
وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa lebih banyak dalam suatu bulan selain bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim) -
Puasa pada Bulan Muharram
Hadits:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya:
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim) -
Puasa pada Bulan-Bulan Haram
Bulan haram terdiri dari:- Dzulqa’dah
- Dzulhijjah
- Muharram
- Rajab




