Bacaan Injil Katolik Hari Ini: Hari Biasa Pekan XII Tahun A
Pada hari ini, yaitu Kamis 25 Juni 2026, umat Katolik menghadapi Hari Biasa Pekan XII Tahun A dengan warna liturgi hijau. Bacaan-bacaan yang dibacakan dalam perayaan ini mencakup berbagai kitab suci yang memberikan pesan-pesan penting untuk dipertimbangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bacaan Pertama
Bacaan pertama diambil dari Kitab 2 Raja-Raja 24:8-17. Dalam bacaan ini, kita diberitahu tentang raja Yoyakhin yang memerintah Yerusalem selama tiga bulan. Ia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, seperti yang dilakukan ayahnya. Pada masa pemerintahannya, raja Babel, Nebukadnezar, menyerang Yerusalem dan mengepung kota tersebut. Yoyakhin keluar menemui raja Babel bersama keluarganya dan para pegawai istana. Ia ditangkap dan dibawa ke Babel. Seluruh barang perbendaharaan rumah Tuhan dirampas, serta banyak penduduk Yerusalem dibawa sebagai tawanan. Akhirnya, Matya, pamannya, diangkat menjadi raja dengan nama Zedekia.
Mazmur Tanggapan
Mazmur yang dibacakan adalah Mazmur 79:1-5, 8-9. Mazmur ini menyampaikan doa untuk menghibur bangsa Israel yang teraniaya. Para penulis mohon kepada Tuhan agar tidak menghitung kesalahan nenek moyang mereka dan memberikan belas kasihan. Mereka juga memohon agar Tuhan menyelamatkan mereka demi kemuliaan nama-Nya.
Bait Pengantar Injil
Bait pengantar injil berisi doa yang mengandung kata-kata “Alleluya” yang merupakan ekspresi sukacita atas kebangkitan Yesus Kristus.
Bacaan Injil
Bacaan Injil hari ini diambil dari Injil Santo Matius 7:21-29. Dalam bacaan ini, Yesus berkata bahwa bukan semua orang yang memanggil-Nya Tuhan akan masuk ke Kerajaan Surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa di surga. Ia juga menegaskan bahwa banyak orang akan berkata bahwa mereka bernubuat, mengusir setan, dan melakukan mukjizat demi nama-Nya, tetapi pada akhirnya Yesus akan berkata bahwa Dia tidak mengenal mereka.
Yesus menjelaskan bahwa orang yang mendengarkan perkataan-Nya dan melakukannya adalah seperti orang bijaksana yang membangun rumah di atas batu. Sedangkan orang yang hanya mendengar tetapi tidak melakukannya adalah seperti orang bodoh yang membangun rumah di atas pasir. Ketika badai datang, rumah itu akan rubuh.
Renungan Harian Katolik
Renungan hari ini mengajak kita untuk membangun hidup di atas fondasi yang kuat, yaitu firman Tuhan. Seperti yang disampaikan Yesus, kepercayaan kita tidak cukup hanya dengan mendengarkan, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan. Jika kita hanya mendengar firman Tuhan tanpa melakukannya, hidup kita akan rapuh dan mudah hancur ketika menghadapi tantangan.
Kisah Raja Yoyakhin mengingatkan kita bahwa kesetiaan pada firman Tuhan adalah fondasi penting dalam hidup. Kehancuran dan pembuangan yang dialaminya disebabkan oleh dosa dan pemberontakannya terhadap Allah. Dengan demikian, mari kita belajar untuk menjadi orang-orang bijaksana yang membangun hidup di atas dasar iman yang kukuh, yaitu Kristus dan firman-Nya.
Doa
Tuhan Yesus Kristus, ajarilah kami untuk menjadi orang-orang bijaksana yang membangun hidup di atas dasar iman yang kukuh, yakni firman-Mu. Amin.





