Liburan Akhir Pekan di Puncak, Kebiasaan yang Tidak Bisa Dihindari
Puncak, Kabupaten Bogor, selalu menjadi destinasi favorit bagi warga Jakarta dan sekitarnya saat libur akhir pekan. Terutama saat libur sekolah, jumlah pengunjung meningkat drastis. Mereka datang untuk menikmati alam yang segar, mencari udara bersih, serta memberikan pengalaman edukasi pada anak-anak.
Banyak warga rela menghadapi kemacetan yang terjadi setiap akhir pekan. Meski jalan raya sering macet, tetapi bagi sebagian orang, ini adalah hal yang lumrah. Alasannya sederhana: tidak ada pilihan lain selain Puncak untuk berwisata ke alam. Subang dan Anyer terlalu jauh, sedangkan Kepulauan Seribu membutuhkan antrean kapal.
Jarak Jakarta-Bogor yang relatif dekat juga membuat transportasi umum seperti kereta listrik dan TransJakarta Bogor-Blok M menjadi pilihan yang cukup memadai. Namun, banyak warga yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan minibus. Konvoi komunitas motor juga menjadi pemandangan biasa di Jalan Raya Bogor setiap akhir pekan.
Libur sekolah yang serentak memperparah kemacetan di kawasan Puncak. Meskipun kepolisian telah menerapkan sistem one way, kemacetan di Tol Jagorawi arah Jakarta semakin parah saat wisatawan pulang.
Terjebak Berjam-Jam di Tol Jagorawi
Prasetyo, anggota komunitas family camping PPC (Penunggu Pohon Cherry), mengalami perjalanan panjang sekitar 5 jam dari Cijeruk-Bekasi Utara usai berkemah bareng keluarganya. Padahal, ia biasanya hanya butuh waktu 2 jam dari lokasi yang sama.
“Istri saya harus nahan buang air besar pas kena macet,” ujar ayah tiga anak itu.
Kemacetan yang dialami Prasetyo di Tol Jagorawi semalam tak seperti biasanya. Kendaraan benar-benar tak bisa bergerak. Khususnya jelang Rest Area KM 38 B dan Rest Area KM 21 B. Kendaraan mulai terurai mendekati arah Cibubur.
“Awalnya saya penasaran kenapa ada momen stuck gak gerak sama sekali? Padahal biasanya gerak-gerak dikit minimal. Tapi yang gak habis pikir kenapa macet di situ selalu terjadi, tapi gak ada solusi,” ujar pria yang akrab disapa Tyo.
Senasib dengan Prasetyo, Nana, warga Kota Tangerang, Banten, juga harus mengalami perjalanan lebih lama. Hampir enam jam perjalanan dari Cijeruk, Bogor, ke Tangerang akibat terjebak kemacetan di Tol Jagorawi. Padahal biasanya dia butuh waktu 1,5 jam melewati Tol Cinere.
“Saat itu kata Dimas (anggota PPC) kan udah terurai macetnya, jadi kita pilih turun. Ternyata makin parah macetnya, ketemu yang dari Puncak,” ujarnya.
Dimas yang begadang semalam saat camping juga terpaksa bergantian menyetir dengan istrinya. Warga Bekasi Utara itu menyebut ada bus TNI mogok hingga rombongan kendaraan lain ikut berhenti.
“Bus TNI mogok. Jadi rombongan ikut berhenti beberapa bus sama tronton,” ujar pengusaha bus itu.
IDN Times sendiri biasanya menempuh perjalanan sekitar satu jam dari kawasan Puncak ke Cibubur, tapi kemarin menempuh selama empat jam, akibat kemacetan di Tol Jagorawi.
Sementara, dari pantauan kami, banyak penumpang turun dari mobil, karena kendaraan benar-benar berhenti. Sebagian pengemudi juga mematikan AC mobil, khawatir kehabisan bahan bakar.
Bersyukurnya, anak-anak kami sudah lelah bermain selama camping, jadi mereka terlelap sepanjang kemacetan. Alhasil, drama-drama kecil di perjalanan sedikit berkurang. Cuma dengkul pegal, karena kaki harus bolak balik injak kopling.
Bagi komunitas PPC, memang tidak banyak pilihan. Camping saat liburan sekolah terdekat dari Jakarta, ya di kawasan Puncak dan sekitarnya. Sesekali memang mereka camping ke daerah yang jauh seperti Pulau Seribu, Anyer, Subang, hingga Bandung. Tak ada kapoknya camping di kawasan Puncak, meski harus bermacet-macetan!
Volume Kendaraan Arah Puncak Meningkat 11 Persen

Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, memang mengalami peningkatan signifikan pada momen libur sekolah, Minggu (5/7/2026). Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor, puluhan ribu kendaraan memadati jalur lintas Jakarta-Cianjur tersebut hingga sore hari.
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, mengonfirmasi lonjakan volume kendaraan tersebut berdasarkan rilis data yang dihimpun hingga pukul 15.00 WIB.
“Total kendaraan yang telah melewati GT Ciawi tercatat sebanyak 51.944 unit. Angka ini meningkat 3.013 unit atau 6,16 persen dibanding hari sebelumnya, Sabtu (4 Juli 2026),” terang Iptu Afif saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).
Afif memaparkan, kendaraan yang melintas dari arah Jakarta melalui Gerbang Tol Ciawi menuju Puncak menunjukkan tren lonjakan dibandingkan hari sebelumnya.
“Sampai dengan pukul 15.00 WIB, sebanyak 32.951 unit kendaraan melintas dari arah Jakarta melewati GT Ciawi ke arah Puncak. Ini meningkat sebesar 3.294 unit atau 11,11 persen dibandingkan hari Sabtu,” jelasnya.
Sebaliknya, Afif mengungkapkan, kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta justru mengalami penurunan tipis, yakni sebanyak 18.993 unit, menurun sebesar 287 unit atau 1,49 persen dibanding hari kemarin.
Polisi Terapkan One Way Arah Jakarta Sejak Tengah Hari

Guna mengurai kepadatan lalu lintas, terutama arus balik wisatawan yang hendak kembali menuju Jakarta, Satlantas Polres Bogor telah menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way). Rekayasa ini diberlakukan untuk memprioritaskan kendaraan yang turun dari arah Puncak menuju Jakarta.
“Saat ini diterapkan one way dari Puncak menuju ke Jakarta sejak pukul 12.00 WIB,” tambah dia.
Menghadapi tingginya kepadatan arus lalu lintas, Afif mengimbau para pengguna jalan untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kepolisian mengingatkan pentingnya kesiapan fisik pengendara maupun kondisi kendaraan, mengingat jalur Puncak yang memiliki karakteristik tanjakan dan turunan curam.
“Bagi pengendara diimbau mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam berkendara, ikuti arahan petugas di lapangan, dan pastikan kendaraan dalam keadaan prima,” pungkasnya.





