Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK, Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis (20/8/2026). Operasi senyap ini menangkap sejumlah pejabat penting di kampus tersebut, termasuk Rektor Unsoed, Prof Akhmad Sodiq. Selain rektor, dua Wakil Rektor Unsoed juga turut diciduk, yaitu Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Norman Arie Prayogo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa OTT ini terkait dengan dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru. Menurutnya, lembaga antirasuah menemukan adanya penggunaan sistem layering atau berlapis dalam praktik suap yang melibatkan pejabat universitas.
Beberapa transaksi bernilai ratusan juta rupiah juga ditemukan, khususnya terkait dengan pelolosan calon mahasiswa ke Fakultas Kedokteran. “Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa, di antaranya di Fakultas Kedokteran,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Profil Fakultas Kedokteran Unsoed
Fakultas Kedokteran Unsoed memiliki sejarah panjang dan reputasi yang baik. Berdiri pada 1 Maret 2001 dan disahkan pada 25 September 2001, fakultas ini awalnya bernama Program Pendidikan Dokter. Pendiriannya tertuang dalam Surat Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 3081/D/T/2001 pada tanggal 25 September 2001 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Unsoed.
Dalam perkembangannya, Program Pendidikan Dokter Unsoed bertransformasi menjadi Jurusan Kedokteran yang tergabung dalam Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas ini memiliki dua jurusan utama, yakni Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi. FKIK Unsoed juga mengasuh dua program profesi, yaitu profesi dokter dan profesi dokter gigi.
Program Studi Pendidikan Dokter Unsoed telah lama menjadi salah satu program studi yang paling diminati. Tingkat persaingannya sangat ketat setiap tahunnya. Hal ini terlihat dari data daya tampung resmi fakultas yang relatif terbatas dibandingkan jumlah peminatnya.
Untuk tahun akademik 2026/2027, daya tampung S1 Pendidikan Dokter Unsoed tercatat sekitar 175 kursi, yang terbagi melalui jalur SNBP sebanyak 53 kursi, SNBT 70 kursi, dan Seleksi Mandiri 52 kursi. Sementara itu, daya tampung S1 Kedokteran Gigi berada di kisaran 70 kursi.
Pada seleksi SNBT 2026, S1 Pendidikan Dokter menerima 70 mahasiswa dari total 2.032 pendaftar. Tingkat keketatannya mencapai sekitar 3,4 persen. Persaingan masuk S1 Kedokteran Gigi bahkan lebih ketat. Hanya 28 mahasiswa yang diterima dari 1.135 pendaftar, dengan tingkat keketatan sekitar 2,4 persen.
Persaingan ketat serupa juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga membuat proses penerimaan mahasiswa baru menjadi sangat dinamis dan kompetitif.





