Pemerintah Aceh Utara Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Berjalan Meski Sekolah Terdampak Banjir
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen untuk memastikan kegiatan belajar mengajar pada semester genap tahun ajaran 2026 tetap berlangsung, meskipun ratusan sekolah masih terdampak banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Utara, Jamaluddin, menyatakan bahwa pemerintah daerah berupaya maksimal agar anak-anak dapat kembali bersekolah, meskipun harus menghadapi keterbatasan fasilitas pasca-bencana.
“Memasuki semester genap ini, kami berkomitmen memastikan proses pendidikan tetap berjalan di seluruh Aceh Utara, walaupun sebagian sekolah belum sepenuhnya pulih,” ujar Jamaluddin, Senin, 5 Januari 2026.
Dari total 670 sekolah di Aceh Utara, sebanyak 615 sekolah dinyatakan siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada hari pertama masuk sekolah. Sebanyak 345 sekolah di antaranya dapat menjalankan pembelajaran secara normal dan aman. Namun, 270 sekolah lainnya terpaksa menerapkan pembelajaran darurat dengan sistem lesehan, akibat kerusakan ruang kelas serta hilangnya perabot sekolah yang tersapu banjir.
Jamaluddin merinci, 242 sekolah sebenarnya telah selesai dibersihkan, tetapi seluruh mobiler mengalami kerusakan atau hilang sehingga siswa belajar dengan duduk di lantai. Selain itu, terdapat lima sekolah yang masih menghadapi kendala operasional, sementara 20 sekolah lainnya baru dibersihkan sebagian karena kerusakan berat pada sejumlah ruang belajar.
“Masih ada tiga sekolah yang melaksanakan pembelajaran di tenda darurat, yaitu SD Negeri 6, SD Negeri 2, dan SD Negeri 24 di Kecamatan Tanah Jambo Aye,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara ini.
Terkait kurikulum, pemerintah daerah menerapkan dua skema pembelajaran. Sebanyak 345 sekolah menggunakan kurikulum reguler, sedangkan 270 sekolah terdampak menerapkan kurikulum darurat yang disesuaikan dengan kondisi pasca-bencana.
Pada kesempatan itu, Jamaluddin menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat yang telah bergotong royong membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah.
“Berkat dukungan semua pihak, sekolah-sekolah dapat kembali dibuka meskipun belum sepenuhnya pulih,” tutupnya.
Upaya Pemerintah dalam Mengatasi Dampak Bencana
Pemerintah Aceh Utara tidak hanya fokus pada pembukaan kembali sekolah, tetapi juga melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Pembersihan Ruang Kelas: Ribuan tenaga dari TNI, Polri, dan masyarakat setempat turut serta dalam pembersihan ruang kelas dan lingkungan sekolah. Proses pembersihan ini dilakukan secara bertahap, tergantung tingkat kerusakan yang dialami masing-masing sekolah.
- Pemulihan Fasilitas: Pemerintah berupaya memperbaiki fasilitas seperti meja, kursi, dan alat-alat pelajaran yang rusak atau hilang. Namun, beberapa sekolah masih menghadapi keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar tersebut.
- Sistem Pembelajaran Darurat: Untuk sekolah-sekolah yang belum sepenuhnya pulih, pemerintah menerapkan sistem pembelajaran darurat. Siswa belajar dengan duduk di lantai atau di tenda darurat, sesuai dengan kondisi yang ada.
Kondisi Sekolah yang Masih Terdampak
Beberapa sekolah di Aceh Utara masih menghadapi tantangan dalam mengembalikan kondisi sekolah ke bentuk semula. Berikut adalah kondisi beberapa sekolah yang terdampak banjir:
- Sekolah dengan Kerusakan Ringan: Sekitar 242 sekolah telah selesai dibersihkan, tetapi perabot dan fasilitas dalam ruang kelas mengalami kerusakan atau hilang. Siswa belajar dengan duduk di lantai.
- Sekolah dengan Kerusakan Berat: Ada 20 sekolah yang baru sebagian dibersihkan karena kerusakan berat pada sejumlah ruang belajar. Proses pemulihan akan memakan waktu lebih lama.
- Sekolah dengan Sistem Darurat: Tiga sekolah, yaitu SD Negeri 6, SD Negeri 2, dan SD Negeri 24 di Kecamatan Tanah Jambo Aye, masih melaksanakan pembelajaran di tenda darurat.
Peran Masyarakat dalam Pemulihan Sekolah
Kepedulian dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam proses pemulihan sekolah pasca-bencana. Berikut adalah beberapa kontribusi masyarakat:
- Gotong Royong Bersih-Bersih: Warga dan relawan membantu membersihkan ruang kelas, lingkungan sekolah, dan area sekitar. Ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan kembali sekolah untuk digunakan.
- Donasi Alat dan Bahan: Banyak masyarakat memberikan bantuan berupa peralatan sekolah, seperti buku, pensil, dan alat tulis, yang sangat dibutuhkan oleh siswa dan guru.
- Koordinasi dengan Pihak Terkait: Pemerintah bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemulihan.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan
Meskipun masih ada tantangan, pemerintah Aceh Utara tetap optimis bahwa proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan segera tercipta suasana belajar yang nyaman dan aman bagi seluruh siswa.





