InJourney Memperkuat Pariwisata Terintegrasi di Bali, NTB, dan NTT
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, sebagai holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, terus memperkuat pengembangan pariwisata terintegrasi di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Upaya ini dilakukan melalui sinergi layanan bandara, aviasi, serta pengelolaan destinasi. Komitmen tersebut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Regional Bali–Nusra yang digelar di Golo Mori Convention Center (GMCC), Kawasan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, pada Kamis (29/1/2026).
Acara penandatanganan PKS ini dihadiri langsung oleh beberapa tokoh penting seperti Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menjelaskan bahwa integrasi layanan dari hulu ke hilir menjadi kunci dalam memperkuat konektivitas dan daya saing destinasi pariwisata di kawasan Bali–Nusra.
“Integrasi layanan ini tidak hanya memperkuat konektivitas antar destinasi, tetapi juga mendorong peningkatan trafik wisatawan di Bali, NTB, dan NTT. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung kerja sama Bali–Nusra serta menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi daerah,” ujar Maya.
Sebagai bagian dari InJourney Group, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berperan strategis dalam pengelolaan kawasan pariwisata, termasuk penyediaan infrastruktur Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE) berstandar internasional di Kawasan The Golo Mori. Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai kerja sama lintas provinsi ini sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem pariwisata yang saling terhubung dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antar Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT menjadi fondasi penguatan ekosistem pariwisata terintegrasi dan peningkatan konektivitas destinasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional,” katanya.
Pemilihan GMCC sebagai lokasi penandatanganan PKS mencerminkan kesiapan kawasan The Golo Mori sebagai destinasi MICE kelas dunia. Diresmikan pada 2023, GMCC dirancang sebagai pusat pertemuan strategis yang memadukan fasilitas MICE modern dengan lanskap alam Indonesia Timur.
General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menegaskan bahwa kolaborasi Bali–Nusra memiliki makna strategis dalam membangun keterpaduan sosial dan ekonomi kawasan. “Kami memandang Bali–Nusra sebagai satu kesatuan sosial dan ekonomi. GMCC di Kawasan The Golo Mori diharapkan menjadi bagian dari ekosistem yang inklusif, memperkuat konektivitas, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” ujar Aji.
Selain gedung konvensi berkapasitas hingga 2 ribu orang, Kawasan The Golo Mori juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti Nuka Beach Club, fasilitas heliport, serta pengembangan amenitas kawasan lainnya. Penguatan infrastruktur ini menjadi bagian dari strategi pengembangan Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination yang berorientasi pada kualitas, keberlanjutan, dan daya saing global.
Melalui sinergi ini, InJourney dan ITDC menegaskan peran The Golo Mori sebagai hub MICE strategis di Indonesia Timur, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta destinasi MICE dunia.





