Peristiwa Ledakan di SMP Negeri 3 Kubu Raya, Kalimantan Barat
Pada Selasa, 3 Februari 2026, kejadian yang mengejutkan terjadi di SMP Negeri 3 Kubu Raya, yang berlokasi di Gang Sepakat, Jalan Adi Sucipto No.16, RW 8, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Suara ledakan mengguncang lingkungan sekolah dan memicu kepanikan di kalangan siswa dan guru.
Ledakan tersebut diduga berasal dari bom rakitan. Petugas kepolisian segera tiba di lokasi dan memasang garis polisi (police line) di beberapa kelas untuk menjaga keamanan dan menghindari gangguan lebih lanjut.
Pengakuan Siswa tentang Detik-Detik Ledakan
Salah satu siswa kelas 9E, Bayu, menceritakan pengalamannya saat kejadian terjadi. Ia menyebutkan bahwa ledakan terjadi tepat setelah jam istirahat berakhir. Saat itu, para siswa baru saja kembali ke kelas dan tiba-tiba mendengar suara ledakan keras.
“Kejadiannya pas baru masuk setelah istirahat, Bang. Tiba-tiba terdengar suara ledakan,” ujar Bayu kepada Infomalangraya.net.
Kepanikan langsung melanda siswa. Banyak dari mereka berlarian keluar kelas untuk menyelamatkan diri. Beberapa bahkan nekat naik ke atas meja karena ketakutan.
Petugas keamanan sekolah, Abdullah, juga menyampaikan pengalamannya. Ia awalnya mengira ledakan itu hanya suara petasan atau perayaan kecil oleh siswa. Namun, ketika teriakan minta tolong terdengar, ia sadar ada sesuatu yang tidak beres.
Pelaku Teror Diamankan
Dari informasi yang diperoleh, pelaku teror berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian. Penangkapan dilakukan tak lama setelah ledakan bom rakitan mengancam keamanan sekolah. Meski begitu, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian terkait motif dan identitas pelaku.
Proses Belajar Diubah Menjadi Daring
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Sungai Raya, Lily, mengatakan bahwa aktivitas belajar tetap berlangsung meskipun secara daring. “Tidak ada libur, tetap sekolah secara daring. Kemungkinan sekitar dua hari, dan Jumat sudah bisa masuk kembali, tetapi tetap melihat kondisi ke depannya,” ujarnya.
Menurut Lily, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 hingga 11.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu disebabkan oleh beberapa kali ledakan. Korban hanya mengalami luka ringan, seperti terkena paku akibat terinjak saat panik.
Kapolda Kalbar: Ada Dugaan Tekanan Psikis pada Anak
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto menyatakan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius. Ia menekankan bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada akar permasalahan yang melibatkan kondisi psikologis dan lingkungan keluarga anak yang bersangkutan.
Dari hasil pendalaman sementara, ditemukan adanya dugaan persoalan dalam lingkungan keluarga. Kondisi kakek dan ayah anak tersebut yang sedang sakit diduga memberikan tekanan psikologis.
Imbauan untuk Orang Tua dan Lingkungan Sekolah
Irjen Pol Pipit mengimbau orang tua agar lebih aktif memantau aktivitas anak, terutama penggunaan gawai dan jenis permainan yang dimainkan. Ia juga menyarankan agar anak mengikuti kegiatan positif seperti ekstrakurikuler.
Selain itu, ia meminta peran aktif lingkungan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pihak sekolah untuk bersama-sama memberikan pendampingan dan pengawasan lebih ketat terhadap perilaku siswa, termasuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.





