Kemenangan Timnas U-23 Vietnam atas Timnas U-23 Uni Emirat Arab (UEA) telah membuka peluang besar bagi mereka untuk melaju ke final Piala Asia U-23 2026. Kemenangan ini tidak hanya menjadi kemenangan biasa, tetapi juga menandai kemajuan signifikan dalam sepak bola usia muda negara tersebut.

Dari perspektif para ahli Eropa, Jepang dianggap sebagai lawan yang sangat potensial bagi skuad asuhan Kim Sang-sik. Sebelumnya, Vietnam berhasil mengalahkan UEA dengan skor 3-2 di babak perempat final, yang menjadi langkah penting menuju semifinal. Kemenangan ini menunjukkan bahwa Timnas U-23 Vietnam bukan hanya sekadar tim yang berkompeten, tetapi juga memiliki daya tahan dan strategi yang kuat.

Di semifinal nanti, Vietnam akan menghadapi Timnas U-23 China. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Prince Abdullah Al-Faisal Sports City, Jeddah, pada Selasa (20/1/2026) pukul 22.30 WIB. Sementara itu, pertandingan semifinal lainnya akan mempertemukan Timnas U-23 Jepang melawan Timnas U-23 Korea Selatan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada pukul 18.30 WIB.

Richard Harcus, seorang pakar sepak bola, menyebut bahwa pertandingan melawan UEA adalah salah satu contoh terbaik dari taktik Kim Sang-sik sejak ia mengambil alih kepemimpinan Timnas U-23 Vietnam. Menurutnya, kemampuan pemain Vietnam untuk mempertahankan intensitas permainan sepanjang pertandingan, bahkan hingga babak tambahan, menjadi bukti kekuatan mental dan fisik mereka.

Harcus menekankan bahwa kebugaran fisik dan ketahanan mental sangat penting dalam membantu Timnas U-23 Vietnam membuat perbedaan di momen-momen krusial. Ia menjelaskan bahwa gol yang tercipta pada menit ke-101 berasal dari tekanan konstan yang memaksa lawan melakukan kesalahan, yang merupakan bukti nyata keunggulan fisik dan mental mereka.

Selain itu, pemilihan pemain oleh Kim Sang-sik juga mendapat pujian. Keputusan untuk tidak menurunkan Nguyen Dinh Bac sebagai starter dianggap sebagai manuver taktis yang disengaja. Tujuannya adalah untuk melemahkan lawan sebelum memasukkan pemain yang dapat menciptakan terobosan. Susunan pemain inti Vietnam dirancang untuk melemahkan lawan, kemudian perubahan krusial benar-benar mengejutkan UEA.

Meskipun kebobolan dua gol, pertahanan Timnas U-23 Vietnam mendapat banyak pujian. Tiga bek tengah, bersama dengan penampilan solid kiper Trung Kien, secara signifikan membatasi keunggulan duel udara UEA, sehingga mempertahankan kendali permainan di momen-momen krusial.

Dengan kemenangan ini, Kim Sang-sik memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya bersama Timnas U-23 Vietnam menjadi 15 pertandingan, sebuah statistik yang membuat banyak lawan di Asia waspada. Menurut Harcus, kepercayaan diri yang terakumulasi melalui setiap pertandingan menjadi senjata terbesar tim. Kebiasaan menang membantu para pemain Vietnam memasuki pertandingan tanpa rasa takut, bahkan ketika menghadapi tim-tim kuat.

Ke depannya, Harcus yakin bahwa menghindari Jepang di semifinal adalah keuntungan yang jelas. Ia percaya apabila Vietnam mengalahkan China, skenario Vietnam bertemu Jepang di final sangat mungkin terjadi. Menghindari Jepang di semifinal sangat penting. Semoga (Vietnam) bisa bertemu mereka di final.

Namun, pakar Skotlandia itu juga memperingatkan Vietnam untuk tidak lengah melawan China, tim dengan pertahanan terbaik di turnamen tersebut. Tetapi jika Vietnam terus bermain seperti saat melawan UEA, mereka tidak perlu takut pada lawan mana pun. Pernyataan ini membangkitkan harapan untuk final impian bagi sepak bola usia muda Vietnam.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version