Lomba Layang-Layang Tarung Langit di Cirebon: Kombinasi Hiburan dan Kepedulian Sosial

Lomba layang-layang yang diberi nama “Tarung Langit” digelar untuk pertama kalinya di Cirebon dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memiliki misi sosial yang cukup menarik perhatian masyarakat sekitar.

Misi Sosial di Balik Hiburan

Di tengah musim kemarau yang mulai mengganggu ketersediaan air bersih bagi warga sekitar, panitia lomba memutuskan untuk mendonasikan uang partisipasi peserta untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Uang partisipasi sebesar Rp10 ribu per peserta akan digunakan sebagai bantuan untuk pengadaan air bersih. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini tidak hanya berorientasi pada kesenangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Peserta dari Berbagai Wilayah

Lomba Tarung Langit diadakan pada Kamis (20/8/2026) dengan total 32 peserta yang ikut ambil bagian. Tidak semua peserta berasal dari Cirebon. Salah satu peserta bahkan datang dari Sumedang, menunjukkan bahwa acara ini menarik minat dari berbagai wilayah. Peserta berasal dari daerah seperti Greged, Pamengkang, Arsamukti, dan lainnya.

Teknik dan Kreasi Bebas

Dalam pelaksanaannya, lomba menggunakan sistem gugur atau knock out. Dua peserta akan bertanding dalam satu pertandingan, dan peserta yang kalah langsung tersingkir dari perlombaan. Peserta bebas membawa layang-layang hasil kreasi masing-masing, tanpa ada batasan jenis layang-layang yang harus digunakan. Teknik penerbangan dan pengendalian layang-layang juga sangat fleksibel, sehingga setiap peserta dapat menunjukkan kreativitas mereka.

Harapan untuk Tahun Depan

Ketua Pelaksana Lomba Tarung Langit, Nurul Hidayat, menyampaikan harapan agar acara ini menjadi agenda tahunan yang lebih besar. Ia berharap jumlah peserta dan hadiah bisa ditingkatkan di masa depan. Hadiah yang disediakan untuk para pemenang antara lain juara pertama Rp1 juta, juara kedua Rp500 ribu, dan juara ketiga Rp250.000, ditambah trofi dan piagam.

Upaya Melestarikan Permainan Tradisional

Selain menjadi ajang hiburan, lomba ini juga merupakan upaya melestarikan permainan tradisional yang sudah dikenal sejak kecil. Nurul menjelaskan bahwa layang-layang dipilih karena dinilai lebih menarik dan memiliki banyak peminat di wilayah tersebut. Selain itu, kondisi angin di kawasan Argasunya juga dianggap mendukung untuk menggelar perlombaan layang-layang.

Keputusan Juri Mutlak

Dalam poster lomba, panitia mencantumkan beberapa ketentuan, termasuk peserta wajib menjunjung tinggi sportivitas. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini dilaksanakan secara profesional dan adil.

Penutup

Lomba layang-layang Tarung Langit di Cirebon bukan hanya menjadi tontonan dan ajang adu kreativitas. Di balik benang yang saling beradu, terselip kepedulian panitia dan peserta terhadap warga sekitar yang mulai menghadapi persoalan air bersih di tengah musim kemarau. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, acara ini berhasil menciptakan momen yang berkesan dan bermakna bagi seluruh peserta dan masyarakat sekitar.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version