Kritik terhadap Board of Peace (BoP) dan Keputusan Indonesia untuk Bergabung
Board of Peace (BoP), atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kini menjadi topik perdebatan yang hangat. Menurut Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, tujuan dari BoP sebenarnya adalah untuk melanggengkan penjajahan Israel di Gaza, Palestina. Ia menilai bahwa kebijakan ini justru memperkuat posisi Israel di wilayah tersebut.
Alasan Indonesia Keluar dari BoP
Hikmahanto menyatakan bahwa saat ini Indonesia sudah harus keluar dari BoP karena bagaimana mungkin Trump, yang menjadi Ketua Dewan Perdamaian itu, bisa dipercaya, sementara dia sendiri juga menyerang Iran. Ia mengatakan bahwa Trump sering kali berbicara tentang perdamaian, tetapi tindakannya justru menciptakan ketegangan antara AS-Israel dan Iran.
Ia menyoroti bahwa salah satu anggota BoP yang masuk ada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang selama ini melakukan serangan ke Gaza. Hal ini membuat banyak pihak meragukan niat sebenarnya dari BoP.
20 Poin Perdamaian yang Diajukan Trump
BoP dibentuk oleh Trump dengan berisikan 20 poin perdamaian untuk Gaza dan disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 18 November 2025. Dalam 20 poin tersebut, terdapat rencana bahwa Gaza akan menjadi zona bebas teror dan deradikalisasi, serta dibangun kembali untuk kepentingan rakyat Gaza. Jika perang berakhir, pasukan Israel akan mundur, pembebasan sandera, tuntutan agar Hamas hidup damai dan menonaktifkan senjata, hingga bantuan untuk Gaza.
Namun, Hikmahanto mengkritik bahwa dalam 20 poin tersebut tidak ada jaminan bahwa Gaza akan benar-benar diberikan hak untuk menentukan nasib mereka sendiri. Ia khawatir bahwa jika Gaza direkonstruksi seperti Dubai, maka warga Israel akan lebih banyak tinggal di sana, sehingga membuat rakyat Palestina kehilangan haknya.
Kritik terhadap Ide Pengosongan Penduduk Gaza
Hikmahanto juga mengungkapkan bahwa pada masa awal pembentukan BoP, Steve Witkoff, utusan Trump ke Timur Tengah, memiliki ide untuk mengeluarkan 2 juta penduduk Gaza. Ia menilai bahwa ide ini justru memberi alasan bagi Israel untuk menguasai tanah Gaza tanpa adanya oposisi dari dunia internasional.
Ia menegaskan bahwa ide ini bukanlah inisiatif dari Trump, melainkan berasal dari Israel sendiri. Menurutnya, ide ini justru bertentangan dengan prinsip perdamaian dan hak asasi manusia.
Indonesia dan Keputusan untuk Bergabung dalam BoP
Meskipun ada kritik terhadap BoP, Indonesia sebelumnya memutuskan bergabung dengan tujuan mendorong komitmen kemanusiaan dan upaya perdamaian dunia, khususnya bagi rakyat Palestina. Namun, menurut Hikmahanto, saat ini Indonesia sudah harus keluar dari BoP karena tidak dapat dipercaya lagi.
Ia menekankan bahwa publik Indonesia tidak akan menerima kebijakan yang justru melegitimasi keinginan Israel untuk menguasai Gaza. Oleh karena itu, ia menyarankan agar Indonesia segera keluar dari BoP.
Tanggapan dari Pemerintah Indonesia
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, mengatakan bahwa tidak ada pembahasan khusus soal BoP dalam seminggu terakhir ini, usai serangan AS-Israel terhadap Iran. Ia menegaskan bahwa semua pembahasan terkait BoP saat ini sedang ditunda.
Fokus Indonesia saat ini adalah memastikan keselamatan dan perlindungan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak konflik. Ia juga menekankan bahwa keputusan Indonesia dalam forum internasional, termasuk BoP, didasarkan pada pertimbangan politik luar negeri bebas aktif.
Pandangan Presiden Prabowo Subianto
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, telah memastikan bahwa posisi Indonesia di BoP tidak berubah. Pemerintah Indonesia memutuskan tetap berada dalam BoP buatan AS meski muncul desakan dari sejumlah pihak agar Indonesia mundur di tengah eskalasi serangan AS-Israel ke Iran.
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Nusron Wahid, mengatakan bahwa Presiden Prabowo menilai BoP masih relevan untuk mewujudkan perdamaian Palestina yang sudah lama tidak terwujud. Ia menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian di Palestina adalah melalui meja perundingan dan forum perundingan yang saat ini sedang berjalan adalah BoP.




