Kondisi Korupsi di Pemkab Sidoarjo

Kasus korupsi masih menjadi isu yang menghiasi lingkungan Pemkab Sidoarjo. Hal ini terlihat dari sejarah tiga kepala daerah yang pernah terlibat dalam kasus korupsi bersama beberapa pejabatnya. Meskipun kondisi saat ini masih rentan, terdapat indikasi peningkatan kepedulian terhadap pencegahan korupsi.

Pada tahun 2025, skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Pemkab Sidoarjo mencapai angka 72,82. Angka ini menunjukkan bahwa kategori SPI berubah dari “rentan” ke “waspada”. Sebelumnya, pada 2024, skor SPI hanya berada di angka 67,91. Peningkatan ini menunjukkan upaya pencegahan korupsi yang semakin gencar dilakukan oleh pemerintah setempat.

Kategori SPI dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu:
* Rentan: Skor 0 hingga 72,9

Waspada: Skor 73 hingga 77,9

Terjaga: Skor 78 hingga 100

Meskipun skor SPI Pemkab Sidoarjo masih berada di kategori rentan, tren positif terlihat dari peningkatan skor dari 67,91 pada 2024 menjadi 71,53 pada 2024 dan akhirnya mencapai 72,82 pada 2025. Peningkatan ini dianggap sebagai bukti komitmen Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo terhadap gerakan antikorupsi.

Upaya Pencegahan Korupsi di Sidoarjo

Kepala Inspektorat Sidoarjo, Andjar Surjadianto, menyatakan bahwa kenaikan skor SPI merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat antikorupsi. Dalam berbagai kesempatan, bupati dan wakil bupati terus mendorong para pejabat untuk bekerja dengan jujur dan penuh integritas. Mereka juga menyatakan tidak ingin lagi ada operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Delta.

Inspektorat Sidoarjo melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan SPI nasional yang disurvei oleh KPK. Salah satu upaya adalah sosialisasi pencegahan korupsi sejak dini di sekolah-sekolah. Sampai saat ini, sudah tercatat 36 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP Negeri) yang menjadi sasaran sosialisasi. Roadshow antikorupsi terus berlangsung hingga saat ini.

Selain itu, Inspektorat Sidoarjo juga membuat pilot project desa antikorupsi. Empat desa telah diajukan ke Pemprov Jatim, yaitu:
* Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati

Desa Wadungasri, Kecamatan Waru

Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoay

* Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon

Keterlibatan Generasi Muda dalam Antikorupsi

Pemkab Sidoarjo juga membentuk Patriot Integritas Muda Kabupaten Sidoarjo. Ada 14 pemuda terpilih yang memiliki wawasan, pandangan, dan budaya antikorupsi. Mereka menunjukkan komitmennya melalui kreativitas maupun aktivitas di media sosial.

Selain itu, terdapat tiga penyuluh antikorupsi di kabupaten ini. Dua di antaranya berasal dari Inspektorat Sidoarjo dan satu dari Provinsi Jawa Timur. Tim penyuluh antikorupsi ini dibentuk oleh Lembaga Sertifikasi Profesi/LSP KPK yang telah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kesimpulan

Meskipun masih berada di kategori rentan, peningkatan skor SPI Pemkab Sidoarjo menunjukkan adanya perbaikan dalam upaya pencegahan korupsi. Berbagai program dan inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah daerah serta partisipasi generasi muda menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga integritas dan transparansi di lingkungan pemerintahan. Dengan terus memperkuat pengawasan dan edukasi, harapan besar diarahkan agar Sidoarjo dapat segera berada di kategori terjaga dalam waktu dekat.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version