Kekalahan PSMS Medan dari Persekat Tegal, Misi Masuk Tiga Besar Terhambat
PSMS Medan menghadapi kekalahan yang cukup mengecewakan dalam laga tandang melawan Persekat Tegal di Stadion Tri Sanja, Tegal, pada pekan ke-20 Pegadaian Championship musim 2025/2026. Hasil ini membuat misi tim berjuluk Ayam Kinantan untuk masuk tiga besar klasemen grup barat semakin berat.
Performa Tim yang Tidak Buruk, Namun Efektivitas Jadi Masalah
Meski tidak tampil buruk, PSMS Medan gagal memanfaatkan peluang yang didapat selama pertandingan. Pelatih kepala PSMS, Eko Purdjianto, mengakui bahwa timnya membangun serangan dengan baik dan menciptakan banyak peluang. Akan tetapi, efektivitas di depan gawang menjadi kendala utama.
Dalam pertandingan tersebut, PSMS Medan mampu menguasai bola sejak awal pertandingan. Aliran bola dari lini tengah terlihat cukup rapi, dan beberapa kali barisan depan mampu menembus pertahanan Persekat. Sayangnya, setiap peluang yang tercipta gagal dikonversikan menjadi gol.
Gol Pertama dari Atieda, Gol Kedua dari Arsyad
Gol pertama Persekat Tegal tercipta pada menit ke-25 melalui Atieda. Sepakan keras kaki kiri pemain tersebut berhasil melewati penjaga gawang Reky Rahayu. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, PSMS Medan mencoba meningkatkan intensitas serangan. Beberapa pergantian pemain dilakukan, namun hingga akhir pertandingan, tim asuhan Eko Purdjianto belum mampu menyamakan kedudukan. Persekat justru menggandakan keunggulan pada menit ke-76 lewat Arsyad. Gol tersebut lahir dari situasi yang dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah.
Kekalahan Berulang, Posisi di Klasemen
Kekalahan ini membuat PSMS Medan belum pernah meraih kemenangan atas Persekat di pegadaian Championship musim ini. Dari tiga pertemuan, PSMS hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan.
Tambahan tiga poin membawa Persekat Tegal tetap berada di peringkat kesembilan dengan koleksi 22 poin. Sementara itu, PSMS Medan masih tertahan di peringkat kelima dengan 29 poin.
Evaluasi dan Target ke Depan
Eko Purdjianto mengakui bahwa efektivitas serangan menjadi masalah utama yang harus segera dibenahi. Menurutnya, ketenangan dan ketajaman dalam momen-momen krusial masih menjadi pekerjaan rumah. Evaluasi ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas finishing, pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan, serta kepercayaan diri para pemain saat berada di depan gawang.
Ia juga menyebutkan bahwa kontak fisik dalam pertandingan merupakan hal yang lumrah terjadi dan menjadi bagian dari dinamika sepak bola. Ia memilih untuk menghormati keputusan wasit serta menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar para pemain bisa lebih siap dan fokus menghadapi situasi-situasi serupa di laga berikutnya.
Pemain: Kekecewaan tapi Tetap Fokus
Pemain PSMS, Nazar Nurzaidin, menyampaikan apresiasi kepada Persekat Tegal atas kemenangan yang mereka raih. Ia mengakui hasil tersebut mengecewakan bagi timnya, mengingat PSMS memiliki sejumlah peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan.
Menurut Nazar, kekalahan ini akan menjadi catatan penting sekaligus bahan evaluasi bagi tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Ia menegaskan seluruh pemain harus segera bangkit, memperbaiki kekurangan—terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi permainan—agar bisa kembali ke jalur kemenangan pada laga selanjutnya.
Klasemen Grup Barat Championship 2025/2026
- Garudayaksa FC : 19 | 10 | 7 | 2 | 37 Poin
- Adhyaksa FC : 20 | 10 | 7 | 3 | 37 Poin
- Sumsel United : 19 | 9 | 4 | 5 | 31 Poin
- FC Bekasi City : 19 | 8 | 6 | 5 | 30 Poin
- PSMS Medan : 20 | 8 | 5 | 7 | 29 Poin
- Persiraja Banda Aceh : 19 | 7 | 7 | 5 | 28 Poin
- Persikad Depok : 20 | 7 | 5 | 8 | 26 Poin
- PSPS Riau : 20 | 5 | 8 | 7 | 23 Poin
- Persekat Tegal : 20 | 5 | 7 | 8 | 22 Poin
- Sriwijaya FC : 20 | 0 | 2 | 18 | 2 Poin





