Marc Marquez, pembalap MotoGP asal Spanyol, baru saja memperpanjang kontraknya dengan Ducati. Dengan langkah ini, ia menunjukkan komitmennya untuk tetap berada di ajang balap paling bergengsi di dunia. Namun, ambisi terbesarnya bukanlah tentang rekor atau gelar, melainkan tentang menikmati gairahnya di tahun-tahun terakhir karier.
Marquez yang kini berusia 33 tahun memiliki kesempatan untuk mencapai rekor besar dalam sejarah MotoGP. Saat ini, ia hanya membutuhkan satu gelar lagi untuk menyamai jumlah gelar Giacomo Agostini yang mencapai delapan. Di sisi lain, total kemenangan Valentino Rossi mencapai 89, jauh lebih banyak dari yang bisa dicapai Marquez. Meski demikian, ia masih memiliki peluang untuk menyamai Agostini dalam perebutan gelar MotoGP kedelapan.
“Tujuan utama saya adalah menikmati gairah saya di tahun-tahun terakhir karier,” ujarnya. Ia mengakui bahwa banyak atlet yang akhirnya membenci olahraga mereka karena cedera, tekanan, dan hasil buruk. Untuk itu, ia ingin mengakhiri karier dengan cara yang baik dan positif.
Meski menandatangani kontrak dua tahun dengan Ducati, Marquez belum tahu apakah ini akan menjadi kontrak terakhirnya. Namun, ia tetap ingin bersaing dan memberikan yang terbaik hingga 100 persen. “Kita akan punya waktu untuk memikirkan target kinerja musim dingin mendatang,” katanya.
Setelah awal musim yang sulit, termasuk operasi bahu setelah Le Mans, Marquez kembali memperbaiki performanya. Ia kini hanya tertinggal 42 poin dari Jorge Martin, pemimpin klasemen saat ini. Jelang MotoGP Jerman, ia akan kembali bertarung di Sachsenring, tempat ia berhasil meraih sembilan kemenangan MotoGP.
Selain itu, Marquez juga sedang mengejar defisit 40 poin dari Martin. Jika mampu menghapus selisih tersebut pada akhir musim, ia bisa meraih gelar MotoGP kedelapan, yang akan membuatnya menyamai Giacomo Agostini. Selain itu, ia juga unggul satu gelar dari Valentino Rossi serta dalam gelar dunia di semua kategori.
Di luar balap motor, Marquez juga dikenal sebagai penggemar bersepeda. Baru-baru ini, ia bersepeda bersama Tadej Pogacar, pembalap sepeda Slovenia. Kegiatan ini dilakukan untuk publisitas Insta360, sponsor Marc Marquez sendiri dan tim UAE Team Emirates XRG milik Pogacar. Kamera aksi mereka dipasang di sepeda masing-masing untuk merekam cuplikan untuk video media sosial.
Waktu kegiatan ini juga tidak kebetulan, karena Tour de France dimulai pada hari Sabtu (4 Juli) dengan Grand Depart di Barcelona. Pogacar, yang merupakan pemenang empat kali grand tour Prancis, termasuk di antara pembalap sepeda terhebat sepanjang masa. Ia memiliki 13 kemenangan dari 24 kali start, termasuk kemenangan di Tour de France dan kejuaraan dunia balap jalan raya dalam dua musim berturut-turut (2024 dan 2025).
Pogacar memasuki Tour de France 2026 sebagai salah satu favorit, meskipun saingannya, Jonas Vingegaard dari Denmark, telah meraih kemenangan pertama dalam karirnya di Giro d’Italia pada akhir Mei. Kehadiran Vingegaard membuat persaingan semakin ketat.
Tidak hanya Marquez, beberapa pembalap MotoGP lainnya seperti Cal Crutchlow dan Jorge Martin juga dikenal sebagai penggemar bersepeda. Aleix Espargaro, pembalap uji HRC, bahkan bergabung dengan tim profesional Lidl-Trek setelah pensiun dari balap penuh waktu.
Keterlibatan Marquez dalam kegiatan bersepeda ini menunjukkan bahwa ia tetap aktif dan antusias dalam berbagai aktivitas, baik di atas motor maupun di atas sepeda. Ini juga menjadi bukti bahwa ia ingin menjalani hidup dengan penuh semangat hingga akhir karier.




