Industri air minum dalam kemasan (AMDK) menatap tahun 2026 dengan optimisme yang tinggi. Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dan tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat menjadi dasar dari harapan ini. Karena itu, industri AMDK berharap tetap bisa mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun depan, dengan konsumsi sebagai pemicu utama.
Menurut Ketua Umum Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Amdatara), Karyanto Wibowo, faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri AMDK saat ini adalah perubahan pola hidup masyarakat yang lebih mengedepankan kesehatan. Selain itu, pertumbuhan industri AMDK juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.
Amdatara memproyeksikan bahwa pertumbuhan industri AMDK tahun ini akan sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional, yaitu sekitar 5%. Pada tahun 2025, industri AMDK berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,1% hingga 5,2%, yang sejalan dengan pertumbuhan industri makanan dan minuman secara keseluruhan di Indonesia.
Secara keseluruhan, industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan sekitar 6% pada tahun 2025, sementara AMDK berada di kisaran 5,1%–5,2%. Dari sisi nilai, total pendapatan industri AMDK mencapai sekitar Rp20 triliun per tahun.
Tantangan yang Dihadapi Industri AMDK
Meskipun prospek pertumbuhan positif, industri AMDK masih menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait regulasi kemasan dan isu lingkungan. Penggunaan kemasan plastik sekali pakai masih menjadi sorotan utama. Isu sampah juga cukup mengemuka di Indonesia karena pengelolaan waste management yang belum optimal, sehingga industri ini sering kali terkena dampak negatif dari isu tersebut.
Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (EPR). Regulasi ini akan mengatur kontribusi industri dalam pengelolaan sampah. Amdatara menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah melalui regulasi. Namun, Karyanto menekankan pentingnya penerapan aturan yang inklusif.
“Posisi kami dari industri secara keseluruhan tentunya mendukung upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah, termasuk dibuatnya suatu regulasi yang pada akhirnya akan mengatur industri di dalamnya. Tetapi harapannya aturan tersebut bisa diterapkan secara inklusif, artinya tidak hanya mengatur industri, tetapi juga kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Strategi Utama untuk Menjaga Pertumbuhan
Untuk menjaga pertumbuhan industri ke depan, Karyanto menyebut beberapa strategi utama yang perlu diperkuat:
- Meningkatkan kualitas produk: Produk AMDK diatur dengan sangat ketat oleh berbagai regulator seperti BPOM, Kementerian Perindustrian, SNI, sertifikasi halal, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, menjaga dan meningkatkan kualitas produk menjadi prioritas utama.
- Inovasi sesuai kebutuhan konsumen: Industri perlu terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan konsumen, seperti produk dengan karakteristik tertentu. Misalnya, produk dengan pH tinggi atau produk yang lebih ramah lingkungan, termasuk penggunaan bahan daur ulang.
- Penguatan strategi pemasaran: Strategi pemasaran yang kuat menjadi kunci agar produk AMDK tetap relevan dan menarik bagi konsumen. Karena produk AMDK pada dasarnya adalah air minum dalam kemasan yang tidak memiliki variasi rasa seperti produk minuman berperisa, tantangannya adalah bagaimana memastikan produk AMDK tetap relevan dan menarik dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan strategi-strategi ini, industri AMDK berharap dapat tetap tumbuh dan berkembang di tengah tantangan yang ada.
