Kehilangan Besar bagi Partai Amanat Nasional (PAN) NTT
DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa kehilangan atas meninggalnya mantan Bupati Alor dua periode, Amon Djobo. Kabar duka ini disampaikan oleh Sekretaris DPW PAN NTT, Marthen Lenggu, yang menerima informasi tersebut pada Kamis sore dari DPD PAN Alor.
Amon Djobo meninggal dunia di usia 66 tahun. Ia adalah sosok penting dalam sejarah politik dan pembangunan Kabupaten Alor. Sebagai tokoh yang memiliki pengaruh besar, ia tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang tegas, tetapi juga sebagai figur yang memiliki komitmen terhadap daerah.
Peran Amon Djobo dalam Partai Amanat Nasional (PAN)
Marthen Lenggu menyampaikan bahwa Amon Djobo merupakan kader terbaik PAN. Pada Pemilihan Legislatif tahun 2024 lalu, Amon Djobo berada di urutan kedua PAN di dapil VI DPRD NTT. Meskipun kalah sedikit dari rekannya di PAN, Syaiful Sengaji, perolehan suara tersebut menunjukkan bahwa Amon Djobo masih memiliki magnet yang kuat di kalangan masyarakat.
Menurut Marthen, Amon Djobo juga berkontribusi dalam memperkuat PAN di Alor. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat kuat menghadapi duka ini. “Beliau adalah tokoh di Alor, salah satu Bupati yang membuat banyak terobosan,” katanya.
Prestasi dan Kontribusi Amon Djobo
Amon Djobo dikenal dengan berbagai pencapaian dalam membangun Alor. Semua kontribusinya perlu mendapat apresiasi dan menjadi pemicu semangat bagi generasi berikutnya. Meski sempat terlibat dalam beberapa kontroversi, hal ini dianggap wajar sebagai bagian dari kehidupan manusia.
“Yang terpenting adalah segala sesuatu yang baik dan pernah dibuat Amon Djobo menjadi warisan dan contoh bagi kita untuk membangun Kabupaten Alor,” ujarnya.
Peran Amon Djobo dalam Pembangunan Daerah
Sebagai informasi, Amon Djobo menjabat sebagai Bupati Alor selama dua periode, yaitu dari tahun 2014 hingga 2024. Ia lahir di Purawematang, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, pada 22 Februari 1960. Awal kariernya dimulai sebagai Camat Alor Timur dari tahun 1991 sampai 1995.
Selanjutnya, ia menjabat berbagai posisi penting di pemerintahan Kabupaten Alor, seperti Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, serta Kepala BAPPEDA Kabupaten Alor. Ia juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum pada tahun 2011.
Program dan Gaya Kepemimpinan Amon Djobo
Amon Djobo dikenal dengan program Gerakan Membangun Menuju Alor Mandiri dengan tagline “Tancap Gas.” Ia juga terkenal dengan gaya kepemimpinan yang tegas dan langsung. Suatu kali, ia memarahi staf Kementerian Sosial di rumah jabatan Bupati Alor. Selain itu, ia tidak segan mengomentari hal-hal yang dinilainya tidak relevan atau tidak menunjukkan semangat membangun daerah.
Meskipun sering dikaitkan dengan kontroversi, Amon Djobo tetap dihormati karena kontribusinya dalam pembangunan Alor. Ia telah memberikan banyak sumbangan bagi partai dan daerah.
Respons Partai Amanat Nasional (PAN)
Marthen Lenggu menyampaikan bahwa semua kader PAN NTT turut merasakan duka atas kepergian Amon Djobo. Kabar ini telah dilaporkan ke DPP PAN. Secara khusus, PAN Alor diinstruksikan untuk membantu proses pengurusan jenazah hingga selesai.
“Beliau adalah orang baik, orang yang tegas, orang yang punya beban terhadap daerah dan telah berbuat banyak bagi PAN,” ujarnya.
