Komisi III DPRD Kotim Beri Peringatan Keras Terkait Loyalitas Atlet
Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memberikan pernyataan resmi terkait kesiapan daerah dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah. Isu ini muncul setelah beberapa atlet dikabarkan mulai meninggalkan Kotim akibat ketidakpastian anggaran dan keikutsertaan daerah dalam Porprov.
Pentingnya Porprov sebagai Ajang Pembinaan dan Regenerasi Atlet
Ketua Komisi III DPRD Kotim, Dadang Siswanto, menegaskan bahwa Porprov bukan hanya sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan regenerasi atlet daerah. Ia menyebut bahwa Porprov merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh seluruh kabupaten di tingkat provinsi.
“Tujuan Porprov adalah untuk memupuk semangat atlet, regenerasi atlet muda, sekaligus menjaring atlet untuk ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Meski masih ada tantangan dalam hal anggaran, Dadang menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi bahwa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim telah berkoordinasi dengan cabang olahraga (cabor) untuk memastikan keikutsertaan Kotim tetap berjalan.
“Informasi yang kami terima, KONI sudah berkoordinasi dengan cabor untuk melengkapi persyaratan. Artinya, Sampit insya Allah tetap ikut serta,” katanya.
Larangan Atlet Membela Daerah Lain
Di balik optimisme tersebut, Dadang menyampaikan kekhawatiran terkait fenomena perpindahan atlet ke daerah lain. Ia menegaskan bahwa hal ini dilarang sesuai aturan yang berlaku, khususnya dalam Perda Nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan.
“Terkait atlet membela daerah lain, itu dilarang. Diatur dalam Perda Nomor 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan, bahkan ada sanksi administratif,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa perpindahan atlet hanya bisa dilakukan dalam kondisi tertentu, yakni apabila mendapat rekomendasi resmi dari cabang olahraga dan pemerintah daerah.
“Kecuali ada rekomendasi dari cabor dan pemda setempat. Itu juga diatur dalam pedoman teknis, jadi tidak bisa sembarangan,” jelasnya.
Pentingnya Loyalitas Atlet
Lebih lanjut, Dadang menekankan bahwa loyalitas atlet menjadi hal yang sangat penting, terlebih bagi mereka yang selama ini telah mendapatkan pembinaan dan fasilitas dari pemerintah daerah.
“Kami di Komisi III sangat tidak berharap atlet Sampit yang sudah difasilitasi oleh Pemda justru membela daerah lain. Itu tidak pas dan mencederai semangat kebersamaan,” tandasnya.
Penyelesaian Masalah Anggaran
Sementara itu, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dijadwalkan akan menggelar rapat untuk membahas kepastian anggaran hibah bagi KONI. Rapat tersebut diharapkan menjadi titik terang atas polemik yang terjadi.
Hingga kini, persoalan anggaran memang masih menjadi tanda tanya besar. Namun di tengah ketidakpastian tersebut, DPRD menegaskan bahwa komitmen dan loyalitas atlet tetap harus dijaga, agar Kotim tidak kehilangan kekuatan utamanya saat berlaga di Porprov mendatang.





