Tradisi Pergantian Luwur di Kompleks Masjid Menara Kudus

Ribuan masyarakat rela antre sejak pagi buta untuk mendapatkan nasi jangkrik di kawasan Masjid Menara Kudus, Kamis (25/6/2026) pagi. Pembagian nasi jangkrik ini merupakan puncak dari acara pergantian luwur atau kain penutup makam Sunan Kudus di Kompleks Masjid Menara Kudus. Tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharam sebagai bagian dari perayaan tahunan yang memiliki makna spiritual dan budaya.

Antrean yang Mengular

Kasani (52), warga Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, tiba di Masjid Menara Kudus selepas salat subuh, sekitar pukul 04.50 WIB. Bersama istri dan dua anaknya, mereka bergabung dengan ribuan warga lain yang juga berdatangan. Antrean terbentuk sejak dini hari dan terus memanjang sepanjang jalan Menara Kudus, mulai dari utara hingga selatan di depan Masjid Menara Kudus.

Bagi Kasani dan keluarganya, nasi jangkrik bukan hanya sekadar makanan biasa. Di dalamnya terdapat keberkahan yang bisa dipetik dari nasi yang dibungkus daun jati. Setelah menunggu lebih dari satu jam, Kasani akhirnya mendapatkan sebungkus nasi jangkrik. Istri dan kedua anaknya juga berhasil mendapat bagian masing-masing. Mereka langsung pergi ke teras ruko tak jauh dari lokasi untuk menyantap bersama nasi jangkrik yang didapat.

Kepercayaan pada Berkah Sunan Kudus

Kasani percaya bahwa nasi yang sedang disantapnya memiliki daya berkah dari Tuhan melalui Sunan Kudus. Pengantre lain, Nur Saadah (43), warga Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, juga antre untuk mendapatkan nasi jangkrik. Sejak pagi buta, dia bersama anaknya bergegas ke kawasan Masjid Menara Kudus. Setelah menunggu lebih dari satu jam, Nur Saadah dan anaknya berhasil mendapatkan nasi jangkrik. Namun, mereka memilih membawa pulang nasi jangkrik tersebut untuk disantap bersama keluarga di rumah.

“Pengin dapat doanya dari Mbah Sunan Kudus,” kata Nur Saadah sembari bergegas pulang membawa dua nasi jangkrik.

Antrean yang Memanjang

Antrean terlihat mengular sepanjang jalan Menara Kudus, dari utara ke selatan di depan Masjid Menara Kudus. Antrean perempuan mengular sejak dari Perempatan Menara sampai di depan Menara Kudus. Sedangkan antrean laki-laki memanjang mulai dari Perempatan Sucen hingga Jalan Menara. Ujung antrean ada di gang sempit lorong Desa Kauman, tempat nasi jangkrik dibagikan.

Gotong Royong Masyarakat

Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Denny Nur Hakim mengatakan, antusias warga mendapat nasi jangkrik menjadi legitimasi publik atas sosok Sunan Kudus sebagai penyebar Islam. Sampai saat ini, sosok Sunan Kudus masih sangat dihormati. Hal itu juga dibuktikan dengan adanya ribuan peziarah yang datang ke Makam Sunan Kudus setiap harinya.

“Jadi, kenapa buka luwur di Kudus sangat meriah, bisa kami katakan, ini bukti masyarakat Kudus yang meneladani Syekh Jafar Shodiq atau Sunan Kudus yang menyebarkan agama Islam serta mengajarkan kehidupan yang sudah diatur dalam agama Islam,” kata Denny.

Tahun ini, ada lebih dari 34 ribu porsi nasi jangkrik yang dibagikan. Nasi ini memiliki lauk berupa olahan daging kerbau dan daging kambing. Seluruh biaya acara buka luwur bersumber dari masyarakat. Mereka secara suka rela memberikan sedekah berupa beras, bumbu dapur, kerbau, dan kambing.

Tahun ini, ada 22 ekor kerbau dan 92 ekor kambing yang diterima panitia buka luwur. Seluruhnya diolah untuk kemudian diserahkan kembali kepada masyarakat melalui pembagian nasi jangkrik.

Menu yang Dibagikan

Seluruh hewan berupa kerbau dan kambing yang diterima panitia buka luwur kemudian diolah menjadi dua menu. Yaitu menu uyah asem dan menu jangkrik. Menu uyah asem ini teksturnya kering tanpa ada kuah. Menu inilah yang dibagikan kepada masyarakat secara umum karena lebih tahan lama. Sedangkan menu jangkrik dibagikan kepada tamu undangan dan sejumlah tokoh masyarakat.

Namun, perbedaan menu ini seolah kabur. Masyarakat Kudus lebih sering menyebut nasi yang dibagikan saat puncak buka luwur sebagai nasi jangkrik. Kemudian, disebut nasi jangkrik juga karena potongan daging sebagai lauk memiliki warna cokelat yang identik dengan warna jangkrik.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version