Perubahan Cara Belajar Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Palangka Raya
Di kelas-kelas Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Palangka Raya, terjadi perubahan signifikan dalam cara belajar siswa. Dulu, layar ponsel sering digunakan untuk bermain game, tetapi kini mulai dipenuhi dengan video pembelajaran, latihan soal, dan simulasi virtual. Perubahan ini tidak lepas dari inovasi yang dilakukan oleh guru matematika, Maulida Rezeki (33), yang menciptakan aplikasi pembelajaran bernama Math Galaxy.
Maulida telah mengajar matematika di sekolah tersebut sejak tahun 2019. Ia mengampu kelas VII, VIII, dan IX dengan latar belakang pendidikan S1 Pendidikan Matematika Universitas Palangka Raya. Dalam kelasnya, ia sering melihat siswa selalu membawa gawai ke mana pun mereka pergi. Dari kebiasaan itu, ia memutuskan untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu belajar.
Pengembangan Aplikasi Math Galaxy
Dari kebiasaan tersebut, Maulida mulai merancang media pembelajaran yang bisa mengikuti cara belajar siswa masa kini. Ia mengembangkan Math Galaxy: Jelajah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), sebuah aplikasi pembelajaran digital mandiri yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Aplikasi ini dikembangkan hingga akhirnya diluncurkan pada awal 2026 dan tersedia secara gratis di Google Play Store.
Tampilan aplikasi ini menyerupai semesta dengan ikon-ikon interaktif yang dapat dipilih siswa sesuai kebutuhan. Di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran, materi, video pembelajaran, hingga laboratorium virtual yang bisa diakses langsung. Aplikasi ini juga dilengkapi berbagai asesmen, mulai dari asesmen awal hingga Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif berbasis masalah kelompok.
Beberapa materi dalam aplikasi ini bahkan dikaitkan dengan lingkungan lokal, seperti kawasan Tumbang Tahai di Kota Palangka Raya, sehingga lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Latihan soal dalam aplikasi ini juga disertai umpan balik instan, sehingga siswa dapat langsung mengetahui hasil sekaligus memahami kesalahan mereka.
Proses Pengembangan Aplikasi
Aplikasi ini tidak hanya dirancang dari sisi pembelajaran, tetapi juga dikembangkan langsung oleh Maulida sendiri. Ia mengaku tidak memiliki latar belakang teknologi informasi dan mempelajarinya secara otodidak. Awalnya, aplikasi dikembangkan menggunakan Google Sites berbasis web, sebelum kemudian diubah menjadi aplikasi Android.
“Di awal memang cukup sulit, tapi setelah paham alurnya jadi lebih mudah. Kalau konten sudah siap, dalam sehari bisa disusun. Kalau dari nol, biasanya butuh dua sampai tujuh hari,” ujarnya.
Penggunaan Aplikasi dalam Pembelajaran
Penggunaan aplikasi ini tidak dibatasi pada satu metode pembelajaran. Siswa dapat mengakses materi di rumah sebelum pembelajaran berlangsung, mencoba laboratorium virtual, hingga mengerjakan latihan soal secara mandiri. Di sekolah, aplikasi digunakan sebagai media pembelajaran, mulai dari mengakses materi, LKPD interaktif, hingga asesmen yang dilakukan secara digital atau paperless.
“Tidak harus selalu digunakan, tapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan model pembelajaran,” katanya.
Hasil dan Pengembangan Ke Depan
Seluruh siswa yang mempelajari materi SPLDV di kelasnya kini telah menggunakan aplikasi tersebut. Penggunaannya pun terus dikembangkan, seiring adanya pembaruan konten dalam aplikasi. Penggunaan Math Galaxy juga telah diuji melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan Maulida. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa.
Penelitian tersebut bahkan telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Anterior Jurnal. “Berdasarkan angket, siswa menyatakan aplikasi ini membantu mereka memahami materi dan membuat pembelajaran lebih menyenangkan,” ujarnya.
Ke depan, ia berencana mengembangkan Math Galaxy agar mencakup lebih banyak materi matematika di tingkat SMP. Ia ingin menghadirkan satu “semesta matematika” yang lengkap, yang dapat digunakan oleh siswa kapan saja dan juga dimanfaatkan oleh guru lain.





