
Infomalangraya.netArema FC bertekad memperbaiki komunikasi antarpemain saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan keenam Super League 2026/2027. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) pukul 19.00 WIB.
Bek Singo Edan, Achmad Maulana Syarif, mengakui sejumlah kesalahan koordinasi menjadi salah satu penyebab hasil kurang maksimal dalam pertandingan sebelumnya. Dia pun berharap pembenahan yang dilakukan tim bisa terlihat saat menghadapi Macan Kemayoran.
Pertandingan melawan Persija menjadi ujian penting bagi Arema FC setelah menelan kekalahan 1-3 dari Garudayaksa FC pada pekan kelima. Tim asuhan Marcos Santos itu berusaha memperbaiki sejumlah kelemahan agar kesalahan serupa tidak kembali merugikan mereka.
Koordinasi ketika membangun serangan maupun menjaga pertahanan menjadi perhatian dalam persiapan menghadapi laga tandang tersebut.
Apa Masalah Utama Arema FC Jelang Menghadapi Persija?
Achmad Maulana mengungkapkan masih terjadi miskomunikasi ketika Arema FC berusaha mengembangkan permainan dalam pertandingan sebelumnya.
Situasi tersebut membuat sejumlah upaya menyerang tidak berjalan maksimal. Di sisi lain, koordinasi pertahanan juga perlu diperbaiki agar lawan tidak mudah menemukan ruang untuk menciptakan peluang.
“Ya, mungkin kemarin ada beberapa miss error seperti saat kita coba menyerang di match sebelumnya, cuma ada beberapa miskomunikasi jadi hasilnya kurang maksimal,” kata pemain berposisi bek itu.
Sebagai pemain belakang, Achmad Maulana memahami pentingnya komunikasi untuk menjaga organisasi pertahanan sepanjang pertandingan. Koordinasi yang baik dibutuhkan agar pemain dapat menjaga posisi, membaca pergerakan lawan, dan menjalankan strategi yang disiapkan tim pelatih.
Arema FC kini berusaha membenahi persoalan tersebut sebelum menghadapi Persija yang sedang menunjukkan performa positif, meskipun baru saja menelan kekalahan pertamanya musim ini.
Achmad Maulana memastikan dirinya bersama rekan-rekan setim telah berupaya memperbaiki koordinasi di lapangan.
“Tapi saya pribadi dan teman-teman di lapangan sudah coba memperbaiki hal itu, dan kita akan buktikan nanti di match lawan Persija,” tambahnya.
Achmad Maulana Percaya kepada Marcos Santos
Di tengah hasil yang belum sesuai harapan, Achmad Maulana tetap memberikan kepercayaan kepada tim kepelatihan yang dipimpin Marcos Santos.
Kepercayaan tersebut diharapkan menjadi modal bagi para pemain untuk menjalankan pembenahan menjelang pertandingan pekan keenam Super League 2026/2027.
“Kalau dari saya, ya saya percaya sama tim kepelatihan Coach Marcos, dan kita akan coba di match lawan Persija,” imbuhnya.
Bagi Arema FC, perbaikan komunikasi bukan hanya menyangkut instruksi antarpemain. Aspek tersebut juga berkaitan dengan ketepatan mengambil keputusan, menjaga posisi, dan memahami pergerakan rekan setim ketika situasi pertandingan berubah.
Kesalahan saat menyerang dapat membuat penguasaan bola terputus dan memberi kesempatan kepada lawan untuk melakukan transisi. Sementara itu, koordinasi yang kurang baik saat bertahan berpotensi membuka ruang berbahaya di area pertahanan sendiri.
Karena itu, pertandingan melawan Persija menjadi kesempatan bagi Arema FC untuk menunjukkan perkembangan setelah melakukan evaluasi.
Bagaimana Mental Arema FC Setelah Hasil Kurang Memuaskan?
Achmad Maulana tidak menampik bahwa rentetan hasil yang kurang memuaskan menjadi tantangan bagi para pemain Arema FC. Situasi tersebut semakin menuntut tim untuk menjaga kekompakan saat menghadapi Persija.
“Ya, tentunya kalau dari sisi pemain, setelah pertandingan kemarin terus rentetan hasil yang kurang baik buat Arema,” ujar Achmad Maulana.
Hasil negatif dapat memengaruhi kepercayaan diri pemain. Namun, Arema FC berharap situasi tersebut justru menjadi dorongan untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas permainan.
Setiap pemain dituntut lebih disiplin menjalankan tugasnya, baik ketika menguasai bola maupun saat kehilangan penguasaan. Dengan koordinasi yang lebih baik, Singo Edan diharapkan mampu mengurangi kesalahan sendiri dan menjaga keseimbangan permainan.
Achmad Maulana menyadari pertandingan melawan Persija bukan tantangan mudah. Meski demikian, dia berharap pengalaman dari hasil-hasil sebelumnya dapat menjadi pelajaran bagi tim.
“Tentunya tidak mudah buat kita buat bisa comeback di pertandingan lawan Persija. Tapi rentetan kurang baik itu jadi bikin kita lebih kuat, lebih bersama, dan kita bakal nampilin yang terbaik nanti di match lawan Persija,” pungkasnya.
Persija Jadi Ujian Pembuktian Arema FC
Pertandingan melawan Persija menjadi momentum bagi Arema FC untuk memperlihatkan hasil evaluasi dari sejumlah pertandingan sebelumnya.
Persija memiliki keuntungan bermain di kandang dan berusaha kembali ke jalur kemenangan setelah menelan kekalahan perdana. Kondisi tersebut membuat laga di Stadion Patriot Candrabhaga berpotensi menjadi ujian berat bagi Singo Edan.
Bagi Arema FC, kemampuan menjaga komunikasi sejak awal pertandingan akan menjadi salah satu faktor penting. Koordinasi yang lebih baik diharapkan membantu tim mengurangi kesalahan sendiri sekaligus menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Achmad Maulana bersama rekan-rekannya kini memiliki kesempatan untuk membuktikan komitmen perbaikan yang telah disampaikan menjelang pertandingan.
Hasil akhir memang belum bisa dipastikan. Namun, penampilan yang lebih terorganisasi dan kekompakan di lapangan akan menjadi indikator penting bagi Arema FC dalam upaya bangkit dari periode sulit.
Singo Edan berharap pembenahan komunikasi, kepercayaan kepada tim pelatih, dan kebersamaan antarpemain dapat membantu mereka menghadapi tantangan dari Persija Jakarta.




