Ringkasan Berita:

  • RGW (66) diduga membacok kedua anak kandungnya, RP (31), seorang dokter, dan RMW (27), menggunakan senjata tajam jenis celurit di teras rumah kawasan Dukuh Kupang, Surabaya, pada Minggu (18/10/2026). 
  • Insiden dipicu perselisihan mengenai sertifikat rumah.

 

Laporan Wartawan Infomalangraya.net, Luhur Pambudi

Infomalangraya.net, SURABAYA – Kasus pembacokan terjadi di Surabaya.

Seorang ayah membacok dua orang anaknya karena perkara sertifikat rumah.

Insiden nahas tersebut, terjadi di teras rumah Jalan Dukuh Kupang Gang 26, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya, sekitar pukul 17.30 WIB, pada Minggu (18/10/2026). 

Informasinya, pelaku merupakan kakek satu cucu berinisial RGW (66).

Sedangkan korban anak pertama, perempuan berinisial RP (31) yang bekerja sebagai dokter, dan anak kedua, laki-laki, berinisial RMW (27). 

Kedua korban mengalami luka bacok akibat sabetan senjata tajam diduga jenis celurit. 

Korban RP terluka pada lengan tangan kanan atau dekat bahu. Bahkan, korban terpaksa menjalani perawatan medis di RSUD dr Soetomo Surabaya, hingga Selasa (20/10/2026). 

Sedangkan, Korban RMW terluka robek pada kulit kepala bagian ubun-ubun dan sayatan pada punggung. Namun, korban tidak sampai menjalani rawat inap. Setelah mendapatkan 15 jahitan, ia diperbolehkan pulang. 

“Dia pagar ditutup, keluarkan celurit, langsung bacok kakak saya 2 kali, bak bak, saya di sini langsung lari peluk dia, dia bacok membabi buta kena saya dan kakak saya,” ujar seraya sesekali memegangi perban pada kepalnya, saat ditemui di lokasi, sekitar pukul 14.00 WIB, pada Selasa (20/10/2026). 

Mengenang kembali peristiwa pada Minggu sore itu, membuat perasaan Korban RMW berkecamuk. Ia masih merasa syok dan dongkol, karena tak menyangka bahwa sang ayah bakal begitu nekat melukai kedua anak kandungnya. 

Padahal, permasalahan yang menyebabkan percekcokan berujung pembacokan tersebut, hanyalah perihal sertifikasi rumah. Lagi pula sertifikasi bangunan rumah yang diminta juga tidak sedang dalam penguasaan pihak ibundanya, berinisial LS. 

Ungkap Korban RMW, sang ayahanda sudah terbilang cukup lama tidak menemui mereka semenjak bercerai dengan ibundanya tiga tahun lalu tepatnya tahun 2023. Tapi, anehnya, sang ayahanda, tiba-tiba datang kembali lagi ke rumah tersebut, dan melakukan aksi pembacokan. 

“Baru 1-2 menit diajak omong baik-baik, dia tidak terima. Langsung menutup pagar, lalu mengeluarkan celurit dari balik jaketnya dan membacok membabi buta. Saya ada didekat situ. Pada saat membacok, saat untungnya pisau sudah saya buang, dia sempat mendorong nenek saya. Jatuh sampai kena meja,” ungkapnya. 

Rumah Korban RMW memang didesain terhubung antara bangunan tempat tinggal serta tempat ruangan aula untuk gereja. Lokasi peristiwa tersebut berada di area teras rumah. 

Luas terasnya berukuran sekitar 5 meter x 10 meter. Pintu gerbang rumah serta gereja menjadi satu berupa pagar teralis besi berlapis mika plastik berwarna putih. 

Nah, kejadian tersebut, sebenarnya berlangsung saat para jemaat gereja sedang beribadab di area dalam sekitar pukul 17.30 WIB. Teriakan akibat aksi pembacokan tersebut, sempat membuat beberapa jemaat berlarian keluar untuk menolong Korban RMW dan kakaknya yang terkapar bersimbah darah. 

“Para jamaah bantu memisah, histeris semua, kok bisa tempat ibadah dibuat seperti ini. Awalnya ke kakak saya (ngobrol). Bukan ngajak ke ibu. Katanya dia sudah komunikasi, nyatanya enggak tahu. Saya ada didekat situ,” katanya. 

Detik-detik amarah

Mengenai kronologi kejadiannya, Korban RMW tiba-tiba datang didampingi kakak perempuannya ke rumah yang sedang menyelenggarakan prosesi ibadah pada Minggu sore. 

Lalu, sang ayah sekonyong-konyong mendatangi kakak perempuan Korban RMW yakni Korban RP dan menuntut penyerahan dokumen atau sertifikat rumah secara kasar.

Mengingat lokasi tersebut merupakan tempat ibadah dan jemaat sudah mulai berdatangan ke dalam ruangan, Korban RP mencoba meredam suasana dengan mengajak sang ayah bergeser ke area teras agar bisa berbicara secara baik-baik. 

Namun, jauh panggang dari api, obrolan pendek sekitar 1-2 menit itu, malah berujung petaka. Sang ayah, mendadak menutup pintu pagar dengan cara menggesernya hingga rapat. Lalu, mengeluarkan sebilah celurit dari balik jaketnya. 

Tak pelak, sang ayah handa langsung melayangkan bacokan beberapa kali tepat ke arah tubuh si anak sulung; Korban RP hingga terluka robek pada lengan kanannya. 

Melihat itu, Korban RMW yang berdiri di area lain teras tersebut, langsung berlarian menyergap tubuh sang ayahanda guna merebut celurit tersebut dan membuangnya. 

Bahkan, Korban RMW melanjutkan, sesaat setelah celurit tersebut berhasil dilemparkan ke area lain teras, sang ayah sempat mendorong nenek korban hingga terjatuh dan membentur meja di lokasi kejadian.

“Baru 1-2 menit diajak omong baik-baik, dia tidak terima. Langsung menutup pagar, lalu mengeluarkan celurit dari balik jaketnya dan membacok membabi buta. Saya rangkul, saya pegang tangan kanannya yang memegang celurit, lalu sajamnya saya buang,” terangnya. 

 

Awal mula keretakan

Insiden berdarah tersebut disinyalir berakar dari sengketa sertifikat dan konflik keluarga yang memuncak sejak awal 2023. Menurut Korban, hubungan antara Roy dan anak-anaknya dulu terjalin sangat hangat dan harmonis.

Namun, perubahan drastis terjadi saat sang ayah mulai memasuki masa pensiun dari pekerjaannya sebagai sales di sebuah perusahaan farmasi swasta. 

Di tambah lagi, pada momen teras, sang ayah mulai menjalin hubungan dengan perempuan lain berinisial W, hingga berujung keputusan menceraikan ibundanya; LS. 

“Sebelum 2023 komunikasi bagus, seperti bapak dan anak layaknya. Cuma entah di awal 2023 itu kepribadiannya berubah, seperti menggila mungkin karena kebingungan mau pensiun,” ungkapnya. 

Tak cuma berhenti di situ, Korban RMW mengungkapkan, proses perceraian orangtuanya juga terkesan dipaksakan dan meninggalkan ketimpangan pembagian harta.

Bayangkan, sang ayah meminta agar ibundanya tidak usah datang ke persidangan dan dilarang memprotes atau membantah jika terdapat klausul vonis perceraian tanpa penuntutan harta dari sang istri. 

Alhasil, sang ayah memiliki tiga aset rumah, yakni dua rumah di Kabupaten Sidoarjo dan rumah di kawasan Jalan Medokan Sawah Timur, yang seharusnya menjadi warisan milik Korban RMW. 

“Ibu saya tidak boleh menggugat harta gono-gini dan tidak boleh menghadiri persidangan. Hartanya sudah diambil dia semua: tiga rumah (dua di Sidoarjo dan satu di Medokan). Rumah di Dukuh Kupang ini adalah warisan atas nama mama saya. Jadi klaim dia soal surat itu sebenarnya tidak jelas,” katanya. 

Luka batin

Kini, pelaku telah menyerahkan diri ke pihak berwajib, pihak keluarga mendorong Kepolisian untuk mengusut kasus ini menggunakan pasal penganiayaan berat atau dugaan pembunuhan berencana. 

Perbuatan sang ayah dianggap sudah sepantasnya dijerat dengan pasal pidana pembunuhan berencana, karena senjata celurit telah disiapkan dan disembunyikan rapat di balik pakaian pelaku sebelum tiba di lokasi.

“Saya harap dia dihukum seberat-beratnya. Sebagai anak laki-laki, melihat kakak perempuan saya seperti itu, saya sakit hati beneran. Saya tidak pernah membenarkan pria memukul wanita, apalagi melukai anak kandungnya sendiri,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya, Iptu Wahyu Zad Ngabekti mengatakan, pihaknya memang menyelidiki kejadian penganiayaan berat yang berlangsung menjelang petang tersebut.

Peristiwa itu bermula dari cekcok atau perselisihan mengenai urusan keluarga antara pelaku dan korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku yang merupakan lansia tersebut langsung menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian.

“Kronologinya ada cekcok masalah keluarga. Pelaku sudah ditahan, sudah menyerahkan diri. Untuk perkembangan nanti akan kami prbarui. Nanti akan dirilis dan disampaikan oleh Humas Polrestabes,” ujarnya saat dihubungi Infomalangraya.net, pada Selasa.

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di Infomalangraya.net

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version