Bacaan Injil Katolik Hari Ini: Renungan Harian untuk Hari Minggu Paskah III
Hari Minggu Paskah III adalah hari yang penuh makna dalam liturgi Gereja Katolik. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah putih, simbol dari kekudusan dan kemenangan Yesus Kristus atas maut. Bacaan-bacaan yang dibacakan dalam Misa hari ini mencakup beberapa kitab Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama, memberikan gambaran tentang kebangkitan Yesus dan pesan-pesan rohani yang relevan dengan kehidupan umat Katolik.
Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul 2:14,22-33
Petrus berdiri bersama kesebelas rasul dan berkata kepada orang-orang di Yerusalem: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.” Ia mengingatkan mereka bahwa Yesus dari Nazaret telah dinyatakan oleh Allah melalui kekuatan, mujizat, dan tanda-tanda. Yesus diserahkan oleh manusia, tetapi Allah membangkitkan-Nya dari kematian. Petrus menekankan bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dipastikan oleh Allah, dan bahwa Dia tidak ditinggalkan dalam dunia orang mati.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 16:1-2a,5,7-8,9-10,11
Mazmur ini menyampaikan rasa percaya dan harapan kepada Tuhan. Penulis mazmur mengungkapkan bahwa ia hanya memandang Tuhan, karena Ia menjadi perlindungan dan sumber sukacita. Dengan keyakinan, penulis mazmur menyatakan bahwa Tuhan tidak akan meninggalkannya dalam kematian dan akan membuka jalan kehidupan bagi dirinya.
Bacaan Kedua: 1 Petrus 1:17–21
Surat Petrus ini mengingatkan para murid bahwa mereka telah ditebus dengan darah Kristus yang tak ternilai harganya. Ia adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan pengharapan. Penulis menekankan bahwa iman dan pengharapan mereka harus tertuju kepada Allah, yang telah bangkitkan Yesus dari antara orang mati dan memuliakan-Nya.
Injil: Lukas 24:13–35
Kisah Emaus menceritakan dua orang murid yang sedang pergi ke kampung Emaus setelah Yesus disalibkan. Mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Tiba-tiba, Yesus datang dan berjalan bersama mereka, tetapi mereka tidak mengenal-Nya. Setelah Yesus menjelaskan Kitab Suci, mereka akhirnya mengenali-Nya saat Ia memecah roti. Ketika itu, mata mereka terbuka dan mereka merasa hati berkobar-kobar. Mereka kembali ke Yerusalem dan mewartakan pengalaman mereka.
Renungan Harian Katolik
Seorang frater yang lelah dan bosan dengan rutinitas di seminari bertemu dengan pembimbing rohaninya. Pembimbing itu menyarankan agar frater pulang dan merenungkan kisah Emaus. Setelah pulang, frater tersebut kembali dengan wajah ceria dan menyatakan bahwa ia pulih. Pesan Paus Fransiskus mengingatkan bahwa meskipun kita mulai dengan antusias, kita akan mengalami kelelahan. Dalam situasi seperti ini, kita perlu kembali kepada Yesus yang telah bangkit dan mengasihi kita. Dengan kembali kepada-Nya, cahaya dan harapan akan kembali menyala.
Dalam kelelahan dan kekecewaan, kita sering lupa bahwa Yesus selalu hadir dalam hidup kita. Dengan berdoa dan mengikuti Ekaristi, kita dapat memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Jangan biarkan kelelahan membuat kita jauh dari-Nya. Kembali kepada Yesus, dan kita akan dipulihkan.
Ya Tuhan, saat kami lelah, semangat meredup, sumber mengering, tolong kami untuk kembali tekun dan setia berjumpa dengan-Mu dalam doa dan Ekaristi. Mampukanlah kami untuk selalu berjalan bersama-Mu. Amin.





