Ringkasan Berita:
- Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XXII tahun A.
- Renungan harian katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
- Hari Minggu biasa XXII dengan warna liturgi hijau.
- Bacaan hari Minggu: Yer. 20:7-9; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27 dan BcO 1Tim 5:3-25.
Infomalangraya.net, MAUMERE –Mari simak bacaan injil Katolik hari ini Minggu 30 Agustus 2026.
Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XXII tahun A.
Renungan harian katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Hari Minggu biasa XXII dengan warna liturgi hijau.
Bacaan hari Minggu: Yer. 20:7-9; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27 dan BcO 1Tim 5:3-25.
Bacaan Pertama: Yer. 20:7-9;
P: Bacaan dari Kitab Yeremia. Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari. Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9;
Refren:
Jiwaku haus akan Dikau, ya Tuhan, Allahku.
Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9.
Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. (Refren)
Demikianlah aku memandang kepada-Mu  di tempat kudus,  sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.  Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. (Refren)
Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku  dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan,  dan dengan bibir yang bersorak-sorai  mulutku memuji-muji. (Refren)
Sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, Â dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. Â Jiwaku melekat kepada-Mu, Â tangan kanan-Mu menopang aku. (Refren)
Bait Pengantar Bacaan Injil: (Lih. Ef. 1:17–18)
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Allah Tuhan kita Yesus Kristus menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya.
U : Alleluia
Bacaan Injil Mat. 16:21-27
P: Inilah Injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
P: Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Â Â Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
Renungan : Memikul Salib dan Panggilan Kerendahan Hati
Dalam survei Katadata Insight Center tahun 2022, ditemukan bahwa lebih dari 60 persen generasi muda Indonesia merasa cemas terhadap masa depan dan menghindari tantangan yang berat. Gaya hidup instan dan serba nyaman menjadi pilihan banyak orang.
Fenomena ini mencerminkan kecenderungan untuk menghindari salib kehidupan. Namun, Yesus dalam Injil hari ini justru menegaskan bahwa siapa yang ingin mengikuti-Nya harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya. Ini bukan panggilan untuk menderita demi menderita, melainkan untuk mencintai secara total, bahkan jika itu menyakitkan.
Petrus, yang baru saja menyatakan iman akan Yesus sebagai Mesias, justru ditolak keras saat ia menolak realitas salib. “Enyahlah, Iblis,” kata Yesus, karena Petrus berpikir secara manusiawi, bukan ilahi. Kita pun sering menolak salib dalam bentuk kegagalan, kekecewaan, atau tuntutan moral yang sulit. Namun, dalam iman, salib bukan kutukan, melainkan jalan menuju kasih yang sejati dan keselamatan. Salib menyatukan kita dengan Kristus dan membawa kita keluar dari cinta diri menuju cinta yang memberi hidup.
Santo Ignatius Loyola berkata, “Tidak ada cinta sejati tanpa pengorbanan.” Sementara Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium no. 88 menegaskan bahwa orang kudus adalah mereka yang “tidak takut mengenakan wajah manusiawi Kristus yang menderita dan bangkit.” Artinya, kekudusan bukan soal menjauh dari kesulitan, melainkan menjadikan setiap pengorbanan sebagai wujud kasih yang hidup. Iman kita akan hampa jika tak diwujudkan dalam keberanian untuk memberi diri secara nyata.
Salib bisa berwujud komitmen menjaga kejujuran di tengah tekanan korupsi, merawat anggota keluarga yang sakit dengan sabar, menolak ikut menyebar kebencian di media sosial, atau mendampingi mereka yang tersingkir. Memikul salib adalah melibatkan diri secara aktif dalam penderitaan sesama. Maka, mari kita tidak malu menjadi murid Kristus yang memikul salib, sebab dalam salib ada harapan, ada kebangkitan, dan ada hidup yang kekal.
Tuhan Yesus, ajarlah kami mengenali salib dalam hidup kami dan menerimanya dengan iman. Jadikan kami murid-Mu yang setia, dan membawa terang bagi dunia. Amin. (sumber: iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).
Berita Infomalangraya.netLainnya di Google News





