Perayaan Misa Minggu Biasa III
Pada hari Minggu (25/1), umat Katolik di seluruh dunia akan berkumpul di gereja untuk mengikuti ibadah rutin mereka. Pada kesempatan ini, Gereja Katolik Universal akan melaksanakan Misa Minggu Biasa III, yang juga menjadi penutup bagi Pekan Doa Sedunia. Meskipun tidak ada hari raya atau peringatan khusus yang dirayakan, para umat tetap diwajibkan untuk hadir di gereja guna menerima pemberkatan.
Dalam ibadah tersebut, terdapat tiga bacaan Alkitab yang akan dibacakan dan menjadi bahan renungan selama misa. Bacaan-bacaan ini dikenal sebagai Bacaan Pertama, Bacaan Kedua, dan Bacaan Injil. Berikut adalah isi dari masing-masing bacaan tersebut:
Bacaan Pertama
Yesaya 8: 23b-9:3
Pada masa lalu, Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali. Namun, pada masa depan, Tuhan akan memuliakan jalan ke laut itu, yaitu daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar. Terang itu bersinar atas mereka yang diam di negeri kekelaman. Tuhan telah memberikan banyak sorak-sorai dan sukacita yang besar. Mereka bersukacita di hadapan-Nya, seperti orang yang bersukacita pada waktu panen dan bersorak-sorak saat membagi-bagi jarahan. Karena kuk yang menekan bangsa itu dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah dipatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
Bacaan Kedua
1 Korintus 1:10-13, 17
Saudara-saudara, aku menasihati kamu demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu. Sebaliknya, hendaklah kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Aku telah diberitahu oleh orang-orang dari keluarga Kloë bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan adalah, bahwa kamu masing-masing berkata: “Aku dari golongan Paulus.” Atau: “Aku dari golongan Apolos.” Atau: “Aku dari golongan Kefas.” Atau: “Aku dari golongan Kristus.” Apakah Kristus terbagi-bagi? Apakah Paulus disalibkan demi kamu? Atau apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus? Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, melainkan untuk memberitakan Injil. Dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Bacaan Injil
Matius 4:12-23
Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan tinggal di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali. Dengan demikian, genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”
Sejak waktu itu, Yesus mulai memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusuri danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, karena mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus.
Setelah pergi dari sana, Yesus melihat pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus; mereka sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka, dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Yesus.
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.





