Keterlibatan Pelaku dalam Penyerangan terhadap Aparat

Sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap aparat kepolisian saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, telah ditangkap. Dua orang dengan inisial R dan A ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

R ditangkap di sebuah rumah kayu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan, pada Sabtu (4/7/2026). Sementara itu, tersangka pelaku inisial A lebih dulu ditangkap pada Jumat (3/7/2026) di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, Katingan.

Dokumentasi di lokasi penangkapan menunjukkan bahwa pelaku tak terduga tampak dikawal sejumlah personel bersenjata lengkap saat dibawa keluar dari lokasi penangkapan di tepian Sungai Katingan. Kedua tangannya berada di belakang tubuhnya saat dievakuasi menuju tempat yang lebih aman.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyebut bahwa A masih memiliki hubungan keluarga dengan bandar narkoba BIO dan BU. Saat ini, penyidik masih mendalami peran A dan R dalam kejadian penyerangan terhadap aparat.

Siapa BIO dan BU?

BIO dan BU adalah residivis kasus narkotika yang beroperasi di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Keduanya melaporkan warga karena kembali menjalankan bisnis narkoba (sabu) di daerah setempat.

Aparat awalnya berhasil mengamankan BIO, namun keluarga dan warga sekitar memprovokasi serta menyerang petugas secara brutal menggunakan parang, balok kayu, dan senjata api rakitan. Akibatnya, BIO dan BU berhasil melarikan diri.

Tewaskan 3 Polisi

Penggerebekan bandar narkoba itu mengakibatkan tiga polisi meninggal dunia. Mereka adalah Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Korban pertama yang ditemukan meninggal dunia adalah Aipda Yudhie Perdana Putra. Ia ditemukan dengan luka akibat senjata tajam setelah terlibat dalam operasi penindakan terhadap bandar sabu. Sementara itu, dua anggota lainnya yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang setelah insiden penyerangan.

Jenazah Bripda Nopandri akhirnya ditemukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB. Sehari kemudian, Minggu (5/7/2026) pagi, jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei.

Operasi Awal dan Situasi yang Memburuk

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menuturkan, operasi bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah ke seorang target operasi berinisial BIO yang sudah diketahui merupakan residivis kasus narkotika.

Sebanyak 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan kemudian diterjunkan untuk melakukan penindakan. Sesampainya di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas melakukan penangkapan di rumah target, sedangkan tim kedua disiagakan sebagai unsur pendukung.

Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang. Menurut dia, situasi kemudian semakin tidak terkendali setelah massa terus datang dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan.

Dalam kondisi terdesak, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan pasukan. Sejumlah anggota bahkan terpaksa berenang di sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Penangkapan Terduga Pelaku

Di tengah proses yang terjadi, tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan berhasil menangkap seorang pria berinisial A yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satresnarkoba. Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut.

“Iya. Prioritas (saat ini) keselamatan anggota. Baru penyebaran kasus,” ujar Dodik. Terduga pelaku ditangkap di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Setelah diamankan, pria berinisial A langsung dibawa ke markas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan guna mendalami dugaan keterlibatannya dalam aksi pengeroyokan dan penyerangan terhadap petugas.

Brimob Siap Dikerahkan

Terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol Irwan Jaya, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban. “Pertama, saya turut berduka cita kepada keluarga korban, baik petugas maupun masyarakat yang turut menjadi korban dalam kejadian tersebut,” ujar Irwan Jaya saat ditemui di Sampit, Minggu (5/7/2026).

Ia menegaskan, sebagai Dansat Brimob, menyediakan dukungan penuh kepada satuan kewilayahan dalam setiap pelaksanaan penegakan hukum, termasuk operasi pemberantasan narkoba. Menurutnya, Brimob Polda Kalteng memiliki personel dan unit khusus yang siap diterjunkan sewaktu-waktu apabila diperlukan untuk mendukung operasi kepolisian di lapangan.

“Kami mempunyai tim dan unit-unit yang memang disiapkan. Pada saat dibutuhkan, kami siap membackup satuan wilayah karena itu juga merupakan bagian dari tugas kami,” tegasnya.

Irwan juga menilai, peristiwa yang merenggut nyawa tiga anggota Polri tersebut menjadi gambaran nyata bahwa peredaran narkoba di tengah masyarakat sudah sangat masif dan membutuhkan perhatian bersama. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya dapat mengandalkan aparat kepolisian semata, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Peredaran narkoba ini sangat memprihatinkan. Kejadian ini menunjukkan bahwa peredarannya sudah cukup masif. Polisi tidak mungkin bekerja sendiri tanpa adanya peran dan dukungan dari masyarakat,” katanya.

Ia berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dapat semakin diperkuat agar upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah berjalan lebih efektif, sekaligus mencegah kembali terulangnya peristiwa yang menelan korban jiwa dari aparat penegak hukum.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version