Kasus Pencurian di Toko Donat Surabaya: Calon Pegawai Diduga Lakukan Aksi Mencuri
Seorang calon pegawai toko donat, yang memiliki inisial DE, diduga melakukan aksi pencurian terhadap inventaris toko di Jalan Kedung Rukem, Surabaya. Aksi tersebut terjadi hanya dua hari setelah DE menjalani masa training. Pelaku diketahui mencuri berbagai barang seperti alat mesin press, tabung elpiji, tablet, dan uang operasional sekitar Rp200 ribu.
Aksi pencurian ini terekam oleh kamera CCTV pada pukul 02.00 WIB. Dari rekaman tersebut, terduga pelaku terlihat membawa kabur barang curiannya menggunakan mobil SUV berwarna hitam. Meski belum resmi bekerja di toko tersebut, DE masih menginap di hotel dekat Terminal Purabaya, Sidoarjo, sementara ia menjalani masa training.
Pengakuan dari Karyawan Toko
Karyawati toko donat, Mitha (45), menceritakan bahwa bosnya baru menyadari kehilangan barang berharga setelah merasa curiga melalui pemantauan kamera CCTV online. Ia menemukan beberapa benda hilang dan pintu toko dalam kondisi terbuka sedikit.
“Jam 04.00 subuhan (baru tahu barang raib) sebelum subuh. Iya. Tahunya karena ngecek CCTV. Oh, CCTV masuk ke HP gitu,” ujarnya saat ditemui Infomalangraya.net di lokasi.
Bos toko kemudian memeriksa dokumen video CCTV yang terhubung dengan perangkat ponselnya. Hasilnya, terduga pelaku pencurian adalah calon pegawai yang baru saja direkrut untuk bekerja. Sosok tersebut adalah laki-laki berusia sekitar 20-an tahun berinisial DE yang berasal dari Tangerang.
Latar Belakang Terduga Pelaku
Menurut informasi yang diketahui Mitha, DE baru tiba di Jatim pada Jumat (27/3/2026) sore. Ia diterima bekerja oleh bosnya setelah mengirimkan lamaran melalui platform pencarian kerja online. Selama masa training, DE menginap di sebuah hotel bintang tiga di dekat Terminal Purabaya, Desa Bungurasih, Waru, Sidoarjo.
Meskipun baru tiba, DE sempat ikut dalam proses pelayanan pembeli di toko. Namun, ia belum bekerja secara penuh. “Trainingnya, waktu datang dari Tangerang itu Jumat langsung ditraining. Terus ke sini jam 23.00 sempat ngopi kok ada orderan, Tutupnya jam 11 malam. Dia sempat ada orderan kok,” jelasnya.
Kerugian dan Cara Pembawaan Barang Curian
Berdasarkan informasi yang diketahui Mitha, terduga pelaku DE berhasil mencuri alat mesin press gelas plastik, dua tabung elpiji ukuran 3 kg berwarna hijau, dan sebuah gadget tablet alat operasional pesanan online. Diperkirakan kerugiannya sekitar belasan juta rupiah.
Si terduga pelaku DE diduga kuat menjalankan aksinya sendirian. Namun, cara bagaimana ia membawa kabur barang curiannya masih menjadi pertanyaan besar. Menurut cerita para tetangga di sekitar toko, DE membawa barang curiannya menggunakan mobil jenis SUV berbodi warna hitam. Warga juga melihat kendaraan tersebut berhenti cukup lama di depan toko.
“Katanya warga itu ada Avanza hitam. Katanya lho itu, dari CCTV kan nggak kelihatan. Iya. Katanya warga sini, ‘aku lihat, mbak, itu dijemput pakai Avanza hitam. Kurang tahu (kendaraan milik siapa). Pelatnya kode B. Ini aku catat,” katanya.
Tindakan yang Dilakukan
Mitha menambahkan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan kepada anggota Kepolisian setempat. Ia berharap si terduga pelaku DE dapat segera ditangkap agar tidak kembali melancarkan aksi di lokasi lain.
“Kayaknya sudah dilaporkan ke Polisi,” pungkasnya.
Sementara itu, Infomalangraya.net berusaha mengonfirmasi Kapolsek Tegalsari Polrestabes Surabaya Kompol Pandhu Andika terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Namun, hingga berita ini rampung ditulis, Pandhu belum merespon.





