Pentingnya Tekstur MPASI untuk Pertumbuhan Bayi
Saat bayi mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), salah satu hal yang harus diperhatikan adalah tekstur makanannya. Di awal pemberian MPASI, bayi biasanya diberikan makanan dengan tekstur yang lembut atau halus seperti bubur atau puree. Salah satu cara mudah untuk mendapatkan tekstur tersebut adalah dengan memblender bahan makanan.
Namun, seringkali Mama merasa khawatir bahwa memblender MPASI bisa menghilangkan nutrisinya. Apakah benar demikian? Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut penjelasannya:
Benarkah Memblender MPASI Bisa Menghilangkan Nutrisinya?
Menentukan tekstur MPASI yang tepat sesuai usia bayi sangat penting. Di awal MPASI, bayi akan diberikan makanan yang bertekstur lunak dan mudah dihaluskan oleh lidah serta langit-langit mulutnya. Salah satu cara untuk mencapai tekstur tersebut adalah dengan memblender makanan.
Namun, apakah memblender bisa membuat nutrisi hilang? Menurut informasi dari dr. Nur Agus Guna Winarto Wijata, Sp.A, tidak benar jika nutrisi MPASI jadi rusak karena panasnya pisau blender. Panas yang dihasilkan oleh pisau blender tidak cukup untuk merusak zat gizi dalam makanan.
Yang bisa menurunkan kandungan nutrisi adalah cara memasak yang salah, seperti direbus terlalu lama atau air rebusannya dibuang. Dengan demikian, menggunakan blender, food grinder, atau food processor aman untuk menyiapkan MPASI. Tidak ada aturan wajib bahwa MPASI harus disaring dan tidak boleh diblender.
Selain itu, yang tidak boleh dilakukan adalah memberikan tekstur MPASI terlalu halus secara terus-menerus. Hal ini bisa menyulitkan bayi dalam naik tekstur makanan.
Mengapa Naik Tekstur MPASI Penting bagi Bayi?
Naik tekstur MPASI sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, tekstur makanan yang berbeda membantu memenuhi kebutuhan kalori bayi seiring pertumbuhannya. Semakin bertambah usia, kebutuhan kalori bayi juga meningkat. Namun, pertambahan ukuran lambung bayi relatif lambat.
Kedua, latihan naik tekstur makanan membantu melatih kemampuan oromotor bayi. Oromotor yang baik sangat penting untuk perkembangan bicara. Keterlambatan bicara bisa disebabkan oleh kurangnya latihan oromotor.
Tekstur MPASI Usia 6-8 Bulan
Pada usia 6 hingga 8 bulan, tekstur MPASI yang diberikan bisa berupa:
- Makanan bertekstur lunak dan mudah dihaluskan oleh lidah dan langit-langit mulut bayi, seperti bubur atau puree buah dan sayuran.
- Makanan yang sedikit lebih keras tetapi masih bisa terurai menjadi potongan kecil dengan sedikit isapan atau kunyahan, seperti ubi kukus, alpukat, atau pisang.
- Makanan dengan tekstur cukup keras dan padat, seperti mangga. Meskipun agak sulit terurai, makanan ini bisa membantu melatih kemampuan mengunyah bayi.
Tiga jenis tekstur ini dapat meningkatkan keterampilan motorik mulut dan toleransi sensorik bayi terhadap berbagai tekstur makanan.
Tekstur MPASI Usia 9-12 Bulan
Di usia 9 hingga 12 bulan, kemampuan mengunyah bayi sudah berkembang. Oleh karena itu, tekstur makanan untuk bayi di rentang usia ini bisa ditingkatkan.
Bayi usia 9 hingga 12 bulan sudah bisa diperkenalkan dengan:
- Makanan lunak yang dicincang kasar, dipotong dadu, atau dicincang halus.
- Jika Mama memberi bubur atau puree, tidak perlu lagi diblender dan disaring. Cukup hancurkan dengan sendok atau alat masher.
- Makanan seperti keju, sayuran yang dimasak (wortel, labu, kentang, ubi jalar), buah potong, dan sereal gandum.
Jika Mama ingin memberikan buah pada bayi, berikan dengan potongan atau ukuran yang lebih besar. Ini bisa membantu melatih dan membangun keterampilan mengunyah bayi.
Kesimpulan
Dengan demikian, tidak benar jika memblender MPASI bisa membuat nutrisinya hilang. Yang membuat nutrisi MPASI berkurang adalah cara memasak yang salah. Semoga informasi ini bisa membantu Mama dalam menyiapkan MPASI si Kecil!
