Bocah SD di Medan Viral Karena Berani Melawan Penjambret
Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun dari Medan, Jovita Vianitan, menjadi sorotan setelah menunjukkan keberanian luar biasa dalam melawan penjambret yang mencuri tasnya. Insiden ini terjadi pada Sabtu (10/1/2026) siang dan viral di media sosial karena tindakan heroiknya.
Kejadian yang Menggemparkan
Pada saat kejadian, Jovita sedang berada di kamar mandi ketika seorang pria masuk ke rumahnya. Pria tersebut diduga adalah pelaku pencurian. Ia langsung mengambil tas milik Jovita yang berisi dompet dan ponsel. Saat mengetahui kejadian itu, Jovita berusaha mencegah pelaku kabur dengan menarik bagian belakang motor pelaku. Namun, pelaku tetap melaju, sehingga Jovita terseret sejauh sekitar 20 meter di atas aspal.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, tubuh mungil Jovita tampak berusaha bertahan meski motor pelaku terus melaju. Kaki Jovita terlihat terseret di belakang sementara ia masih memegang bagian motor. Akibatnya, kaki bocah tersebut mengalami luka berdarah-darah.

Penangkapan Pelaku
Dua minggu setelah kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku di tempat persembunyiannya di Riau. Pelaku yang diketahui bernama MIN ini merupakan residivis pencurian dengan dua kali hukuman di lapas pada tahun 2019 dan 2021. Selain itu, ia juga pernah terlibat dalam kasus pencurian laptop di Polres yang diproses di Polsek Sunggal.
Menurut Kombes Ricko Taruna Mauruh, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan tim gabungan Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan. Dari kesaksian korban dan para saksi serta pengecekan rekaman CCTV di sejumlah titik, tim berhasil menemukan identitas pelaku.
Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut, tim gabungan melakukan pengejaran di wilayah Medan dan Pekanbaru. Akhirnya, pada hari Jumat (23/1/2026), tim berhasil mengamankan pelaku MIN di wilayah Riau. Pelaku ditangkap saat sedang berada di kebun pamannya setelah pulang dari ladang.
Motif dan Perkembangan Terkini
Dari hasil interogasi terhadap pelaku, diketahui bahwa motif aksinya adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Uang hasil curiannya digunakan untuk membayar cicilan kredit sepeda motor yang digunakan pelaku dalam aksi pencurian.
Saat ini, pelaku telah dibawa ke Polda Sumut untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Sementara itu, keluarga Jovita masih bersyukur karena kondisi anaknya tidak mengalami cedera parah. Meskipun kaki Jovita berdarah-darah, tangan dan bagian tubuh lainnya tidak mengalami cedera berat.
Keluarga menyatakan bahwa pelaku bertindak sendirian dan hanya membawa tas berisi uang Rp 100 ribu milik ayah Jovita. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait insiden tersebut. Tribun Medan masih berupaya mengonfirmasi Polsek Medan Labuhan mengenai kasus penjambretan tersebut.
Kesimpulan
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya keberanian dan kesadaran masyarakat dalam melawan tindak kejahatan. Jovita Vianitan menjadi contoh nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk bertindak tegas dalam menghadapi ancaman. Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar.





