Rekor Impresif Bajul Ijo Pecah oleh Bhayangkara FC
Persebaya Surabaya harus menerima kekalahan dari tamunya, Bhayangkara FC, dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (14/2/2026) malam ini. Kekalahan ini sekaligus menghentikan rekor impresif Bajul Ijo yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam 13 laga beruntun.
Dalam pertandingan pekan ke-21 Super League 2025/2026 ini, dua gol kemenangan Bhayangkara FC dicetak oleh Henri Doumbia pada menit ke-24 dan Moussa Sidibe di masa injury time babak pertama, tepatnya menit 45+1. Sementara itu, gol semata wayang Persebaya yang mencoba bangkit di babak kedua dicetak oleh striker asing mereka, Mihailo Perovic, pada menit ke-64.
Jalannya Pertandingan
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan berlangsung jauh lebih menarik. Persebaya yang tertinggal 0-2 di babak pertama mencoba bermain lebih agresif untuk mengejar ketertinggalan. Bajul Ijo langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit dibunyikan.
Meski terus mencecar pertahanan lawan, Persebaya yang mendominasi permainan sempat kesulitan menciptakan peluang bersih. Peluang emas pertama Persebaya baru tercipta pada menit ke-55 lewat tendangan jarak jauh keras mendatar dari Milos. Namun, bola masih bisa ditepis oleh kiper Bhayangkara, Aqil Savik.
Bola muntah yang kembali disambar oleh Gali Freitas, juga gagal berbuah gol karena Aqil kembali melakukan tepisan berkelas. Upaya tak kenal lelah tuan rumah akhirnya membuahkan hasil. Terus menekan, akhirnya Persebaya bisa mencetak gol pada menit ke-64 melalui tendangan melengkung Mihailo Perovic. Gol ini tercipta melalui skema serangan yang cantik.
Memanfaatkan umpan Gali Freitas yang sempat terjadi gerakan dummy atau tipuan dari Jefferson Silva, Mihailo Perovic melepaskan tendangan yang sukses mengoyak jala gawang lawan dan mengubah skor menjadi 1-2. Keberhasilan memperkecil kedudukan membuat Persebaya semakin bersemangat menyerang untuk mencari gol penyeimbang.
Drama Ulur Waktu
Persebaya secara bergelombang terus mencecar pertahanan Bhayangkara FC hingga memasuki menit ke-70. Di sisi lain, Bhayangkara FC yang lebih banyak ditekan hanya mencoba menciptakan peluang lewat skema serangan balik, namun upaya mereka selalu kandas di barisan pertahanan Bajul Ijo.
Persebaya kembali mendapat peluang emas pada menit ke-75 lewat tendangan Rachmat Irianto, namun sayang bola hanya mendarat tipis di atas mistar gawang lawan. Situasi semakin memanas menjelang akhir laga. Terus ditekan, pemain Bhayangkara FC mencoba mengulur-ngulur waktu dengan berbagai cara untuk mempertahankan keunggulan.
Akal bulus pemain Bhayangkara FC ini diendus oleh wasit Yudai Yamamoto. Wasit asal Jepang tersebut bertindak tegas dengan mengeluarkan banyak kartu kuning kepada pemain Bhayangkara FC. Tercatat hingga menit ke-89, total ada 6 kartu kuning yang dilayangkan wasit kepada kubu tim tamu akibat taktik buang-buang waktu tersebut.
Persebaya tidak mengendorkan serangan hingga menit tambahan waktu. Namun, segala upaya mereka belum membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi. Skor 1-2 untuk kemenangan Bhayangkara FC menjadi hasil akhir pertandingan.
Kekecewaan Bernardo Tavares: Soroti Time Wasting
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Juru taktik asal Portugal ini menilai timnya menciptakan banyak peluang, namun gagal dikonversi menjadi gol.
“Kami menciptakan beberapa peluang di babak pertama, tetapi kami tidak menembak dengan akurat,” kata Bernardo Tavares kepada awak media usai laga.
“Kami lebih banyak menembak ke gawang. Kami menciptakan peluang, tetapi sayangnya kami hanya mencetak satu gol,” tambahnya.
Selain masalah penyelesaian akhir, Tavares juga menyoroti taktik mengulur waktu yang dilakukan pemain Bhayangkara FC. Menurutnya, tambahan waktu lima menit yang diberikan wasit tidak sebanding dengan banyaknya waktu yang terbuang.
“Saya rasa wasit perlu memberikan waktu tambahan lebih banyak. Lima menit, ketika satu tim, di babak pertama dan babak kedua, selalu mencoba untuk mengulur waktu,” tegas Tavares.
“Saya terkejut wasit hanya memberi waktu lima menit. Tapi ini bukan alasan, ini hanya kenyataan,” imbuhnya.
Permintaan Maaf Kepada Bonek
Gagal mempersembahkan poin di kandang, Tavares menyampaikan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita yang telah memadati Stadion GBT. Ia mengapresiasi dukungan luar biasa yang diberikan suporter.
“Terima kasih kepada para pendukung yang datang ke stadion untuk mendukung kami. Suasananya fantastis. Kami akan belajar dari kekalahan ini untuk bisa lebih baik di pertandingan berikutnya,” pungkas pelatih berusia 45 tahun itu.
Senada dengan sang pelatih, kiper Persebaya Andhika Ramadhani juga mengungkapkan penyesalannya.
“Mewakili pemain, saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita atas hasil buruk yang kami dapatkan. Kami telah berusaha sebaik mungkin sesuai arahan pelatih. Namun kali ini, kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan. Kami mohon maaf,” ujar Andhika.
Posisi di Klasemen Sementara
Bagi Bhayangkara FC, kemenangan ini menjadi pelipur lara setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Borneo FC. Sementara bagi Persebaya, hasil ini sangat menyakitkan karena menghentikan catatan 13 pertandingan beruntun tanpa kekalahan.
Meski gagal mendulang poin, Persebaya Surabaya masih bertahan di papan atas. Bajul Ijo saat ini menempati peringkat lima klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 35 poin.





