Berita Terpopuler di NTT Hari Ini
Berikut ini adalah lima berita yang menjadi perhatian utama masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini. Berita-berita tersebut mencakup berbagai isu penting seperti kondisi jalan, pelantikan pejabat, dan kebijakan pemerintah.
1. Jalan Sabuk Merah Malaka Ke Belu di Desa Alas Putus Total
Jalan Sabuk Merah yang menjadi jalur vital penghubung antara Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu serta alternatif menuju negara tetangga Timor Leste mengalami kerusakan parah akibat longsoran tanah.
Titik kerusakan terjadi di wilayah Aidiku, Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. Akibatnya, aktivitas transportasi di jalur tersebut sempat lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian badan jalan ambruk dan jatuh ke sisi tebing akibat hujan deras yang terus-menerus mengguyur kawasan tersebut. Longsor juga menyebabkan ruas jalan menyempit drastis dan membahayakan pengguna jalan.
2. Bupati Falentinus Lantik 62 Pejabat Lingkup Pemkab TTU
Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo melantik 62 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten TTU.
Pelantikan tersebut melibatkan pejabat eselon II, III, dan IV. Acara digelar di Kantor Bupati TTU Sementara, Provinsi NTT, Rabu (24/6/2026). Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, Forkopimda Kabupaten TTU, Plh Sekda TTU, Trinimus Olin, para Asisten Setda TTU, pimpinan OPD, dan para pejabat terlantik.
3. Kadis PUPR Sebut Penanganan Babia akan Dimulai dari Jalur Oenitas
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Martelens Liu, menyatakan bahwa penanganan titik longsor di sebagian wilayah TTS terus dilakukan.
Penanganan akan dimulai dari titik Oenitas. Titik longsor kembali menjadi masalah saat hujan berkepanjangan terjadi di TTS. Setelah jalur Oenitas, kini Jalur Babia lumpuh akibat runtuhan tebing yang menutupi jalan.
Martelens menjelaskan bahwa penanganan Babia akan dimulai dengan mengangkut dan membuang material longsoran. Mobilisasi alat dilakukan pagi hingga siang untuk mempercepat proses perbaikan.
4. Tidak Ada LPG Subsidi, Warga di Sumba Timur Andalkan Minyak Tanah
Ketidakhadiran LPG 3 kg yang disubsidi pemerintah di Kabupaten Sumba Timur memaksa sejumlah warga mengandalkan minyak tanah sebagai alternatif utama.
Weni, salah satu warga Kelurahan Mauhau, Kecamatan Kambera, mengatakan bahwa minyak tanah sangat dibutuhkannya. Dalam seminggu, ia membutuhkan 20 liter minyak tanah dengan harga eceran tertinggi Rp4.000 per liter.
5. Buka Pacuan Kuda Camat Bangedo Cup Tahun 2026, Bupati Ratu Wulla: Kembangkan Olahraga Pacuan Kuda
Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, secara resmi membuka kegiatan turnamen pacuan kuda Camat Bangedo Cup tahun 2026.
Baginya, pacuan kuda merupakan warisan budaya yang telah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Ia mendorong masyarakat terus mengembangkan olahraga berkuda agar lahir atlet-atlet hebat yang bisa berlaga di tingkat nasional maupun internasional.





