Renungan Mingguan: Orang yang Takut Kepada Tuhan dan Mengamalkan Kebenaran Berkenan Kepada-Nya
Pembacaan Alkitab dalam renungan mingguan kali ini mengambil dari Kisah Para Rasul 10:34-43. Tema utama renungan adalah “Orang Yang Takut Akan Dia Dan Yang Mengamalkan Kebenaran Berkenan Kepada-Nya.” Renungan ini mengajak kita untuk memahami bagaimana Tuhan mengasihi semua bangsa, tidak membeda-bedakan antara orang satu dengan yang lain, dan bagaimana kebenaran akan berkenan kepada-Nya.
Perbedaan yang Tidak Harus Menjadi Penghalang
Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, lingkungan pergaulan atau circle pertemanan kita bisa menjadi toxic jika di dalamnya terdapat perbedaan-perbedaan tertentu. Misalnya, ada yang berkata, “si A badannya gemuk, tidak usah diajak bergaul,” atau “si B tidak terlalu pintar, jangan diajak berteman.” Hal-hal tersebut dapat dikatakan sebagai persoalan rasis.
Perbedaan bukanlah masalah, tetapi bagaimana kita menyikapinya. Persoalan rasisme sudah menjadi isu lama yang muncul di berbagai belahan bumi. Perbedaannya tidak hanya tentang body weight, warna kulit, atau ras, tetapi juga masalah kepercayaan. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan bahwa perbedaan bisa menjadi penghalang untuk saling menghargai dan mencintai.
Kisah Kornelius: Seorang Perwira Romawi yang Saleh
Dalam Kisah Para Rasul 10, kita dikenalkan dengan Kornelius, seorang perwira dalam pasukan Romawi. Ia bukan seorang Yahudi, sehingga dianggap sebagai “orang kafir” oleh masyarakat Yahudi pada masa itu. Namun, meskipun ia bukan orang Yahudi, Allah memperhatikan ibadahnya. Kornelius disebut sebagai orang yang saleh (ayat 2). Meski kesalehannya belum berdasarkan pemahaman yang benar, Allah memberi perhatian terhadap hal itu.
Saat itu, belum ada bangsa non Yahudi yang percaya kepada Yesus. Di saat itulah Tuhan mengutus Petrus melalui sebuah penglihatan. Dalam penglihatan itu, Petrus melihat beberapa binatang berkaki empat yang dianggap haram, tetapi Tuhan mengatakan bahwa apa yang dikatakan halal oleh-Nya jangan dikatakan haram (ayat 15). Meski awalnya tidak mengerti, Petrus tetap menjalankan perintah Tuhan.
Pengalaman Baru bagi Petrus
Petrus akhirnya pergi bersama orang suruhan Kornelius. Ketika tiba di rumah Kornelius, ia melihat banyak orang berkumpul menanti kedatangannya, dan mereka bukan orang Yahudi. Saat itu, Petrus mulai memahami maksud Tuhan dalam penglihatan itu. Ia awalnya memahami bahwa karya keselamatan Yesus hanya untuk orang Yahudi karena Yesus sendiri adalah orang Yahudi. Namun, setelah mengunjungi Kornelius, ia menyadari bahwa keselamatan Yesus tidak terbatas hanya untuk orang Yahudi.
Petrus berani bersaksi tentang karya keselamatan Yesus Kristus. Dalam narasi ini, diceritakan bagaimana kuasa Roh Kudus memenuhi setiap pendengar. Bahkan, orang-orang yang datang bersama Petrus (ayat 45) mengerti bahwa karya keselamatan Yesus adalah untuk semua bangsa, bukan hanya untuk orang Yahudi saja. Mereka menjadi saksi atas peristiwa ini dan mengkonfirmasi bahwa Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan semua bangsa.
Dua Pelajaran Penting dari Peristiwa Ini
Melalui peristiwa ini, kita belajar dua hal penting:
-
Tuhan Mengasihi Semua Bangsa
Tuhan tidak membeda-bedakan orang. Semua orang dikasihi-Nya. Bahkan sejak awal, ketika Tuhan menetapkan bangsa Israel, Ia menaruh perintah kepada mereka untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Demikian pula dengan kita pada masa kini. Tuhan meminta kita untuk berjuang menjadi berkat bagi orang lain, menjauhi sikap pilih kasih atau rasis. Kita tidak boleh cuek atau tidak peduli dengan apa yang terjadi pada orang lain. -
Doa adalah Kunci untuk Memahami Rencana Tuhan
Penting untuk diingat bahwa Tuhan menyatakan maksud dan rencana-Nya kepada Petrus dan Kornelius ketika mereka berdoa. Betapa pentingnya kita belajar untuk lebih disiplin dalam berdoa. Ada banyak orang yang sangat setia beribadah, belajar tentang Amanat Agung Tuhan Yesus, dan bagaimana melakukan penginjilan, tetapi kurang dalam hal berdoa. Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan melalui doa kita mengakui bahwa kita butuh pertolongan dari Tuhan.
Panggilan untuk Menjadi Saksi Kristus
Sebagai pembina dan remaja Kristen, kita perlu terus menyadari panggilan kita sebagai saksi Kristus di tengah dunia. Itu berarti menampilkan arti hidup yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Tujuan kita adalah agar orang lain pun bisa mengalami keselamatan melalui pengenalan akan Kristus. Maukah kita mengerjakan panggilan ini dalam hidup setiap hari? Tuhan Yesus menolong kita semua. Amin.
