Seiring munculnya gelombang petenis dari Asia, Australian Open 2026 menjadi ajang yang menarik perhatian. Indonesia turut bersemangat dengan kehadiran Janice Tjen, yang akan memulai debutnya di turnamen bergengsi ini.
Janice Tjen akan mengikuti Australian Open 2026 setelah sebelumnya tampil di US Open 2025, di mana dia berhasil melaju hingga babak kedua. Kiprahnya di putaran utama Australian Open merupakan pencapaian luar biasa, karena ia menjadi tunggal putri pertama dari Indonesia yang berhasil lolos setelah Angelique Widjaja pada 2004.
Pencapaian ini juga mengakhiri penantian panjang bagi kontestan tunggal putri asal Indonesia selama 22 tahun. Sebagai pemain yang telah mengantongi trofi WTA Tour, Janice membawa harapan baru bagi tenis Indonesia.

Selain Janice, Filipina juga memiliki wakilnya yaitu Alexandra Eala. Eala lebih berpengalaman karena telah mengikuti tiga ajang Grand Slam pada tahun lalu, termasuk French Open, Wimbledon, dan US Open. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, untuk melaju ke semifinal Miami Open tahun lalu.
Di sisi lain, Thailand juga tidak ketinggalan dengan Lanlana Tararudee dan Mananchaya Sawangkaew yang akan tampil di sektor tunggal putri Australian Open 2026. Mereka sempat bersaing di SEA Games 2025 bulan lalu, dan kini akan menjadi kompetitor di panggung internasional.
Janice dan Eala mendapat perhatian khusus dalam artikel yang tayang di laman resmi Australian Open 2026 tentang gebrakan para petenis baru dari Asia. Eala menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diterimanya.
“Saya berusaha untuk menerimanya dengan rasa syukur sebanyak mungkin,” katanya dalam wawancara The Sit-Down.
“Saya tahu tidak banyak pemain yang memiliki platform seperti ini, dan, Anda tahu, sebuah berkah untuk memiliki dukungan ini di belakang saya.”
“Jadi, ya, saya tidak akan mengatakan bahwa ini datang tanpa tekanan sama sekali,” tambahnya.
Baik Tjen maupun Eala mengembangkan karier mereka di luar negeri. Eala berlatih di akademi milik petenis legendaris Rafael Nadal di Mallorca, Spanyol sejak usia 13 tahun. Di sisi lain, Janice mengasah kemampuan sekaligus menuntut ilmu di Amerika Serikat. Dia lulus dari Pepperdine University pada 2024.
Kompetisi antar-kampus di Amerika Serikat sangat terstruktur, sehingga menjadi jalan menuju karier profesional. Gaya main Janice dibanding-bandingkan dengan legenda tenis Australia, Asleigh Barty. Cara Janice melakukan tembakan forehand dan slice backhand dinilai mirip dengan pemilik tiga gelar juara Grand Slam. Bahkan, bentuk topi yang mereka pakai pun mirip.
Kemenangan mengejutkan Janice pada babak pertama US Open 2025 sempat disorot oleh media Negeri Kanguru. Janice tidak kaget saat permainannya dibanding-bandingkan dengan Barty.
“Saya akan bilang, dia adalah panutan saya. Saya akan melihat sedikit pertandingan-pertandingan dia dan mencoba meniru apa yang berhasil untuk saya dan apa yang tidak.”
“Saya hanya mencoba untuk memahami permainannya sedikit lebih jauh,” ucapnya.
Selain Janice, Indonesia juga akan diwakili oleh Aldila Sutjiadi yang akan bertanding di ganda putri Australian Open 2026. Dia dan Janice akan menjadi lawan setelah lebih dahulu menjalin kolaborasi dengan pasangan masing-masing dari luar negeri di ajang ini.
Janice akan tampil lebih dulu dengan babak pertama sektor tunggal pada Selasa (20/1/2026). Lawannya adalah petenis Kanada berdarah Filipina, Leylah Fernandez.




