Infomalangraya.net, JAKARTA – Diabetes telah menjadi penyakit yang menghantui banyak orang selama bertahun-tahun. Setelah terdiagnosis, kebanyakan orang berpikir bahwa kondisi ini tidak bisa disembuhkan dan akan menjadi beban seumur hidup. Namun, kini situasi mulai berubah. Banyak penelitian menunjukkan bahwa dengan perubahan gaya hidup yang tepat, diabetes dapat dikelola bahkan mencapai remisi.
Remisi diabetes berarti kadar gula darah kembali normal tanpa memerlukan penggunaan obat atau hanya menggunakan sedikit obat. Hal ini terjadi ketika tubuh kembali sensitif terhadap insulin dan pankreas mendapat kesempatan untuk pulih. Meskipun tidak ada obat mujarab, penelitian menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, seperti penurunan berat badan dan pola makan yang sehat, dapat membantu mencapai remisi.
Jenis-jenis diabetes:
- Prediabetes – Penderita prediabetes memiliki peluang tinggi untuk mencapai remisi melalui perubahan gaya hidup. Dengan diet seimbang dan olahraga rutin, mereka dapat menurunkan berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin.
- Diabetes tipe 1 – Kondisi ini adalah penyakit autoimun di mana sel-sel penghasil insulin dihancurkan oleh sistem imun. Remisi jarang terjadi dan biasanya hanya bisa dilakukan melalui transplantasi pankreas. Namun, mayoritas pasien tetap harus mengelola kondisinya seumur hidup.
- Diabetes tipe 2 – Bagi penderita diabetes tipe 2, remisi lebih mungkin tercapai melalui perubahan gaya hidup yang signifikan. Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang drastis dan pengurangan kalori dapat membantu mengembalikan fungsi insulin.
Beberapa studi menunjukkan bahwa diet rendah kalori dan program penurunan berat badan terstruktur dapat meningkatkan peluang remisi. Misalnya, dalam Uji Klinis Remisi Diabetes (DiRECT) di Inggris, hampir 46% peserta mengalami remisi setelah satu tahun. Studi lain yang diterbitkan di The Lancet menunjukkan bahwa 46% peserta dalam kelompok intervensi berhasil mencapai remisi, dibandingkan hanya 4% pada kelompok kontrol.
Studi PubMed tahun 2023 juga menemukan bahwa intervensi gaya hidup memberikan efek positif pada remisi diabetes, penurunan berat badan, dan kualitas hidup. Berbagai jenis diet, termasuk rendah energi, rendah karbohidrat, dan Mediterania, dikombinasikan dengan aktivitas fisik rutin, secara signifikan meningkatkan peluang remisi.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa penurunan berat badan, meskipun bukan solusi instan, tetap menjadi kunci utama dalam mencapai remisi. Studi tahun 2024 di PLOS Medicine menemukan bahwa penurunan berat badan lebih dari 10% berkorelasi dengan tingkat remisi yang jauh lebih tinggi. Bahkan di luar uji klinis, penurunan berat badan yang konsisten terbukti efektif dalam mengurangi risiko diabetes.
Strategi Gaya Hidup untuk Remisi Diabetes
Untuk mencapai remisi atau mengelola diabetes, seseorang perlu menggabungkan beberapa strategi. Pertama, penting untuk mengatur pola makan dengan diet nabati yang dipersonalisasi. Kedua, aktivitas fisik dan olahraga teratur harus dilakukan agar berat badan turun secara bertahap. Ketiga, manajemen stres dan tidur yang cukup sangat penting karena memengaruhi hormon yang mengatur kadar gula darah.
Selain itu, penggunaan obat oral yang ditujukan untuk mengontrol glukosa dan meningkatkan sensitivitas insulin, serta terapi insulin, bisa menjadi pilihan tambahan. Operasi bariatrik juga bisa dipertimbangkan bagi penderita diabetes yang mengalami obesitas berat.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan panduan yang tepat. Tidak semua orang dapat sepenuhnya pulih dari diabetes, tetapi dengan gaya hidup yang sehat, banyak orang bisa mencapai kontrol yang lebih baik dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Usia, durasi diabetes, dan kerusakan pankreas juga memengaruhi kemungkinan remisi. Dengan kombinasi diet, aktivitas, dan saran medis yang tepat, banyak orang bisa menjalani kehidupan yang lebih sehat dan mandiri.
