PT Blue Bird Tbk. (BIRD) telah menunjukkan kinerja yang stabil sepanjang tahun lalu, dan kini perseroan sedang mempersiapkan berbagai strategi untuk memastikan pertumbuhan bisnis dapat terjadi secara berkelanjutan di tahun ini. Direktur Utama Blue Bird, Andre Djokosoetono, menjelaskan bahwa keberhasilan kinerja BIRD pada 2025 tidak lepas dari upaya investasi berkelanjutan yang dilakukan sepanjang tahun sebelumnya. Strategi seperti penambahan armada dan optimalisasi aplikasi dinilai menjadi mesin pendorong utama kinerja solid perusahaan.

“Pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital. Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan mobility as a service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda,” ujar Andre dalam keterangan resminya.

Penambahan Armada dan Ekspansi Jaringan Operasional

Selama tahun 2025, Blue Bird berhasil menambahkan setidaknya 1.800 armada baru, sehingga total armada perseroan mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik. Ekspansi jaringan operasional juga dilakukan melalui peningkatan jumlah pool menjadi 58 lokasi dan perluasan pangkalan yang kini mencapai sedikitnya 1.300 titik di berbagai kota di Indonesia.

Dari sisi digital, aplikasi MyBluebird mencatatkan peningkatan pengguna lebih dari 30%, dengan kontribusi pemesanan melalui aplikasi mencapai 40% dari total transaksi. Fitur fixed price juga mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga dua kali lipat.

Fokus Pada Kualitas Layanan dan Relevansi Solusi

Menjelang 2026, BIRD akan lebih fokus pada mempercepat pengembangan bisnis melalui ekspansi yang lebih adaptif ke kota-kota strategis, sekaligus memperkuat ekosistem layanan sesuai dengan karakter masing-masing wilayah. Andre menekankan bahwa pihaknya akan mengembangkan model layanan yang lebih fleksibel untuk menjangkau spektrum kebutuhan pelanggan yang semakin luas, dengan tetap mempertahankan standar keamanan dan kenyamanan ala BIRD.

Strategi ini tidak berfokus pada kompetisi harga, melainkan pada perluasan relevansi layanan. “Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Andre.

Kinerja Keuangan 2025

Berdasarkan laporan keuangannya, BIRD membukukan pendapatan neto sebesar Rp5,7 triliun sepanjang 2025. Pendapatan ini naik 13,20% secara tahunan dari Rp5,03 triliun pada 2024. Pendapatan ini diperoleh dari pendapatan taksi sebesar Rp3,99 triliun, dan pendapatan non-taksi sebesar Rp1,71 triliun pada tahun 2025.

Sementara itu, beban langsung BIRD naik 14,09% secara tahunan dari Rp3,41 triliun pada 2024, menjadi Rp3,89 triliun pada 2025. Meski beban pokok meningkat, laba bruto BIRD tercatat naik 11,35% menjadi Rp1,81 triliun pada 2025. Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, laba bersih BIRD pun meningkat 8,65% secara tahunan menjadi Rp635,8 miliar. Sebelumnya, pada 2024, BIRD mencetak laba bersih sebesar Rp585,19 miliar.

Sampai akhir 2025, BIRD mencatatkan kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp1,34 triliun, dengan penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp5,86 triliun. Total aset BIRD mencapai Rp9,65 triliun pada akhir 2025, naik dari Rp8,4 triliun dari akhir 2024. Total liabilitas BIRD juga tercatat meningkat menjadi Rp3,32 triliun sepanjang 2025, dari sebelumnya Rp2,44 triliun sepanjang 2024. Adapun, total ekuitas BIRD juga naik dari Rp5,99 triliun pada 2024 menjadi Rp6,32 triliun pada 2025.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version