Gempa M 7,2 di Kota Kinabalu Tidak Menimbulkan Dampak Serius di Tarakan
Hingga pukul 11.40 WITA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan menyatakan bahwa tidak ada laporan kerusakan atau dampak signifikan akibat gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) yang terjadi di Kota Kinabalu, Malaysia. Meski begitu, sejumlah warga sempat merasakan getaran ringan pada dini hari.
Beberapa warga mengaku merasakan getaran kecil sekitar pukul 2 dini hari, namun mayoritas tidak merasakan gempa sama sekali. Kepala BPBD Tarakan, Yonsep, meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi risiko kebencanaan, meskipun gempa kali ini tidak menimbulkan dampak serius.
Warga Merasa Getaran Ringan
Menurut Yonsep, hingga siang ini belum ada laporan resmi dari pihak kelurahan terkait dampak gempa. Namun, ia mengungkapkan bahwa beberapa warga Juata Laut sempat menghubungi dirinya untuk memastikan apakah benar ada gempa.
“Cuma memang dini hari tadi persis jam dua lewat berapa menitlah, itu sempat ada yang menelpon saya warga Juata Laut, ngerasain kayak ada gempa,” ujarnya.
Namun, warga tersebut hanya bertanya untuk memastikan apakah benar ada gempa. Tidak ada laporan resmi yang masuk.
Yonsep juga menyebutkan bahwa tiga orang dari wilayah Barat dan Utara sempat bertanya apakah ada gempa. Ia menjelaskan bahwa informasi yang ia terima adalah gempa jauh jaraknya, sehingga tidak menimbulkan dampak langsung.
Warga Mengaku Merasakan Getaran
Sementara itu, warga Tarakan bernama Suiman mengaku merasakan getaran seperti mobil truk lewat depan rumah. “Tapi sebentar saja, ada goyang dikit tapi kayak bergetar aja,” katanya.
Warga lainnya, seperti Sinta, Nurlia, dan Hajrah, mengaku tidak merasakan gempa sama sekali. Mereka hanya mendapatkan informasi setelah kejadian.
BMKG: Getaran Dirasakan di Nunukan dan Tarakan
Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang wilayah utara Sabah, Malaysia, pada Senin (23/2/2026) dini hari WITA. Getarannya turut dirasakan warga di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.
Gempa terjadi pada pukul 23.57.46 WIB, atau pukul 00.57.46 WITA. Episenter gempa terletak pada koordinat 6,94° Lintang Utara dan 116,26° Bujur Timur, atau tepatnya berada di laut sekitar 109 kilometer timur laut Kota Kinabalu, Malaysia. Gempa terjadi pada kedalaman sekitar 628 kilometer.
Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dalam akibat aktivitas deformasi di dalam Lempeng Laut Filipina. Mekanisme pergerakan sesar geser naik atau oblique thrust-fault menjadi penyebab utamanya.
Intensitas Getaran di Wilayah Nunukan dan Tarakan
Hasil analisis pengukuran percepatan tanah serta pemodelan peta guncangan (shakemap) menunjukkan bahwa gempa ini menimbulkan guncangan dengan skala intensitas III MMI di wilayah Nunukan. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk besar yang melintas.
Di wilayah Tarakan, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Tidak Ada Potensi Tsunami di Indonesia
Meski berkekuatan besar, hasil pemodelan BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi tsunami hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG yang telah terverifikasi,” ujarnya.
BMKG juga meminta masyarakat untuk selalu memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi guna menghindari hoaks, terutama pascagempa dengan magnitudo besar yang kerap memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.






