Penghentian Operasional BRT Trans Cirebon Memicu Kekesalan Masyarakat

Pada awal tahun 2026, sejumlah halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon yang biasanya ramai dengan pengguna jasa kini terlihat sunyi. Suara mesin bus yang selama ini menjadi bagian dari rutinitas pagi warga Kota Cirebon kini tak lagi terdengar. Hal ini menandai berakhirnya operasional BRT Trans Cirebon sejak 1 Januari 2026.

Penghentian layanan transportasi massal ini tidak disebabkan oleh kerusakan armada atau minimnya jumlah penumpang. Justru, keputusan tersebut memicu kekecewaan publik, khususnya dari kalangan masyarakat yang sebelumnya bergantung pada BRT sebagai sarana transportasi utama.

Salah satu tokoh pemuda Kota Cirebon, Alpin Alghani, menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Ia menilai bahwa kebijakan ini tidak sejalan dengan realitas di lapangan. “Kami menyayangkan keputusan penghentian layanan yang dinilai tidak sejalan dengan penggunaan armada oleh pemangku kebijakan,” ujarnya.

Menurut Alpin, kekecewaan semakin bertambah karena kendaraan BRT diketahui masih digunakan oleh pihak terkait untuk kepentingan tertentu, seperti monitoring pada malam pergantian Tahun Baru. “Yang semakin menambah kekecewaan, pada malam Tahun Baru kendaraan BRT justru digunakan oleh pemangku kebijakan untuk kepentingan monitoring,” katanya.

Ia juga menyoroti pertanyaan besar yang muncul di tengah masyarakat. “Ketika layanan dihentikan dengan alasan tertentu, mengapa armadanya masih dapat digunakan untuk kepentingan lain, bukan untuk tetap melayani warga?” tanyanya.

Alpin menegaskan bahwa transportasi publik seharusnya menjadi prioritas pelayanan pemerintah, bukan sekadar aset yang digunakan pada momentum tertentu. “Transportasi publik seharusnya menjadi prioritas pelayanan bagi masyarakat, bukan sekadar aset,” ujarnya.

Tanggapan dari Warga

Kekecewaan juga datang dari warga setempat. Anah (30), warga Kecamatan Harjamukti, mengaku sangat menyayangkan berhentinya operasional BRT Trans Cirebon. “Ya sebenarnya sangat disayangkan,” ujarnya.

Bagi Anah, BRT bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga menjadi alternatif rekreasi murah bersama keluarga. “BRT itu jadi tujuan berwisata tersendiri buat saya dan saudara. Sering kalau weekend bingung mau jalan-jalan ke mana, ya naik BRT jadi alternatif muter-muter Cirebon,” jelas dia.

Ia menilai tarif BRT yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Bayarnya murah, cuma Rp 5 ribu,” katanya.

Anah berharap penghentian operasional BRT Trans Cirebon hanya bersifat sementara. “Harapannya cuma sementara, mungkin habis Lebaran ada lagi,” ujarnya.

Penjelasan Pihak Terkait

Berhentinya layanan BRT di awal tahun pun menjadi ironi tersendiri bagi warga. Moda transportasi yang selama ini menjadi sandaran mobilitas justru harus berhenti saat kebutuhan masyarakat masih tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon, Andi Armawan, membenarkan penghentian sementara layanan tersebut. “Ya benar, operasional BRT Trans Cirebon kami hentikan sementara,” ujarnya.

Andi menjelaskan bahwa penghentian ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran. “Karena kondisi keuangan daerah belum memungkinkan, operasional BRT Trans Cirebon harus ditunda sementara mulai 1 Januari 2026,” jelasnya.

Menurut Andi, selama ini operasional BRT Trans Cirebon membutuhkan subsidi sekitar Rp 1,5 miliar per tahun dan pengelolaannya berada di bawah PD Pembangunan. Meski demikian, ia menegaskan penghentian ini bukan akhir dari perjalanan BRT Trans Cirebon.

“Harapan kami, BRT tetap bisa menjadi moda transportasi massal andalan masyarakat, tetapi dengan pola lain yang lebih sesuai dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.

Dishub Kota Cirebon juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya para pengguna setia BRT Trans Cirebon, serta berharap layanan tersebut dapat kembali beroperasi dengan skema yang lebih realistis dan berkelanjutan.


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version