Fenomena Kebakaran Berulang di Rumah Mutfiana
Rumah milik Mutfiana di Seyegan, Sleman, mengalami fenomena aneh berupa 11 kali kebakaran beruntun yang menghanguskan berbagai perabotan dalam kurun waktu dua hari. Kejadian ini menimbulkan rasa kaget dan khawatir bagi keluarga Mutfiana.
Pengalaman Aneh yang Terjadi
Dalam kurun waktu dua hari, rumah Mutfiana terbakar sebanyak 11 kali. Teror kebakaran itu terjadi mulai Sabtu (23/5/2026) tengah malam hingga Minggu (24/5/2026). Kebakaran pertama kali terjadi pukul 00.00 WIB, dimana sebuah kain tiba-tiba terbakar hebat. Berselang beberapa jam kemudian, kebakaran terus berulang hingga Minggu siang.
Lokasi kebakaran pun tidak hanya satu titik saja, melainkan di sejumlah titik. Kebakaran terbesar menimpa kursi sofa pada Minggu (24/5/2026) dini hari dimana kobaran api membumbung tinggi hingga plafon.
Keluarga Mutfiana awalnya tidak mengetahui penyebab kebakaran. Namun setelah ditelusuri oleh Tim Gegana, ternyata penyebab teror kebakaran yang melanda rumah milik Mutfiana itu bukan terkait hal mistis, melainkan karena kebocoran gas metana dari septic tank.
Penyebab Kebakaran
Kepastian itu diperoleh setelah Tim Gegana melakukan pengecekan secara langsung di lokasi kejadian. Menurut hasil investigasi, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran.
Gas metana adalah gas alam yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat mudah terbakar. Gas ini merupakan hidrokarbon paling sederhana yang terdiri dari satu atom karbon dan empat atom hidrogen. Metana terbentuk dari proses alami pembusukan atau fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri tanpa melibatkan oksigen (proses anaerobik).
Tindakan yang Dilakukan Polisi
Polisi turun tangan untuk menindaklanjuti kasus kebakaran misterius tersebut. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan ke sejumlah ruangan untuk memastikan penyebab kebakaran. Petugas juga memasang garis polisi.
Adapun bekas kebakaran terlihat sangat jelas. Salah satu sudut dinding rumah terlihat berwarna hitam pekat bekas jilatan api. Sejumlah personel dari Tim Gegana Polda DIY, unit Inafis, serta petugas pemadam kebakaran (damkar) tampak bersiaga di lokasi untuk melakukan penanganan.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro mengatakan bahwa Tim Identifikasi (Inafis) serta Tim Gegana Satbrimob Polda DIY sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam guna meneliti penyebab pasti kebakaran.
Imbauan dari Polisi
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, rentetan kebakaran ini terjadi secara sporadis selama kurun waktu dua hari berturut-turut. Barang-barang yang terbukti hangus meliputi pintu kamar mandi, handuk, kursi ruang tamu, sebagian kasur, hingga kain yang tergantung di area toilet.
Tim Gegana menyarankan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan sesuai standar keamanan, mengingat septic tank tersebut digunakan untuk limbah rumah tangga sekaligus limbah pemotongan ayam.
Banyaknya material organik dari limbah pemotongan ayam disinyalir membuat produksi gas metana di dalam tangki pembuangan tersebut menjadi jauh lebih masif dan pekat.
Penanganan Lanjutan
Kendati demikian, Argo memastikan setelah dilakukan penanganan lanjutan hingga pukul 12.00 WIB, indikator alat mendeteksi sudah tidak ditemukan lagi adanya sisa kebocoran gas metana yang membahayakan di area rumah.
Kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan standar keamanan instalasi septic tank dan saluran pembuangan gas guna mencegah terjadinya kebakaran maupun ledakan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa dan harta benda.
Bahaya Gas Metana di Dalam Rumah
Gas metana yang dihasilkan oleh septic tank (apalagi bercampur limbah jagal ayam) menumpuk dalam jumlah besar. Ketika saluran pembuangannya buntu atau bocor ke dalam rumah, gas ini akan melayang di udara. Karena metana sangat sensitif, sedikit saja ada pemantik, seperti gesekan statis kain, sakelar lampu yang dinyalakan, atau suhu ruangan yang panas, gas tersebut bisa langsung menyambar dan memicu api secara spontan pada benda-benda di sekitarnya.
